UMP 2026 Tulungagung Naik Signifikan,DPRD Ingatkan Resiko Tekanan Pada Pengusaha

REDAKSI

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026 - 20:59 WIB

50127 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung – Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2026 yang cukup signifikan memunculkan dua perspektif kebijakan harapan peningkatan untuk kesejahteraan pekerja sekaligus kekhawatiran akan daya tahan dunia usaha.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)Kabupaten Tulungagung menegaskan pentingnya mengawal kebijakan tersebut agar tidak menimbulkan tekanan ekonomi baru di tingkat daerah.

Ketua Komisi B DPRD Tulungagung dari Fraksi Gerindra,Widodo Prasetyo, SP., MMA., menilai kenaikan UMP harus disikapi secara rasional dan proporsional. “Kenaikan ini cukup tinggi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

DPRD mendukung karena merupakan keputusan pemerintah pusat dan provinsi untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja. Namun,kebijakan ini tidak boleh dilihat secara tunggal,ujar.

Widodo dalam wawancara eksklusif di Hotel Lojikka.Menurutnya, UMP di Tulungagung naik dari kisaran Rp2,4juta menjadi sekitar Rp 2,6juta pada tahun 2026. “Kenaikan ini cukup tinggi,”katanya,seraya menambahkan bahwa keluhan dari kalangan pengusaha merupakan sinyal penting yang tidak boleh diabaikan.

Baca Juga :  Lima Puluh Anggota DPRD Tulungagung Diambil Sumpah Jabatan

Banyak pelaku usaha,terutama usaha kecil dan menengah,masih menghadapi tekanan pendapatan yang belum sebanding dengan kenaikan biaya produksi,termasuk upah tenaga kerja.“Faktanya, pengusaha juga sedang berjuang. Dari sisi pendapatan, tidak semua sektor mengalami pertumbuhan.Ini realitas yang harus diakui,tegasWidodo.

Tanpa pengelolaan yang matang,kenaikan UMP berpotensi memicu langkah efisiensi tenaga kerja dan bahkan mengancam keberlangsungan usaha. Oleh karena itu, beliau mendorong adanya dialog terbuka antara pemerintah daerah, pengusaha, dan pekerja.Kolaborasi adalah kunci.

Baca Juga :  Diduga Dana BOS Tahun 2023 Ada Penyimpangan Di SMKN 2 Boyolangu Kabupaten Tulungagung.

Jika pengusaha dan pekerja tidak duduk bersama mencari jalan tengah, kebijakan ini bisa menimbulkan masalah baru, seperti pengurangan tenaga kerja atau stagnasi usaha,”lanjut Widodo.

DPRD Tulungagung menegaskan tanggungjawabnya untuk mengawal implementasi UMP agar tujuan kesejahteraan pekerja dapat tercapai tanpa mengorbankan stabilitas ekonomi daerah.Kebijakan upah, menurutnya, harus sejalan dengan penguatan iklim usaha dan perlindungan tenaga kerja.

Kenaikan UMP 2026,menjadi ujian bagi pemerintah daerah apakah mampu menyeimbangkan antara kepentingan buruh dan pengusaha,atau akan membuat ketimpangan baru ditengah pertumbuhan ekonomi yang mulai berjalan. [UMP 2026 Tulungagung Naik Signifikan,DPRD Ingatkan Resiko Tekanan Pada Pengusaha. [HARTANTO]

Berita Terkait

Warga Desa Ketanon Terima Bantuan Sembako Dengan Tertib 
Akhirnya Setelah 1,5 Tahun Rusak,Jembatan Junjung Tulungagung Segera Di Perbaiki.
Akibat Sarpras Dan Supplier 18 SPPG di Tulungagung Dihentikan Operasi, BGN Ungkap Permasalahan.
PPPK Paruh Waktu Menjerit, Gaji Rp300 Ribu Sebulan Jadi Sorotan DPRD Tulungagung
Vonis SKTM RSUD dr. Iskak: Ketika Surat Orang Miskin Diduga Dijadikan Ladang Bancakan
Bersih Desa Picisan, Wujud Syukur dan Kekompakan Masyarakat
Tri Hariadi Dilantik sebagai Pj Sekda, Menjaga Kontinuitas dan Stabilitas Tata Kelola Pemerintahan Tulungagung
Plt. Bupati Tulungagung Segera Definitifkan Jabatan Kosong Kepsek

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 20:05 WIB

Patroli Rutin Koramil Moyo Hulu, Langkah Nyata Cegah Gangguan Kamtibmas

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:00 WIB

Polresta dan Kajari Mataram Satu Suara ‘Tahan’ Koruptor Masker

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:54 WIB

Kantor Imigrasi Klas 1 TPI Mataram Rekayasa Deportasi WNA Australia

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:33 WIB

‎Malam yang Aman Berawal dari Kepedulian, Koramil Ropang Gelar Patroli Wilayah

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:30 WIB

‎Babinsa Desa Penyaring Dukung Aspirasi Warga Demi Pembangunan yang Tepat Sasaran

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:31 WIB

Kejati Akui Dalami Keterlibatan Penyelenggara MXGP terkait TPPU

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:26 WIB

TNI Hadir untuk Rakyat, Babinsa Koramil 1607-04/Alas Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan Nasional

Senin, 8 Juni 2026 - 19:38 WIB

Keamanan Warga Prioritas, Babinsa Koramil 1607-06/Lape Lopok Rutin Gelar Patroli Wilayah

Berita Terbaru

JAWA TIMUR

Warga Desa Ketanon Terima Bantuan Sembako Dengan Tertib 

Kamis, 11 Jun 2026 - 06:09 WIB