Jebakan Cukai di Kundur: Rokok Ilegal Marak, Negara Merugi, APH Dituntut Tuntas

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Selasa, 21 Oktober 2025 - 20:09 WIB

50279 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun/Kepri – Sejumlah warung di Kundur, Karimun, Kepulauan Riau, bebas menjual rokok tanpa pita cukai yang sah. Fenomena ini bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan luka menganga bagi penerimaan negara dari sektor pajak.

Aparat penegak hukum (APH)—terutama Bea Cukai dan kepolisian setempat—diminta segera bertindak, mengusut tuntas hingga ke jaringan pemasok, sebelum kerugian ini menjadi borok yang sulit diobati.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Klandestin di Jalan Urung Selasa, 20 Oktober 2025 Siang di Kundur Utara terasa lengang, namun tak jauh dari kantor puskesmas Urung, di balik etalase sebuah warung di jalan besar, sebuah transaksi terlarang berlangsung tanpa malu-malu.

Rokok-rokok tanpa segel resmi pita cukai —kerap disebut “rokok Batam”—dijual terbuka.
Alex, pemilik warung, tak menyangkal.

Kepada awak Media, ia mengaku sudah lama mengedarkan rokok ilegal itu di Kundur. “Sudah lama bang,” ujar Alex, tanpa terlihat gentar.

Rokok-rokok itu, katanya, diantar oleh pihak pemasok menggunakan mobil pick up. “Saya telepon nanti biar datang tokenya,” tegas Alex, mengisyaratkan adanya jaringan terorganisir di balik peredaran barang haram ini.

Keterangan Alex dikuatkan oleh Pa Suino, seorang warga setempat. “Toko itu uda lama jualan rokok Batam, yang tidak ada cukainya, biasa diantar orang, kita sering lihat,” ujarnya, menegaskan betapa terbukanya praktik ilegal ini di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Desa Penarah Gelar Sosialisasi Penerangan Hukum Tindak Pidana Korupsin Dan Penerangan Hukum Bagi Masyarakat

Ancaman Pidana yang Menggantung
Aksi jual beli rokok ilegal di Kundur ini bukan main-main. Undang-Undang Cukai telah membentangkan sanksi berat bagi pelakunya.

Jerat Hukum Rokok Ilegal

* Pasal 54 dan Pasal 56 Undang-Undang Cukai: Penjual, penawar, atau pengedar rokok tanpa pita cukai resmi terancam pidana penjara 1 hingga 5 tahun dan/atau denda 2 hingga 10 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

* Pita Cukai Palsu/Bekas: Sanksi bisa lebih keras, yaitu pidana 1 hingga 8 tahun penjara dan denda 10 hingga 20 kali nilai cukai.

Pintu “Ultimum Remedium”

Meskipun sanksi pidana membayangi, regulasi juga membuka celah “solusi terakhir” (ultimum remedium). Dalam beberapa kasus, pidana dapat diganti dengan denda lebih ringan, yakni 3 kali nilai cukai yang seharusnya dibayar. Jika penjual bersedia membayar denda ini, penyidikan dapat dihentikan.

Namun, jika mangkir, proses hukum akan terus berjalan. Pada penindakan skala kecil, sanksi yang umum diberikan berupa denda, diikuti penyitaan barang bukti.

Namun, bagi seorang warga Karimun berinisial H yang ditemui di seputaran Padimas, kelonggaran ini dinilai tak cukup. Ketegasan APH mutlak diperlukan. “Bea Cukai diminta tegas, menindak penjual rokok ilegal ini dan diproses secara hukum, sehinggga menimbulkan epek jera sehingga tidak berulang lagi,” tandasnya.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-79: Wakapolres Karimun Pimpin Ziarah Penuh Khidmat di Makam Pahlawan Kundur

Tuntutan untuk Polsek dan Bea Cukai
Maraknya rokok ilegal di Kundur—sebuah wilayah yang notabene dekat dengan jalur distribusi grey area Batam dan sekitarnya—menjadi cermin lemahnya pengawasan.

Kerugian negara dari kebocoran pajak cukai kian besar, sementara pelaku di tingkat pengecer dan “tokek” (bandar) terus beroperasi.

Polsek Kundur Utara dan Bea Cukai diminta tidak berdiam diri. Penjualan rokok ilegal ini harus diusut tuntas, dari pengecer kecil seperti Alex hingga penyalur besar yang memasok dengan mobil pick up.

“Aparat penegak hukum dalam hal ini Polsek Kundur Utara, sebaiknya usut tuntas penjualan rokok ilegal ini, serta menangkap penjual dan penyalurnya,” Sumber menutup pernyataan, dengan nada mendesak.

Tujuannya satu: memutus rantai kejahatan yang terus-menerus merugikan negara dari sektor pendapatan pajak, dan memastikan hukum benar-benar ditegakkan demi terciptanya efek jera. Kinerja APH di Kundur kini dipertaruhkan. [SAJIRUN, S]

Berita Terkait

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu
APH di minta sikat rokok ilegal/ rokok tanpa pita cukai di tanjung batu.
Rokok Ilegal Diduga Kian Marak di Tanjung Batu, APH dan Bea Cukai Diminta Bongkar Jalur Distribusi hingga ke Akarnya
Rokok Tanpa Pita Cukai Diduga Marak di Tanjung Batu, Bea Cukai dan Aparat Diminta Telusuri Jalur Distribusi
“Dugaan Peredaran Ekstasi di Star Club Wiko Karimun Seolah Bebas, Aparat Dituntut Bertindak: Siapa yang Bertanggung Jawab?”
Dugaan peredaran narkoba jenis ekstasi  di Star club wiko semakin marak, di minta kapolda kepri  turunkan tim untuk memberantasnya.
Pertemuan di  rumah dinas bupati merupakan Tindak lanjut rapat dengar  pendapat umum ( RDPU ) bupati karimun dan dewan perwakilan daerah (DPD ) RI
Dugaan Peredaran Narkoba Jenis Pil Ekstasi Kembali Marak di Star Club Wiko

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:41 WIB

Lawan Narkoba dan Judol, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Rangkul Generasi Muda

Selasa, 3 November 2026 - 16:33 WIB

Babinsa Hadiri Reses Anggota DPRD Provinsi NTB di Desa Pamanto, Aspirasi Masyarakat Jadi Perhatian

Selasa, 3 November 2026 - 11:50 WIB

Pengembangan Kasus Pencurian Sapi di Labangka, Polsek Amankan Dua Terduga Pelaku Lain di Plampang!

Selasa, 3 November 2026 - 10:37 WIB

Polsek Labangka Gerak Cepat! Terduga Pencuri Sapi Nyaris Dihakimi Massa, Mobil Pickup Dirusak

Selasa, 3 November 2026 - 07:51 WIB

Melalui Patroli Malam, Koramil 1607-07/Lunyuk Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat Jaga Keamanan Lingkungan

Selasa, 3 November 2026 - 07:40 WIB

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 November 2026 - 07:33 WIB

Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Berita Terbaru