Ini Kisah Tentang Watawan Doeloe, Ketika Berita Dikejar dengan Sepeda dan Pena Basah

REDAKSI

- Redaksi

Minggu, 4 Mei 2025 - 22:42 WIB

50458 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

OPINI

Bayangkan pagi yang dingin di tahun 1965. Seorang wartawan muda melintasi jalanan berbatu dengan sepeda tuanya.

Di keranjang depan, terguncang-guncang mesin tik portabel dan segenggam kertas karbon.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dia bukan sedang mengantar paket, tapi tengah mengejar berita—secara harfiah.

Profesi wartawan tempo dulu bukan sekadar menulis dan wawancara. Ia adalah gabungan antara detektif, pelari maraton, dan juru ketik kilat.

Tanpa internet, tanpa ponsel, semua informasi dikumpulkan dengan telinga tajam dan kaki gesit.

Sumber berita tak bisa dicari di Google; mereka harus ditemukan di warung kopi, terminal bus, atau bahkan di pos ronda malam.

Baca Juga :  DARAH PENGKHIANAT G30S/PKI, DALAM LUKA KOLEKTIF DAN TANTANGAN GENERASI MUDA

Tekanan waktu? Jangan tanya. Deadline berarti harus menyerahkan naskah sebelum tukang cetak mulai memutar mesin offset yang berisik.

Wartawan menulis cepat, kadang di atas lutut, dengan tinta yang belepotan jika hujan turun.

Satu kesalahan ejaan bisa berujung teguran keras, bukan dari editor digital, tapi dari tangan dingin redaktur yang bisa membalik meja.

Bahkan untuk mengirim berita ke redaksi, mereka kadang harus naik oplet atau menitipkan naskah pada sopir bus antarkota.

Baca Juga :  Tekoäly Muuttaa Pelikokemusta: Suomalaiset Kasinot Innovoivat Personoinnissa

Tak ada “send via email”, hanya amplop, perangko, dan harap-harap cemas.

Namun di balik kerepotan itu, ada romantika. Setiap liputan adalah petualangan.

Setiap berita yang berhasil terbit adalah hasil dari perjuangan yang tak main-main—bukan cuma soal akurasi, tapi juga soal fisik dan nyali.

Hari ini, profesi wartawan telah berubah. Teknologi menyulap ruang redaksi menjadi serba digital dan cepat.

Tapi, tak ada salahnya sejenak menoleh ke masa lalu—untuk menghargai mereka yang pernah menulis sejarah dengan tinta, peluh, dan semangat yang tak pernah padam. []

Berita Terkait

Polsek Labangka Gerak Cepat! Terduga Pencuri Sapi Nyaris Dihakimi Massa, Mobil Pickup Dirusak
Skill Gaming Competitions: The Exciting New Frontier for Casinos
Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Optimalisasi Irigasi Mamak-Kakiang
Sinergi TNI dan PKK Jadi Pilar Penguatan Keluarga dalam Mewujudkan Sumbawa Sejahtera
Babinsa Koramil Lape-Lopok Ajak Warga Tangkal Hoaks dan Jaga Kebersihan
Dukung Kesejahteraan Warga, Serma Sukardi Ikuti Sosialisasi Kebijakan Desil di Moyo Utara
Boost Your Casino Loyalty: Strategies for Keeping Players Engaged
Odkrijte Skrivnosti Uspeha v Svetu iger na Sankra.si

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 11:50 WIB

Pengembangan Kasus Pencurian Sapi di Labangka, Polsek Amankan Dua Terduga Pelaku Lain di Plampang!

Selasa, 3 November 2026 - 10:37 WIB

Polsek Labangka Gerak Cepat! Terduga Pencuri Sapi Nyaris Dihakimi Massa, Mobil Pickup Dirusak

Selasa, 3 November 2026 - 07:51 WIB

Melalui Patroli Malam, Koramil 1607-07/Lunyuk Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat Jaga Keamanan Lingkungan

Selasa, 3 November 2026 - 07:45 WIB

Peringati HUT PGRI dan Hari Guru Nasional, Babinsa Lunyuk Dorong Semangat Sportivitas Generasi Muda

Selasa, 3 November 2026 - 07:40 WIB

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Berita Terbaru

NASIONAL

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:40 WIB