Kapolres Aceh Utara Tinjau Lokasi Banjir di Matangkuli, 709 Rumah Terendam, 7 Desa Terisolir

REDAKSI 2

- Redaksi

Selasa, 8 Oktober 2024 - 12:05 WIB

50282 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

LHOKSUKON – Kapolres Aceh Utara, AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K., meninjau langsung lokasi banjir yang merendam sejumlah desa di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, pada Selasa (8/10/2024).

Dalam kunjungannya, Kapolres turut meninjau kondisi Mapolsek Matangkuli serta Asrama Polri yang ikut terendam air dengan ketinggian mencapai 30 cm.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam kunjungan tersebut, Kapolres AKBP Nanang Indra Bakti, S.H., S.I.K. memastikan kondisi masyarakat terdampak dan mengevaluasi sejauh mana dampak banjir terhadap infrastruktur kepolisian dan pelayanan publik.

“Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah awal untuk merumuskan tindakan preventif dan solutif yang dapat diambil oleh Kepolisian dalam mendukung penanganan bencana,” ujar Kapolres Aceh Utara melalui Kasi Humas Iptu Bambang.

Baca Juga :  443 Jenazah Warga Aceh Yang Meninggal Di Ranto Di Pulangkan Secara Gratis Oleh Ketum PAS Akhyar Kamil

Menurut data yang dihimpun pihak Kepolisian, banjir kali ini telah merendam setidaknya 19 desa di wilayah Kecamatan Matangkuli. Sebanyak 709 rumah warga terendam, dan 7 desa di antaranya berada dalam status terisolir. Desa-desa yang terdampak isolasi tersebut meliputi Gampong Tanjong Haji Muda, Lawang, Siren, Meunye Pirak, Pante Pirak, Alue Thoe, dan Gampong Tumpok Barat.

Selain menggenangi rumah warga, banjir ini juga merendam sekitar 370 hektar sawah yang tengah dalam masa tanam. Warga masyarakat sejauh ini masih bertahan di rumah masing-masing, meskipun kondisi air belum surut.

Baca Juga :  Pj. Bupati Aceh Utara Serahkan Sumbangan Rp 1,15 M Melalui Dubes Palestina

Banjir juga mengganggu sejumlah fasilitas publik, seperti Mapolsek Matangkuli, Kantor Camat, Koramil, Puskesmas, serta beberapa fasilitas pendidikan di desa-desa yang terdampak.

Sejumlah ruas jalan penghubung antar gampong pun tidak bisa lagi dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk aktivitas sehari-hari, warga terpaksa menggunakan sampan tradisional sebagai transportasi alternatif, sementara jalan lain digunakan sebagai rute darurat.

(Red)

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 20:40 WIB

Komitmen Tanpa Batas, Koramil 1607-04/Alas Hadir Menjaga di Tengah Malam

Senin, 30 Maret 2026 - 17:53 WIB

Dinas Dikbud Nagan Raya Terbitkan SE Hari Pertama Sekolah, Ini Isinya

Selasa, 17 Maret 2026 - 22:23 WIB

Raih keberkahan di bulan suci Ramadhan ‎Keluaga Besar DPC ASWIN Nagan Raya Santunin Anak Yatim

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:38 WIB

Buka Bersama dan Safari Ramadhan di Lingkungan PT Socfindo Kebun Seunagan

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:46 WIB

Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan di Sumbawa Disambut Kasdim 1607/Sumbawa dengan Penuh Kehormatan

Senin, 23 Februari 2026 - 16:16 WIB

Koramil 1607-03/Ropang Perkuat Sinergi Forkopimcam dalam Safari Ramadhan 1447 H

Senin, 23 Februari 2026 - 13:22 WIB

‎Perkuat Stabilitas Wilayah, Babinsa Hadir dalam Pembentukan Panitia Pilkades

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:41 WIB

Bupati TRK Serahkan SK Pengangkatan 2.150 PPPK Paruh Waktu

Berita Terbaru