Pembangunan Gedung Bappeda Aceh Utara Sarat Masalah

REDAKSI 2

- Redaksi

Senin, 22 Juli 2024 - 12:25 WIB

50414 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Proyek pembangunan gedung BAPPEDA Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh, di Landing-Lhoksukon Jalan Medan-Banda Aceh anggaran tahun 2022 lalu senilai Rp.12 Milyar lebih kondisinya sangat memprihatinkan.Kondisi fisik gedung yang belum digunakan hingga kini atapnya bocor,sementara bagian dindingnya retak-retak berat,sedangkan fondasi bangunan berlantai dua itu banyak yang patah,serta falapon sudah lapuk akibat atap bocor.Terkesan Pemkab Aceh Utara hambur-hamburkan uang rakyat.

Pantauan Wartawan kemarin, nampak terlihat pekerjaan rekanan yang menerjakan gedung tersebut asal jadi. Cat bangunan hampir semua sisi sudah terkelupas, sementara kondisi gedung bagaikan sudah terbengkalai,bagian atap ada yang sudah copot,demikian juga kamar mandi tak satupun dapat digunakan.Atap ruang-ruang pada bocor.Bangunan tersebut dikerjakan oleh kontraktor asal Kota Lhokseumawe PT. Traya Anggun Permai dengan Direktur Utama Zainuddin.

Kontraktor pelaksana proyek BAPPEDA Kabupaten Aceh Utara Zainuddin yang dihubungi mengakui kalau kondisi gedung Bapeda yang dikerjakannya ada masalah.Namanya saja kita manusia, pasti tidak sempurna,demikian juga dengan pembangunan gedung tersebut,kata Zainuddin.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Zainuddin,memang benar ada beberapa sisi bangunan retak dan atapnya bocor,hal ini karena factor waktu pekerjaan yang kami buru karena pelaksanaannya menjelang mati kontrak.

Sementara cat gedung dan tiang Zainuddin mengakui menggunakan material dibawah standar,karena untuk menghindari kerugian,”Kalau kami pakai material seperti dalam RAB,jelas kami rugi karena sudah sangat besar dana yang kami keluarkan untuk servis pejabat kala itu,”kata Zainuddin secara jujur.

Baca Juga :  Asah Kemampuan Pertahanan Diri, Prajurit Kodim 0103/Aceh Utara Rutin Latihan Beladiri Taktis

Bicara jujur kata Zainuddin kepada para wartawan yang menemuinya menyatakan,pihaknya sebenar rugi mengerjakan proyek itu,karena sangat banyak sudah mengeluarkan dana baik dana untuk fie pejabat maupun fee yang dikeluarkan untuk proses tender.

Dalam proses tender di ULP menurut Zainuddin harus kita atur,demikian juga untuk Pejabat yang memberikan Paket tersebut kepada nya juga harus di setor dana cast,kata Zainuddin.

Zainuddin mengaku pekerjaan pembanguan Proyek dengan nilai ril Rp.12.3 M,tidak dikerjakan sendiri,namun patungan tiga rekannya sama-sama pengusaha didaerah itu. Saya diberikan hanya 2 persen dari keuntungan itupun diberikan secara cicilan sebagai Jasa sewa Perusahaan,kata Zainuddin.

Zainuddin juga minta agar Wartawan tidak membesar-besarkan persoalan gedung yang rusak itu,masih banyak berita lain yang perlu diliput kawan-kawan wartawan.Lagi pula bukan gedung yang kami buat saja yang kondisinya rusak parah tapi sebelahnya gedung BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) Aceh Utara juga bernasib sama,timpa Zainuddin.

Minta Diusut

Koordinator LSM Percepatan Pembangunan Aceh (PPA),Tri Nugroho Pangabean minta Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Aceh segera periksa Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK), Rekanan PT. Traya Anggun Permai selaku pelaksana proyek, Konsultan Pengawas, gedung kantor BAPPEDA Aceh Utara, yang kondisinya rusak berat sebelum digunakan .

Gedung BAPPEDA anggaran tahun 2022 lalu, itu yang berada di kawasan Landing, Jl.Medan-Banda Aceh diduga pengerjaan yang asal jadi dan sangat tidak sesuai dengan harga yang dinilai Milyaran rupiah itu perlu diperiksa secepatnya,” ujar Tri Nugroho Pangabean kepada sejumlah Wartawan di Lhokseumawe.

Baca Juga :  Babinsa Berikan Pendampingan pada Petani Timun Didesa Binaan

Lebih lanjut Tri menyebutkan, pekerjaan pembangunan Gedung BAPPEDA Aceh Utara itu memang sudah bermasalah dari pertama gedung tersebut ditender. Proses tender proyek tersebut kata Tri dilakukan secara melanggar hukum yaitu direkayasa,ini akibat ada nya mufakat jahat antara Kontaktor,ULP serta Bupati saat itu.Atas arahan Bupati kepala pihak ULP,maka proyek itu berasil dimenangkan PT.Traya Anggun Permai.

“Proyek gedung kantor BAPPEDA Kabupaten Aceh Utara di Landing, terlihat jelas dari tembok dinding dalam pengerjaannya jauh dari kata rapi begitu juga dengan pemasangan atap seng bergelombang dan dikuatirkan akan cepat bocor,” ujar Tri.

Untuk itu,Tri meminta agar Kejaksaan Tinggi (KEJATI) Aceh dan Aparat Penegak Hukum (APH) agar dapat memeriksa semua pihak yang bersangkutan yang terlibat di dalam proyek tersebut.

Sementara itu,seorang pejabat Bapeda Aceh Utara yang ditanya wartawan terkait kondisi gedung tersebut engan berkomentar banyak.”Kami belum punya kewenangan untuk komentar kondisi gedung itu,karena kami belum diserah terimakan pemakian gedung itu,untuk itu coba ditanyakan ke Dinas Perkim saja,kata PLT Ketua Bapeda Aceh Utara, Drs.Adamy.

Menjawab pertanyaan kenapa hingga saat ini Bapeda masih belum tinggal dikantor yang baru,lagi lagi Adamy engan berkomentar,yang jelas kami belum mau menerima gedung tesebut dengan berbagai pertimbangan. (Tim )

Berita Terkait

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis
R3P Diserahkan, Pemulihan Aceh Utara Diuji: Jangan Berhenti di Meja Birokrasi
Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air
Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi
Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali
Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji
Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik
Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:29 WIB

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:44 WIB

Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:10 WIB

Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:02 WIB

Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:57 WIB

Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji

Selasa, 27 Januari 2026 - 23:07 WIB

Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:37 WIB

Aliansi Pers Turun ke Lapangan, Rehab Rekon Pascabanjir Aceh Mulai Diawasi

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB