Kasubag Umum BNNK Gayo Lues Zulkarnain S.Ag Saat membuka kegiatan Life Skill di Kampung Sangir Kecamatan Dabun Gelang Rabu 15 – Desember – 2026.
Gayo Lues| Oposisi News 86 – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues terus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ansharullah Salah Satu Narasumber Saat menerangkan pembuatan Pupuk Organik Bio Nuklir berbentuk padat dan cair dalam kegiatan Life Skill didesa Sangir.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Life Skill pembuatan pupuk organik Bio Nuklir berbentuk padat dan cair bagi masyarakat Desa Sangir, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada 14–16 Oktober 2026.
Kegiatan yang dipusatkan di Bale Desa Sangir tersebut diikuti 30 peserta yang terdiri atas pemuda dan pemudi setempat. Pelatihan ini diarahkan untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha produktif, sekaligus mendukung upaya pencegahan kultivasi tanaman ganja melalui penyediaan alternatif kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.
Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., M.Si., yang diwakili Kepala Subbagian Umum, Zulkarnaen, S.Ag., menyampaikan bahwa pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu bagian penting dalam membangun ketahanan desa terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa Desa Sangir termasuk kawasan yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kultivasi tanaman ganja. Oleh karena itu, pendekatan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pencegahan, tetapi juga diarahkan pada penguatan keterampilan dan penciptaan peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Menurutnya, program pemberdayaan melalui keterampilan usaha produktif diharapkan dapat membuka pilihan mata pencaharian yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat. Dengan demikian, masyarakat memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi lokal tanpa bergantung pada aktivitas ekonomi yang bertentangan dengan hukum.
Program tersebut juga berkaitan dengan pendekatan pembangunan alternatif atau Grand Design Alternative Development (GDAD), yang mendorong peralihan dari kultivasi ganja menuju komoditas pertanian legal, termasuk kopi. Pendekatan ini membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, aparat terkait, hingga masyarakat desa agar pengembangan ekonomi alternatif dapat berjalan secara berkesinambungan.
Melalui pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair, peserta diperkenalkan pada keterampilan yang berpotensi mendukung kegiatan pertanian sekaligus dikembangkan menjadi usaha mandiri. Pupuk organik yang dihasilkan diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan tanaman kopi dan komoditas pertanian lainnya, sesuai dengan kebutuhan serta karakteristik lahan setempat.
Selain berpotensi membantu petani memenuhi kebutuhan pupuk, keterampilan tersebut juga diharapkan menjadi dasar pengembangan produk unggulan desa. Apabila dikelola secara tepat, kegiatan ini dapat membuka peluang usaha mulai dari produksi, pengemasan, hingga pemasaran pupuk organik kepada petani dan konsumen yang membutuhkan.
Zulkarnaen menekankan bahwa pelatihan tidak seharusnya berhenti setelah kegiatan bimbingan teknis selesai. Pengetahuan yang diperoleh peserta perlu diterapkan dan dikembangkan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam menunjang kegiatan pertanian maupun meningkatkan peluang pendapatan keluarga.
Ia juga mendorong agar keterampilan yang telah diperoleh dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama dengan Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) Desa Sangir, Koperasi Kopi Gayo Lues BERSINAR, serta Koperasi Merah Putih. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung keberlanjutan produksi dan pemasaran pupuk organik dengan harga yang terjangkau.
Meski demikian, pengembangan usaha tersebut memerlukan perencanaan yang matang, mulai dari ketersediaan bahan baku, proses produksi, mutu produk, perhitungan biaya, hingga strategi pemasaran. Pendampingan lanjutan dan pengelolaan usaha yang baik menjadi faktor penting agar keterampilan yang diajarkan dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi peserta dan masyarakat sekitar.
Dalam kesempatan itu, Zulkarnaen juga mengajak para peserta, khususnya generasi muda, untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan Desa Sangir Bersih Narkoba (BERSINAR). Menurutnya, pencegahan narkoba membutuhkan keterlibatan bersama dan tidak dapat hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum atau lembaga terkait.
Generasi muda diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan sosial yang sehat, meningkatkan kepedulian terhadap bahaya narkotika, serta mendukung kegiatan ekonomi produktif di kampung. Dengan tersedianya keterampilan dan peluang usaha yang legal, masyarakat diharapkan semakin memiliki pilihan kegiatan yang positif dan berorientasi pada masa depan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Perizinan Kabupaten Gayo Lues, Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, Kesbangpol, Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan 90/Yudha Giri Dhanu Gayo Lues, Babinsa, Pelaksana Tugas (Plt.) Desa Sangir, Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) Desa Sangir, serta para peserta pelatihan.
Kehadiran unsur lintas instansi tersebut mencerminkan pentingnya koordinasi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat, terutama di wilayah yang membutuhkan penguatan ekonomi alternatif dan pencegahan narkotika secara berkelanjutan.
Setelah penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan arahan dan motivasi dari pendamping pelatihan, Ansarullah.
Ia mendorong para peserta agar tidak hanya memahami materi selama pelatihan, tetapi juga berupaya menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari dan membagikan pengetahuan tersebut kepada warga lain yang belum berkesempatan mengikuti bimtek.
Ansarullah menjelaskan bahwa keterampilan pembuatan pupuk organik berpotensi dikembangkan sebagai kegiatan usaha apabila didukung kemauan belajar, pengelolaan yang baik, serta pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan petani. Pengembangan usaha tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus memperluas pilihan pekerjaan yang produktif.

Materi teknis pembuatan pupuk organik padat dan cair kemudian disampaikan oleh Rahmat Hidayat. Para peserta mengikuti pemaparan mengenai proses pembuatan pupuk dan memperoleh kesempatan untuk mengajukan pertanyaan terkait materi yang diberikan.
Melalui pelaksanaan Bimtek Life Skill selama tiga hari ini, BNNK Gayo Lues berharap keterampilan yang diperoleh peserta dapat menjadi bekal untuk membangun usaha produktif di tingkat desa. Keberlanjutan program akan sangat bergantung pada penerapan hasil pelatihan, pendampingan, dukungan kelembagaan, serta kemampuan masyarakat mengembangkan produk sesuai kebutuhan pasar.
Upaya pemberdayaan tersebut menjadi bagian dari pendekatan pencegahan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan desa. Penguatan keterampilan, pengembangan pertanian legal, dan penciptaan peluang usaha diharapkan dapat berjalan beriringan dengan edukasi bahaya narkoba demi mendukung terwujudnya Desa Sangir yang produktif, mandiri, dan bersih dari narkoba. []


































