BNNK Gayo Lues Dorong Pupuk Organik Jadi Alternatif Usaha Pemuda di Kute Bukit

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 14:03 WIB

50202 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues|Oposisi News 86 — Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues mendorong masyarakat Desa Kute Bukit Bersinar, Kecamatan Blangpegayon, menjadikan keterampilan membuat pupuk organik sebagai salah satu alternatif usaha yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Program ini diarahkan bukan sekadar menjadi pelatihan sesaat, melainkan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, khususnya pemuda dan pemudi, sekaligus memperkuat upaya pencegahan keterlibatan masyarakat dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Pelatihan pembuatan pupuk organik Bio Nuklir padat dan cair tersebut berlangsung selama tiga hari, 24-26 Agustus 2026, di Bale Desa Kute Bukit Bersinar, Kecamatan Blangpegayon, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan itu melibatkan sekitar 20 peserta yang dipilih dengan mempertimbangkan minat dan kemauan untuk melanjutkan keterampilan tersebut menjadi kegiatan produktif.

Kepala BNNK Gayo Lues,Fauzun Iman ST MSi di dampingi Kepala Desa Kute Bukit Rusli.

Kepala BNNK Gayo Lues Fauzun Iman, ST, M.Si. Saat didampingi Kepala Desa Kute Bukit Rusli saat dikonfirmasi wartawan terkait pelaksanaan kegiatan Life Skill Pembuatan Pupuk Organik Bio Nuklir padat dan cair mengatakan pelaksanaan pelatihan dibagi dalam beberapa tahapan.

Hari pertama peserta mendapatkan materi, hari kedua dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk, sedangkan hari ketiga diarahkan pada proses penyelesaian dan pengemasan produk. Adapun proses fermentasi membutuhkan waktu lebih panjang sehingga bahan telah dipersiapkan sebelum kegiatan pelatihan dimulai.

Menurut Fauzun, tujuan utama kegiatan tersebut adalah menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan adanya keterampilan dan kegiatan ekonomi yang legal, masyarakat diharapkan mempunyai pilihan usaha yang dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan sosial di tingkat desa.

Pupuk organik Bio Nuklir padat dan cair

“Kita ingin menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya pemuda-pemudi, agar mereka tidak terpengaruh terhadap narkotika. Kita juga menginginkan program ini terus berlanjut dan masyarakat memiliki peluang usaha yang bagus dan legal,” kata Fauzun dalam wawancara seusai kegiatan, Rabu, 26 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, sasaran kegiatan tersebut berkaitan dengan pendekatan program Grand Design Alternative Development (GDAD), yang dalam pengembangannya diarahkan pada pemberdayaan masyarakat di kawasan yang memiliki kerentanan terhadap tanaman terlarang. Karena itu, BNNK tidak hanya memberikan edukasi mengenai bahaya narkotika, tetapi juga berupaya menghadirkan alternatif kegiatan ekonomi yang realistis bagi masyarakat.

Fauzun mengatakan pemilihan Desa Kute Bukit dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan karakteristik wilayah. Menurut dia, akses menuju sejumlah kawasan yang pernah menjadi lokasi pemusnahan tanaman ganja berada melalui wilayah desa tersebut. Kondisi itu, kata dia, menjadi salah satu alasan BNNK memandang penting pendekatan pencegahan melalui pemberdayaan masyarakat.

“Prinsip kita lebih baik mencegah daripada mengobati. Sebelum masyarakat terlibat, kita sudah mengedukasi dan memberikan solusi bagaimana supaya masyarakat tidak lagi menanam ganja,” ujarnya.

Dalam pelatihan itu, BNNK juga menekankan pentingnya keberlanjutan. Fauzun tidak ingin hasil pelatihan berhenti setelah peserta mampu membuat pupuk. Karena itu, pihaknya telah membicarakan keberlanjutan program bersama Pemerintah Desa Kute Bukit, termasuk kemungkinan membentuk kelompok usaha yang nantinya dapat dikembangkan bersama Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) maupun koperasi.

Baca Juga :  Kepala SDN 4 Blangkejeren Rahmah Wati Ciptakan SI-HEBAT, Sistem Informasi Pemantauan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Menurut Fauzun, keberlanjutan usaha membutuhkan perhitungan ekonomi yang jelas. Peserta tidak hanya harus memahami cara membuat produk, tetapi juga mengetahui kebutuhan bahan baku, biaya produksi, harga jual, hingga pemasaran. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh dapat berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang memiliki nilai tambah.

Ia mengatakan BNNK juga berencana melakukan pengujian laboratorium terhadap pupuk yang dihasilkan. Langkah tersebut diperlukan agar kualitas produk dapat diketahui secara lebih objektif sebelum dipasarkan atau digunakan dalam skala yang lebih luas.

“Setelah ini dari BNN akan kita uji laboratorium pupuk kita. Kemarin kita sudah sepakat dengan pengajar mengenai kualitas pupuk organik ini,” kata Fauzun.

Bahan pembuatan pupuk, lanjut dia, sengaja diarahkan menggunakan material yang tersedia di lingkungan desa. Pendekatan tersebut diharapkan membuat biaya produksi lebih terjangkau dan memudahkan masyarakat untuk mengembangkan usaha tanpa ketergantungan terhadap bahan yang sulit diperoleh.

Fauzun memperkirakan biaya produksi pupuk organik tersebut nantinya dapat ditekan sehingga mempunyai peluang bersaing di pasar. Namun, ia menekankan bahwa penentuan harga jual harus dilakukan setelah perhitungan biaya produksi dan kualitas produk diketahui secara lebih pasti.

Program pupuk organik itu juga ditempatkan dalam rangkaian pemberdayaan masyarakat yang lebih luas. BNNK Gayo Lues ingin menghubungkannya dengan pengembangan komoditas kopi, terutama karena kopi merupakan salah satu sumber penghidupan penting bagi masyarakat di daerah tersebut.

Fauzun mengatakan BNNK mendorong petani untuk memperhatikan pola budidaya yang baik serta mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan kimia secara berlebihan. Menurut dia, produk pertanian dengan proses budidaya yang lebih ramah lingkungan memiliki peluang untuk dikembangkan, terutama jika diarahkan pada pasar yang membutuhkan standar kualitas tertentu.

Ia menyebut pihaknya telah membangun komunikasi dengan sejumlah pihak dalam rangka pengembangan kopi dari hulu hingga hilir. Tujuannya agar masyarakat tidak hanya menjual hasil pertanian sebagai bahan mentah, tetapi juga memperoleh nilai tambah dari proses pengolahan dan pemasaran.

Di sisi lain, BNNK melihat potensi pengembangan sektor pariwisata melalui konsep agrowisata. Kawasan perkebunan kopi dapat dikembangkan sebagai tempat kunjungan sekaligus ruang ekonomi baru bagi masyarakat, termasuk melalui konsep menikmati kopi langsung di kebun.

Fauzun mengatakan pelatihan keterampilan yang diberikan BNNK tidak berhenti pada pembuatan pupuk. Sebelumnya, terdapat pula kegiatan yang berkaitan dengan keterampilan barista dan pengembangan kopi. Menurut dia, keterampilan tersebut dapat saling terhubung apabila pemerintah desa, masyarakat dan perangkat daerah terkait mempunyai komitmen untuk mengembangkannya.

Karena itu, BNNK berharap dukungan dari pemerintah daerah, termasuk perangkat yang menangani pertanian dan pariwisata. Pendampingan dibutuhkan untuk memastikan kegiatan yang telah dimulai dapat berjalan sesuai tujuan dan berkembang menjadi kegiatan ekonomi masyarakat.

Selain pemerintah desa, unsur Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga diharapkan ikut melakukan pendampingan di tingkat lapangan. Fauzun mengatakan sejumlah peralatan yang digunakan selama pelatihan akan tetap berada di desa sehingga perlu dijaga dan dimanfaatkan untuk kegiatan produksi secara berkelanjutan.

Baca Juga :  Kepala BNNK Gayo Lues Kawal Monitoring Starbucks FSC, Program 165.755 Bibit Kopi Didorong Perkuat Ekonomi Kawasan Rawan Tanaman Terlarang

“Kita menginginkan adanya pengawasan dan pendampingan dari kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan dinas terkait,” ujarnya.

Kepala Desa Kute Bukit Rusli

Sementara, Kepala Desa Kute Bukit Rusli menyatakan pemerintah desa mendukung keberlanjutan program tersebut. Ia mengatakan mayoritas masyarakat di wilayahnya bekerja sebagai petani sehingga keterampilan pembuatan pupuk organik dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menurut Rusli, persoalan biaya sarana produksi pertanian menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petani. Karena itu, kemampuan membuat pupuk dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar desa dinilai dapat menjadi alternatif apabila kualitas dan biaya produksinya memang memenuhi kebutuhan petani.

Rusli mengatakan pemerintah desa terbuka untuk mendorong pembentukan kelompok usaha yang dapat melanjutkan hasil pelatihan. Ia juga menyampaikan rencana untuk mendorong pemanfaatan lahan yang selama ini belum produktif agar dapat kembali digunakan, termasuk untuk pengembangan tanaman kopi.

“Segala masalah latihan ini memang sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Rusli.

Ia berharap keterampilan yang diberikan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan, tetapi berkembang menjadi usaha masyarakat. Pemerintah desa, kata dia, akan berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan desa, termasuk mencari solusi terhadap kebutuhan biaya produksi.

Rusli juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan sumber daya manusia dan memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia. Menurutnya, masyarakat perlu mempunyai kemauan untuk bergerak dan mengembangkan usaha dengan memanfaatkan potensi desa

“Kami ingin menggalakkan petani-petani ini untuk maju terus, untuk memajukan sumber daya manusia ataupun sumber daya masyarakat,” ujarnya.

Bagi BNNK Gayo Lues, keberhasilan program tersebut pada akhirnya tidak hanya diukur dari kemampuan peserta menghasilkan pupuk pada saat pelatihan. Ukuran yang lebih penting adalah apakah keterampilan itu mampu bertahan, menghasilkan produk yang memenuhi standar, membuka kegiatan ekonomi dan memberi manfaat bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Karena itu, keberlanjutan program kini bergantung pada sejumlah tahapan berikutnya, mulai dari pengujian kualitas pupuk, pembentukan kelompok produksi, pendampingan pemerintah desa, penguatan kelembagaan BUMK atau koperasi, hingga pemasaran produk.

BNNK Gayo Lues berharap pola pemberdayaan seperti ini dapat menjadi bagian dari pencegahan berbasis masyarakat. Dengan membuka ruang usaha yang legal dan produktif, masyarakat diharapkan memiliki pilihan ekonomi yang lebih kuat sekaligus mampu membangun lingkungan desa yang lebih tahan terhadap masuknya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.

Sementara Pemerintah Desa Kute Bukit menyatakan komitmennya untuk mendorong masyarakat memanfaatkan keterampilan tersebut. Dukungan desa, menurut Rusli, akan diarahkan agar program dapat berkembang dan tidak berhenti setelah kegiatan tiga hari selesai.

Dengan demikian, pelatihan pupuk organik di Kute Bukit bukan hanya berbicara tentang bagaimana mengolah bahan menjadi pupuk. Program tersebut membawa agenda yang lebih luas: membangun keterampilan, menciptakan peluang usaha, memperkuat sektor pertanian dan membuka ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, BNNK serta perangkat daerah.

Keberhasilannya akan terlihat ketika pengetahuan yang diperoleh selama tiga hari berubah menjadi kegiatan produksi yang benar-benar berjalan dan memberi manfaat ekonomi bagi warga, Demikian Kepala Desa Kute Bukit Rusli mengatakan. []

Berita Terkait

Berawal dari Informasi Warga, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ungkap Dugaan Kepemilikan Sabu di Durin
PWI Aceh Diuji: Anggota Barsela Tagih Perubahan, Bukan Sekadar Janji
HUT ke-62 Golkar di Aceh Utara, dari Ziarah Makam Sultan hingga Santunan Anak Yatim: Merawat Kedekatan dengan Rakyat
Donor Darah Warnai HUT ke-75 Humas Polri, Polres Gayo Lues Perkuat Kepedulian Kemanusiaan
Anggaran Puluhan Miliar di RSUD M Sani Karimun Jadi Sorotan, Publik Menanti Penjelasan Realisasi Kegiatan 2026
Bantah Isu Kolusi, Kepsek TK Negeri Pembina Bangka Jaya: Pemilihan Komite Baru atas Usulan Wali Murid
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bawah Umur di Gayo Lues, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Bupati Gayo Lues Tinjau Persiapan Kebun Kopi Rakyat di Ume Lah, Dialog Bersama Warga Bahas Pengembangan Ekonomi Petani

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:57 WIB

Berawal dari Informasi Warga, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ungkap Dugaan Kepemilikan Sabu di Durin

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:33 WIB

HUT ke-62 Golkar di Aceh Utara, dari Ziarah Makam Sultan hingga Santunan Anak Yatim: Merawat Kedekatan dengan Rakyat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Donor Darah Warnai HUT ke-75 Humas Polri, Polres Gayo Lues Perkuat Kepedulian Kemanusiaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Anggaran Puluhan Miliar di RSUD M Sani Karimun Jadi Sorotan, Publik Menanti Penjelasan Realisasi Kegiatan 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Bantah Isu Kolusi, Kepsek TK Negeri Pembina Bangka Jaya: Pemilihan Komite Baru atas Usulan Wali Murid

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:07 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bawah Umur di Gayo Lues, Keluarga Tempuh Jalur Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:19 WIB

Bupati Gayo Lues Tinjau Persiapan Kebun Kopi Rakyat di Ume Lah, Dialog Bersama Warga Bahas Pengembangan Ekonomi Petani

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Peduli Kesehatan di Tengah Kabut Asap, Polres Gayo Lues Bagikan Masker Gratis kepada Masyarakat

Berita Terbaru

DAERAH

Hoe Internationale Casinomarkten Nederland Transformeren

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:17 WIB