Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

REDAKSI

- Redaksi

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:28 WIB

50150 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Arfi Ngah

Ada banyak cara mengenali watak seorang pemimpin. Sebagian memilih membaca rekam jejak kebijakan, sebagian lain menelisik pidato dan janji politiknya.

Namun sesekali, watak itu justru tampak paling jujur dalam peristiwa kecil yang nyaris luput dari sorotan. Subuh yang sunyi, jamaah yang sedikit, dan seorang kepala daerah yang berdiri di depan, memimpin shalat, tanpa kamera, tanpa kerumunan, tanpa tepuk tangan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pagi itu, Pendopo Bupati Gayo Lues tidak sedang menjadi pusat aktivitas resmi. Tidak ada agenda protokoler, tidak pula rombongan tamu besar. Yang terdengar hanya lantunan pengajian dari masjid-masjid sekitar, sebuah kebiasaan yang sudah menyatu dengan denyut Aceh setiap jelang Subuh.

Dalam suasana seperti itu, tubuh yang lelah setelah menempuh perjalanan panjang sejatinya punya banyak alasan untuk memilih tetap terlelap. Tetapi Subuh memang selalu menjadi ujian paling jujur tentang prioritas.

Shalat Subuh berjamaah di mushala pendopo itu berlangsung sederhana. Jamaahnya bisa dihitung dengan jari. Tidak lebih dari enam orang. Seorang ajudan, petugas pengamanan, dua personel Satpol PP yang tampaknya sedang piket, dan satu tamu yang kebetulan singgah.

Di hadapan mereka, berdiri seorang imam yang bukan ustaz tetap, bukan pula tokoh agama setempat, melainkan Bupati Gayo Lues sendiri, H. Muhammad Amru.

Pemandangan itu terasa ganjil sekaligus menenangkan. Ganjil, karena dalam realitas birokrasi hari ini, tidak banyak kepala daerah yang memulai hari dengan menjadi imam shalat bagi bawahannya. Menenangkan, karena di tengah riuh politik dan jabatan, masih ada pemimpin yang menempatkan dirinya sejajar dengan rakyat dan stafnya di hadapan Tuhan.

Baca Juga :  Hadapi Tantangan Tugas yang Kian Kompleks, Polres Aceh Utara Perkuat Kompetensi Personel

Jika ada yang tergesa menyebut peristiwa seperti ini sebagai pencitraan, logika sederhana segera membantahnya. Tidak ada kamera, tidak ada undangan, tidak ada publikasi. Jamaahnya terlalu sedikit untuk sebuah panggung politik.

Bahkan jika pun ingin membangun citra, tempat dan waktunya jelas bukan pilihan strategis. Subuh yang dingin di dataran tinggi Gayo Lues bukanlah ruang glamor untuk sebuah pertunjukan kekuasaan.

Justru di situlah maknanya terasa. Kepemimpinan, dalam wujud paling sunyi, kadang hadir bukan lewat pidato besar, melainkan lewat keteladanan yang nyaris tak disadari orang lain.

Bangun sebelum Subuh, berwudu dengan air dingin pegunungan, lalu berdiri memimpin shalat—itu bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan pesan diam bahwa jabatan tidak membebaskan seseorang dari disiplin spiritual.

Gayo Lues adalah daerah yang tidak ramah bagi tubuh malas. Udara dinginnya menuntut kesungguhan, bukan hanya fisik, tetapi juga mental. Ketinggiannya yang mencapai ribuan meter di atas permukaan laut membuat pagi hari terasa menggigit.

Dalam konteks itu, kehadiran seorang bupati di mushala sebelum fajar adalah cerminan pilihan hidup: memilih bangun, ketika alasan untuk tetap tidur begitu berlimpah.

Baca Juga :  Mentri Wihaji Tinjau Posyandu dan Rumah Gizi di Batu Mbulan, Pastikan Upaya Pencegahan Stunting Berjalan Efektif

Tidak semua orang harus mengidolakan sosok tertentu. Tidak pula setiap pemimpin harus dipuja. Namun ada momen-momen tertentu yang pantas dicatat sebagai pengingat, bahwa kekuasaan tidak selalu menjauhkan seseorang dari nilai-nilai dasar.

Bahwa politik tidak selalu identik dengan jarak, privilese, dan kenyamanan berlebih.
Lima tahun masa jabatan H. Muhammad Amru sebagai Bupati Gayo Lues kini telah selesai. Sejarah tentu akan menilai kepemimpinannya dari berbagai sisi:

kebijakan, pembangunan, dan dinamika politik daerah. Tetapi bagi sebagian orang, kenangan tentang kepemimpinan justru melekat pada hal-hal kecil yang bersifat personal. Subuh yang hening itu menjadi salah satunya.

Di tengah kelelahan perjalanan, Subuh di mushala pendopo justru menyisakan kesegaran batin. Bukan semata karena berhasil mengejar jamaah, melainkan karena menyaksikan langsung bahwa kepemimpinan bisa hadir dengan cara yang sangat manusiawi. Tanpa jarak. Tanpa formalitas. Tanpa keharusan untuk terlihat.

Barangkali, begitulah seharusnya pemimpin dikenang: bukan hanya dari apa yang tertulis di laporan, tetapi dari keteladanan yang diam-diam membekas. Dan Subuh di Negeri Seribu Bukit itu, tanpa disadari, telah mengajarkan satu hal penting—bahwa memimpin bukan selalu soal berada di depan barisan, melainkan soal kesiapan berdiri paling awal ketika yang lain masih mencari alasan untuk bangun.

Berita Terkait

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal
Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite
Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi
Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini
Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas
Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa
BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda
Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru