Bendungan Krueng Keureuto Resmi Beroperasi, Tonggak Baru Ketahanan Pangan Aceh Utara

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:50 WIB

5084 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara|Oposisi News 86 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Bendungan Krueng Keureuto di Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, Jumat (10/7/2026), sebagai bagian dari peresmian serentak lima bendungan strategis nasional. Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan diikuti secara virtual dari sejumlah daerah.

Di Aceh Utara, Bupati H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M. menghadiri langsung prosesi peresmian bersama jajaran pemerintah pusat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, para keuchik, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Peresmian tersebut menandai dimulainya pemanfaatan salah satu infrastruktur sumber daya air terbesar di Provinsi Aceh yang diproyeksikan menjadi pengungkit pertumbuhan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain Bendungan Krueng Keureuto, Presiden juga meresmikan Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, Bendungan Sidan di Bali, dan Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat. Kelima bendungan itu merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dirancang untuk menjawab tantangan penyediaan air, pengendalian banjir, serta peningkatan produktivitas sektor pertanian.

Baca Juga :  Keluarga Besar PT. Bank Aceh Syariah, Mengucapkan Selamat Atas Pelantikan Bustami Hamzah SE,M.Si Sebagai PJ. Gubernur Aceh, Semoga Amanah.

Bendungan Krueng Keureuto dibangun sejak 2015 dan rampung pada 2024 dengan nilai investasi sekitar Rp2,961 triliun. Infrastruktur tersebut memiliki kapasitas tampung 215,94 juta meter kubik, luas genangan mencapai 896,39 hektare, serta tinggi bendungan 74 meter.

Keberadaan bendungan ini akan mengairi lahan pertanian seluas 14.695 hektare yang meliputi Daerah Irigasi Alue Ubay Kanan, Alue Ubay Kiri, dan Pase Kanan. Dengan dukungan pasokan air yang lebih stabil, produktivitas pertanian diharapkan meningkat sehingga mampu memperkuat posisi Aceh sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional.

Selain mendukung irigasi, Bendungan Krueng Keureuto juga akan memasok air baku sebesar 650 liter per detik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kecamatan Paya Bakong, Tanah Luas, Pirak Timu, Matang Kuli, dan Lhoksukon. Infrastruktur ini juga dirancang memperkuat pengendalian banjir di kawasan hilir yang selama ini kerap terdampak luapan sungai saat musim penghujan.

Baca Juga :  Dari Ruang Digital Menuju Gerakan Kemanusiaan, Kepedulian Sosial di Aceh Selatan Menemukan Jalannya

Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil menyambut beroperasinya bendungan tersebut sebagai momentum penting bagi percepatan pembangunan daerah. Menurutnya, kehadiran Bendungan Krueng Keureuto bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang yang akan memberi manfaat besar bagi sektor pertanian, ketahanan air, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap Bendungan Krueng Keureuto mampu menjadi motor penggerak pembangunan Aceh Utara. Dengan ketersediaan air yang memadai, produktivitas pertanian meningkat, risiko banjir dapat ditekan, dan masyarakat memperoleh manfaat nyata dari pembangunan yang telah lama dinantikan,” ujar Bupati.

Beroperasinya Bendungan Krueng Keureuto menjadi tonggak penting pembangunan infrastruktur di Aceh. Tantangan berikutnya adalah memastikan pengelolaan dan pemanfaatannya dilakukan secara optimal sehingga investasi negara bernilai triliunan rupiah tersebut benar-benar menghadirkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang berkelanjutan bagi masyarakat. (SR)

Berita Terkait

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh
Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues
Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues
Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI
Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara
20 Pejabat Eselon II Diuji, Pemkab Aceh Utara Mulai Bongkar Formasi Pimpinan
Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka
Pengawasan Internal Diperketat, Polres Gayo Lues Pastikan Personel Bebas Narkoba dan Judi Online

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:05 WIB

‎Gotong Royong Bersihkan Pantai Ai Limung, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat ‎

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:38 WIB

Perkuat Pelayanan Air Bersih, Dandim 1607/Sumbawa Dukung Kebijakan Penyesuaian Tarif Perumda Batulanteh

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:05 WIB

Tim Inafis Turun Tangan Usai Penemuan ABK Meninggal di Perairan Gilimas

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:05 WIB

Kodim 1607/Sumbawa Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Penyiapan Satuan Perbantuan Triwulan II TA 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:53 WIB

Kasdim 1607/Sumbawa: Data Akurat Kunci Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Nasional

Senin, 29 Juni 2026 - 16:58 WIB

‎Kebersamaan TNI dan Rakyat Terwujud dalam Pembangunan Masjid Baiturrahman

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:53 WIB

Anggota Posramil 02/Plampang Gelar Patroli Malam Demi Jaga Keamanan Wilayah

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:54 WIB

Cegah Gangguan Sejak Dini, Patroli Rutin TNI Disambut Positif Masyarakat

Berita Terbaru