Satu Dekade Terabaikan, Jalan Geureudong Pase Kian Memprihatinkan

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Senin, 6 Juli 2026 - 14:53 WIB

5052 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara|Oposisi News 86 – Di saat pembangunan infrastruktur terus digaungkan, masyarakat Kecamatan Geureudong Pase justru masih bergelut dengan jalan utama yang rusak parah. Ruas sepanjang sekitar 17 kilometer yang menjadi penghubung ke ibu kota Kabupaten Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe itu telah bertahun-tahun luput dari perhatian.

Terakhir diaspal pada 2011, kondisi jalan kini nyaris tidak lagi mencerminkan fungsi sebagai jalur transportasi utama. Aspal mengelupas, lubang menganga di banyak titik, sementara sebagian badan jalan berubah menjadi hamparan tanah dan bebatuan.

Pantauan media pada Sabtu (4/7/2026) menunjukkan kendaraan hanya dapat melaju perlahan. Saat cuaca cerah, debu pekat beterbangan hingga mengganggu jarak pandang. Ketika hujan turun, ruas tersebut berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan membahayakan. Pengendara sepeda motor menjadi kelompok yang paling rentan, bahkan tidak sedikit yang terjatuh akibat kerusakan jalan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ironisnya, ruas itu merupakan satu-satunya akses masyarakat Geureudong Pase untuk mengangkut hasil pertanian, memperoleh layanan kesehatan, menempuh pendidikan, hingga menjalankan aktivitas perdagangan. Buruknya infrastruktur membuat biaya transportasi meningkat dan memperlambat perputaran ekonomi warga.

Baca Juga :  Satreskrim Polres Aceh Selatan Selesaikan Perkara KDRT Melalui Restorative Justice

Ketua Forum Geuchik Kecamatan Geureudong Pase, Muksin, mengatakan masyarakat telah menunggu hampir satu dekade tanpa kepastian.

“Jalan ini sudah rusak hampir sepuluh tahun. Sampai sekarang belum ada langkah nyata dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat. Padahal inilah urat nadi kehidupan masyarakat Geureudong Pase,” katanya.

Menurut Muksin, usulan perbaikan selalu disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), namun hingga kini belum pernah diwujudkan
.
“Kami melaksanakan kewajiban sebagai warga negara, termasuk membayar pajak. Karena itu kami juga berhak memperoleh pelayanan dasar berupa infrastruktur yang layak. Yang kami rasakan justru sebaliknya, seolah-olah Geureudong Pase berada di luar peta prioritas pembangunan,” ujarnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara segera mengambil langkah konkret agar masyarakat tidak terus menanggung risiko kecelakaan dan kerugian ekonomi akibat jalan yang terus memburuk.

Baca Juga :  Boat Race Langsa 2026 Berakhir Meriah, Hutan Kota Kian Didorong Jadi Pusat Wisata Olahraga Air Aceh

Keluhan senada disampaikan seorang tokoh masyarakat setempat. Menurutnya, kerusakan jalan telah menjadi beban berkepanjangan bagi para petani.

“Harga angkut hasil pertanian semakin tinggi karena kendaraan sulit melintas. Pendapatan petani ikut tergerus. Kami tidak meminta sesuatu yang berlebihan, hanya akses jalan yang layak agar masyarakat bisa hidup dan bekerja dengan lebih baik,” tuturnya.

Hampir 15 tahun setelah pengaspalan terakhir, jalan utama Geureudong Pase masih menyisakan ironi. Di tengah semangat pemerataan pembangunan, ribuan warga di kawasan pedalaman Aceh Utara masih harus menghadapi debu saat kemarau, lumpur saat hujan, serta ancaman kecelakaan setiap kali melintasi satu-satunya akses menuju pusat aktivitas.

Hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Aceh Utara maupun instansi berwenang mengenai jadwal atau rencana perbaikan ruas jalan Geureudong Pase. (SR)

Berita Terkait

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh
Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues
Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues
Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI
Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara
20 Pejabat Eselon II Diuji, Pemkab Aceh Utara Mulai Bongkar Formasi Pimpinan
Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka
Pengawasan Internal Diperketat, Polres Gayo Lues Pastikan Personel Bebas Narkoba dan Judi Online

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:05 WIB

‎Gotong Royong Bersihkan Pantai Ai Limung, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat ‎

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:38 WIB

Perkuat Pelayanan Air Bersih, Dandim 1607/Sumbawa Dukung Kebijakan Penyesuaian Tarif Perumda Batulanteh

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:05 WIB

Tim Inafis Turun Tangan Usai Penemuan ABK Meninggal di Perairan Gilimas

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:05 WIB

Kodim 1607/Sumbawa Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Penyiapan Satuan Perbantuan Triwulan II TA 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:53 WIB

Kasdim 1607/Sumbawa: Data Akurat Kunci Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Nasional

Senin, 29 Juni 2026 - 16:58 WIB

‎Kebersamaan TNI dan Rakyat Terwujud dalam Pembangunan Masjid Baiturrahman

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:53 WIB

Anggota Posramil 02/Plampang Gelar Patroli Malam Demi Jaga Keamanan Wilayah

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:54 WIB

Cegah Gangguan Sejak Dini, Patroli Rutin TNI Disambut Positif Masyarakat

Berita Terbaru