Menguak Dugaan Permainan Harga Elpiji 3 Kg di Cunda: Warga Tercekik, Harga Melambung

REDAKSI 2

- Redaksi

Selasa, 25 November 2025 - 09:39 WIB

50384 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe — Dugaan praktik permainan harga dan penyelewengan distribusi elpiji subsidi kembali menyeruak di Kota Lhokseumawe. Pangkalan gas UD Harum Manis di Keude Cunda, Kecamatan Muara Dua, disebut-sebut menjual elpiji tiga kilogram jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Di pangkalan yang dikelola seorang pria berinisial AS itu, harga gas melon disebut mencapai Rp 20 ribu per tabung.

Bagi warga kecil, selisih harga yang tampak sepele itu sesungguhnya pukulan yang terasa di dapur. “Kami sangat menderita. Harusnya pangkalan menjual sesuai HET. Tapi di sini harga seenaknya,” kata seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menyebut kenaikan harga itu seakan menjadi “aturan baru” tanpa ada penjelasan.

Namun keresahan warga tak berhenti di persoalan harga. Mereka mulai mempertanyakan pola distribusi yang dianggap janggal. Warga berkali-kali mendapati truk pengangkut elpiji menurunkan puluhan tabung di pangkalan tersebut, tetapi hanya berselang beberapa menit kemudian stok dinyatakan habis.

“Aneh. Gas baru masuk, tapi begitu kami datang langsung dibilang habis. Seolah-olah gas itu menghilang seketika,” ujar sumber tersebut. Warga semakin curiga bahwa tabung elpiji diduga disalurkan ke pihak tertentu dalam jumlah besar dengan harga lebih tinggi.

Beberapa warga lain yang ditemui di lokasi mengisahkan pengalaman serupa. Mereka merasa ada pola yang berulang: Tanpa papan informasisaat stock ada dan habis, tanpa daftar penerima, tanpa transparansi.

“Kami masyarakat biasa tak pernah tahu berapa stok yang masuk. Semua tertutup. Yang kami lihat hanya sisa amarah karena pulang dengan tangan kosong,” kata salah seorang ibu rumah tangga yang ditemui di depan pangkalan.

Warga semakin yakin bahwa mereka hanya menjadi penonton dalam mata rantai distribusi elpiji yang seharusnya berpihak kepada mereka. Sementara pangkalan, menurut dugaan warga, mengatur aliran barang bersubsidi itu ke berbagai jalur yang sulit mereka akses.

Baca Juga :  Puskesmas Syamtalira Aron Gelar Posyandu Remaja dan Program TAK: Upaya Nyata Tangani ODGJ Secara Mandiri

Masyarakat mendesak Disperindag Lhokseumawe dan aparat penegak hukum—baik kepolisian maupun pengawas migas—melakukan investigasi menyeluruh. Tak hanya sidak sesaat, tetapi audit distribusi, pemeriksaan dokumen penyaluran, hingga menelisik rantai pasok pangkalan.

“Kami meminta pemerintah dan aparat menindak tegas pangkalan yang nakal. Jangan biarkan permainan ini berlangsung terus. Gas bersubsidi itu hak masyarakat kecil, bukan komoditas untuk dipermainkan,” kata warga lain.

Upaya konfirmasi kepada pengelola pangkalan, Senin 24/11/2025, tidak berjalan mulus. Nomor wartawan yang mencoba menghubungi AS justru diblokir. Wartawan kemudian mengirim pesan dari nomor lain. Melalui WhatsApp, AS mengaku kesehatannya sedang menurun.

“Maaf adek, bapak baru pulang cek tensi darah. Tensi tinggi, umur bapak sudah 72. Kondisi bapak belum stabil,” tulisnya.

Namun pada pesan berikutnya, AS menegaskan bahwa informasi terkait penjualan gas di atas HET tidak benar. “Maaf, berita itu tidak benar. Bapak sekarang ada di Dayah Yapena Batuphat mengajar santri,” balasnya. (SR)

Berita Terkait

Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna
Kepala Biro UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe Ucapkan Selamat atas Wisuda H. Mashudi, S.H., M.Sos
Kepercayaan Publik yang Retak: Ketika Pemerintah Desa, Media, dan Masyarakat Gagal Bersinergi
APDESI Apresiasi Bupati Aceh Utara, Publikasi Desa Jadi Kunci Transparansi
Dandim 0103/Aceh Utara Rangkul Pers, Dorong Transparansi dan Percepatan Program Strategis
Publikasi Desa Tak Lagi Berhenti di Baliho: APDESI Aceh Utara Dorong Disiplin Perbup dan Lompatan Digital
Lima Bulan Pascabanjir, Dua Kelas SMAN 3 Putra Bangsa Masih Tanpa Meja-Kursi

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 05:56 WIB

Anggota Posramil 02/Plampang Gelar Patroli Malam Demi Jaga Keamanan Wilayah

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:22 WIB

Ciptakan Rasa Aman, Koramil 1607-04/Alas Laksanakan Patroli Rutin

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:16 WIB

Operasi Gabungan Koramil 1607-02/Empang, Polsek Empang dan Pemerintah Kecamatan Tarano Tertibkan Aktivitas Remaja Meresahkan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 21:42 WIB

‎Malam Aman, Warga Nyaman Berkat Kepedulian Bersama

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:55 WIB

‎Komsos Babinsa, Kunci Mewujudkan Lingkungan Aman dan Harmonis di Moyo Hilir

Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:52 WIB

Aksi Damai May Day di Sumbawa, Aliansi Mahasiswa Suarakan Isu Strategis Nasional dan Lokal

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:35 WIB

Komitmen Tanpa Henti, Koramil 1607-04/Alas Persempit Ruang Gerak Pelaku Kriminal

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:16 WIB

Babinsa Hadiri dan Dukung Pembukaan Paroso Cup II 2026 di Desa Moyo

Berita Terbaru

ACEH

Teror Terhadap Wartawan FRN Aceh Makin Brutal!

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:31 WIB