Sepuluh Tahun Leluasa: Bisnis Judi Siji di Moro Menantang Arahan Kapolri

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Senin, 29 September 2025 - 17:02 WIB

50250 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karimun/Kepri — Perintah tegas Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk “sikat habis” segala bentuk perjudian, baik darat maupun daring, tampaknya hanyalah gema yang tak terdengar di kawasan Moro, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Di tengah kencangnya instruksi dari Mabes Polri, bisnis haram judi jenis Siji (Singapura) justru terus berdenyut, bahkan disebut-sebut telah beroperasi leluasa selama hampir satu dekade tanpa tersentuh hukum.

Investigasi lapangan tim kami pada Jumat, 27/09/25, menemukan aktivitas penjualan nomor Siji Singapura ini berlangsung terbuka di warung-warung hingga rumah warga.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ini bukan rahasia. Aktivitas ini berjalan rutin, tiga kali seminggu: setiap Rabu, Sabtu, dan Minggu.

Toke Inisial D: Kebal Hukum Selama Satu Dekade

Menurut sumber tepercaya yang berhasil kami himpun, stabilitas bisnis gelap ini ada di tangan satu sosok, seorang “Toke Siji Moro” berinisial D. Yang mencengangkan, D dilaporkan telah menjalankan bisnis haram ini selama hampir 10 tahun.

Baca Juga :  Gubernur Ansar Ahmad Lantik Pejabat Baru BP Kawasan Karimun

Sepuluh tahun adalah rentang waktu yang terlalu panjang untuk sebuah pelanggaran hukum bisa berjalan mulus. Sumber kami menyebut, kelancaran operasi D yang seolah “aman-aman saja” memunculkan kecurigaan serius.

“Seperti sudah terkoordinasi, makanya tidak pernah terusik oleh aparat penegak hukum,” tutur sumber tersebut, mengisyaratkan dugaan adanya ‘kesepakatan tak tertulis’ yang membuat bisnis D kebal dari jerat hukum.

Respon Dingin dari Polsek Moro
Ketika dikonfirmasi mengenai temuan ini, respons dari Polsek Moro justru terkesan menafikan fakta di lapangan. Kapolsek Moro, AKP Sukowibowo, hanya menyampaikan jawaban normatif.

“Selama ini tidak ada, nanti anggota cek kelapangan,” ujarnya.

Ironisnya, janji untuk segera menerjunkan anggota guna pengecekan itu hingga berita ini diterbitkan belum ada realisasinya.

Kenyataan ini menambah daftar panjang kontras antara instruksi pusat yang berapi-api dengan implementasi di lapangan yang terkesan ‘dingin’ dan bertele-tele.

Arahan Kapolri yang Diabaikan?

Sikap aparat penegak hukum setempat memantik kritik pedas dari masyarakat. Seorang warga Karimun berinisial H, yang kami temui di sekitar Padi Mas, menyampaikan kekecewaannya.

Baca Juga :  RTH Perumahan Di Karimun Banyak Belum Penuhi Persyaratan

“Sudah jelas Arahan dari Kapolri untuk menindak segala jenis perjudian. Apakah Polsek Moro dan Polres Karimun tidak mengindahkan arahan tersebut?” tanya H dengan nada getir.

Situasi ini menempatkan Kepolisian Resor Karimun dan Kepolisian Sektor Moro dalam sorotan tajam. Masyarakat menuntut agar perintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo benar-benar diterapkan tanpa pandang bulu.

“Kita berharap aparat penegak hukum, dalam hal ini Polres Karimun dan Polsek Moro, segera menindak Toke Siji Moro ini, sesuai dengan arahan Kapolri agar segera menindak segala jenis perjudian di wilayah Republik Indonesia,” pungkas H, menyuarakan harapan publik akan keadilan dan penegakan hukum yang konsisten.

Sembilan tahun adalah waktu yang cukup untuk membersihkan sebuah wilayah dari praktik ilegal. Jika hingga kini bisnis Siji masih merajalela, pertanyaan besarnya bukan lagi apakah ada perjudian, melainkan siapa saja yang membiarkannya?. [SAJIRUN, S]

Berita Terkait

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu
APH di minta sikat rokok ilegal/ rokok tanpa pita cukai di tanjung batu.
Rokok Ilegal Diduga Kian Marak di Tanjung Batu, APH dan Bea Cukai Diminta Bongkar Jalur Distribusi hingga ke Akarnya
Rokok Tanpa Pita Cukai Diduga Marak di Tanjung Batu, Bea Cukai dan Aparat Diminta Telusuri Jalur Distribusi
“Dugaan Peredaran Ekstasi di Star Club Wiko Karimun Seolah Bebas, Aparat Dituntut Bertindak: Siapa yang Bertanggung Jawab?”
Dugaan peredaran narkoba jenis ekstasi  di Star club wiko semakin marak, di minta kapolda kepri  turunkan tim untuk memberantasnya.
Pertemuan di  rumah dinas bupati merupakan Tindak lanjut rapat dengar  pendapat umum ( RDPU ) bupati karimun dan dewan perwakilan daerah (DPD ) RI
Dugaan Peredaran Narkoba Jenis Pil Ekstasi Kembali Marak di Star Club Wiko

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:41 WIB

Lawan Narkoba dan Judol, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Rangkul Generasi Muda

Selasa, 3 November 2026 - 16:33 WIB

Babinsa Hadiri Reses Anggota DPRD Provinsi NTB di Desa Pamanto, Aspirasi Masyarakat Jadi Perhatian

Selasa, 3 November 2026 - 11:50 WIB

Pengembangan Kasus Pencurian Sapi di Labangka, Polsek Amankan Dua Terduga Pelaku Lain di Plampang!

Selasa, 3 November 2026 - 10:37 WIB

Polsek Labangka Gerak Cepat! Terduga Pencuri Sapi Nyaris Dihakimi Massa, Mobil Pickup Dirusak

Selasa, 3 November 2026 - 07:51 WIB

Melalui Patroli Malam, Koramil 1607-07/Lunyuk Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat Jaga Keamanan Lingkungan

Selasa, 3 November 2026 - 07:40 WIB

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 November 2026 - 07:33 WIB

Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Berita Terbaru