Operasi Patuh Jaya: Jakarta Timur “Disisir,” Pelanggar Lalu Lintas Kocar-Kacir di Pondok Jati

REDAKSI

- Redaksi

Rabu, 16 Juli 2025 - 08:10 WIB

50181 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA PUSAT – Petugas gabungan Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Timur dan Dinas Perhubungan bergerak cepat, menyisir kawasan sekitar Stasiun Pondok Jati, Jakarta Timur, dalam rangkaian Operasi Patuh Jaya 2025 pada Selasa (15/7/2025) pagi.

Hasilnya? Sejumlah pelanggar lalu lintas kocar-kacir, terendus dalam jaring operasi yang bertujuan menertibkan belantara jalan ibu kota.

Berbagai pelanggaran klasik terungkap, menjadi bukti nyata rendahnya kesadaran tertib berlalu lintas.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai dari pengendara sepeda motor yang nekat melawan arus seolah jalanan milik pribadi, pengendara yang abai keselamatan dengan tidak mengenakan helm, hingga kendaraan yang beroperasi tanpa Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) alias pelat nomor.

Baca Juga :  Kerja Sama IWO Dan Kedutaan Besar Ukraina Dengan Tema Hari Pers Sedunia Di Museum Sumpah Pemuda Jakarta.

Operasi Patuh Jaya memang bukan hal baru. Ini adalah agenda rutin yang saban tahun digelar untuk mendongkrak disiplin dan keselamatan di jalan raya Jakarta yang selalu padat.

Namun, ironisnya, pelanggaran serupa selalu berulang, seolah imbauan dan penindakan hanya angin lalu.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih tertib dalam berlalu lintas demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” ujar salah satu petugas di lokasi, sebuah imbauan yang terus digaungkan, namun seringkali tak digubris.

Baca Juga :  PBN Ucapkan Selamat HUT ke-80 TNI: "TNI Kebanggaan Bangsa, Benteng Pertahanan!

Penindakan kali ini diklaim dilakukan secara humanis, namun tetap tegas.

Harapannya, langkah ini mampu menekan angka pelanggaran dan, yang lebih penting, meminimalkan tragedi kecelakaan di Ibu Kota. Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: sampai kapan Operasi Patuh Jaya harus terus “mengobati” gejala, tanpa menyentuh akar permasalahan ketidaktertiban yang membudaya di jalanan Jakarta?. []

Berita Terkait

Di Tengah Tugas Kenegaraan, Haji Uma Tuntaskan Magister Cumlaude dan Diwisuda Bersama Putranya
Duka Mendalam Menyelimuti PWI, Zulmansyah Sekedang Berpulang di Tengah Pengabdian
Kasasi Di Tengah Kewajiban Transparansi: Saat Penjaga Hukum Dipertanyakan Komitmennya
Ramai di Medsos Soal Untung Mitra MBG, BGN Buka Data Sebenarnya
HPN 2026 Banten Sukses Digelar, Panitia Sampaikan Apresiasi kepada Seluruh Mitra dan Pemangku Kepentingan
HPN Banten 2026, PWI Pusat Salurkan 3.000 Paket Sembako Lewat Bakti Sosial
Jelang HPN dan Piala Dunia 2026, Insan Pers Perkuat Kebersamaan Lewat Sepak Bola
Tokoh Pers Senior Ikut Retret Bela Negara Wartawan PWI

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:15 WIB

Vonis SKTM RSUD dr. Iskak: Ketika Surat Orang Miskin Diduga Dijadikan Ladang Bancakan

Senin, 11 Mei 2026 - 22:19 WIB

Bersih Desa Picisan, Wujud Syukur dan Kekompakan Masyarakat

Selasa, 5 Mei 2026 - 01:31 WIB

Tri Hariadi Dilantik sebagai Pj Sekda, Menjaga Kontinuitas dan Stabilitas Tata Kelola Pemerintahan Tulungagung

Jumat, 24 April 2026 - 11:25 WIB

Plt. Bupati Tulungagung Segera Definitifkan Jabatan Kosong Kepsek

Kamis, 23 April 2026 - 22:18 WIB

Workshop Pantomim di Tulungagung Dorong Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa

Sabtu, 11 April 2026 - 17:54 WIB

OTT Di Tulungagung: Ketika Kekuasaan Daerah Kembali Diuji Oleh Hukum

Kamis, 9 April 2026 - 14:18 WIB

Tetap Masuk Kantor, Kepala Dinas di Tulungagung Dilarang Lakukan WFH

Kamis, 9 April 2026 - 14:15 WIB

Kabupaten Tulungagung Salurkan Bantuan Pangan 2.991 Ton Beras, Bupati Pastikan Tepat Sasaran

Berita Terbaru