Terkesan Lemah Tangani Kasus Korupsi, Ketum LMCM Minta Kejagung Evaluasi Kinerja Kejati Riau.

KABIRO MERANTI

- Redaksi

Rabu, 26 Juni 2024 - 21:18 WIB

50453 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Kabiro Oposisi-News86 Meranti, Yudi Yustira

PEKANBARU – Kejaksaan Agung Republik Indonesia saat ini sedang gencar-gencarnya menanangani kasus korupsi Kelas Kakap di Indonesia seperti kasus korupsi Timah, Kasus Korupsi Emas amAntam, Kasus Korupsi Tol MBZ, Kasus Korupsi BTS di Menkominfo dan masih banyak lainnya.

Penanganan kasus korupsi yang dilakukan korps Adhyaksa yang dipimpin oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin itu, tidak lain juga untuk menunjukkan Citra Publik terhadap pemberantasan tindak Pidana Korupsi di Indonesia.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun sepak terjang Kejaksaan Agung Republik Indonesia itu, tidak diikuti oleh jajaran bawahannya yang ada di daerah seperti Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.

Sehingga, Ketua Umum Laskar Melayu Cendikiawan Muda (LMCM) Propinsi Riau, Jefrizal kembali mengkritisi kinerja Kejaksaan Tinggi Riau itu yang terkesan Jalan ditempat, hal itu dibuktikan dengan banyaknya kasus-Kasus besar di Riau ini tidak sesuai yang diharapkan Masyarakat.(26/6/2024)

Apalagi semenjak Kejaksaan Tinggi Riau yang saat ini dipimpin oleh Akmal Abbas SH, MH, malah sering didemo oleh para aktivis korupsi, mahasiswa serta para pemuda yang perduli terhadap proses pembangunan di provinsi Riau ini. Bahkan bisa dikatakan Tiap Minggu, namun tidak ada tindaklanjut sama sekali, hal ini sangat mengecewakan nilai keadilan hukum dinegeri Lancang kuning ini.ungkapnya

Baca Juga :  Polres Meranti Gelar Apel Kesiapan Pengamanan Pleno KPU Hasil PSU TPS 02 Desa Tanjung Peranap

Terlihat secara indeks bahwa penanganan kasus korupsi yang ditangani Kejati Riau cenderung menurun.

“Sementara masyarakat sudah mengetahui bahwa kasus dugaan korupsi di Provinsi Riau sudah dalam darurat korupsi, keseriusan Kejati Riau dalam pemberantasan korupsi masih menurun, sangat jauh berbeda dengan atasannya, yaitu Kejaksaan Agung,” tambah Ketum LMCM itu.

Polemik dugaan kasus korupsi yang dinilai Kejati Riau kurang mampu mengungkap kasus, ditenggarai dugaan lemahnya mental Kejati Riau, untuk mengungkap berbagai kasus besar dugaan korupsi di Riau.

“Sebagai bukti banyak laporan masyarakat terkesan terabaikan oleh Kejati Riau, hampir tiap minggu pemuda, aktivis yang benci dengan KKN di propinsi Riau ini melakukan aksi demontrasi di depan Kejati Riau untuk menuntut tindaklanjut laporan mereka, faktanya kejati Riau berpesan masih Telaah, Pulldata lah penyelidikan lah. Sehingga Kepercayaan Publik terhadap Kejati Riau sangat menurun.

Baca Juga :  Tidak Tinggal Diam, Plt Bupati Asmar Terus Percepat Transfer DBH Migas dari Provinsi dan Pusat.

Persoalan ini seharusnya perlu menjadi atensi Jaksa agung untuk segera mengevaluasi Kepala Kejaksaan Tinggi Riau Akmal Abbas, SH, MH.

“Sangat mengecewakan rasanya, apabila masyarakat yang seharusnya cinta dan sudah percaya terhadap lembaga kejaksaan, justru turun drastis tingkat kepercayaannya akibat langkah Oknum yang masih lemah dan terkesan tutup mata itu.

Dalam uraian Jefrizal, bahwa ada beberapa laporan Dugaan Tindakpindana dan dugaan Kasus KKN lainnya yang dinilai tidak ada kejelasan. Salah satunya, laporan dugaan Penggelapan BB Oleh Oknum Kejari Kepulauan Meranti, Laporan Pencemaran lingkungan hidup dan Laporan Proyek Payung Listrik, laporan dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit Jiwa Tampan APBD Riau tahun 2022.

“Jika melihat rekam jejak dan beagrounnya, kami masih punya Harapan besar untuk Yang terhormat bapak Kejati Riau agar ambil langkah Cepat, Tetas dan tuntas atas beragam persoalan hukum yang urgen di bumi lancang Kuning ini teratasi dan tentunya bekerja secara Profesional dan berintegritas terus Meningkat”. Tutup Ketum DPP LMCM itu.[]

Berita Terkait

Solar Subsidi Jadi Rebutan, Dua Truk Kuning di SPBU Dundangan Disorot Tim Investigasi
Jalan Rusak 20 Tahun di Desa Topang, Ke Mana Arah Pembangunan? Desakan Audit Dana Desa Menguat
Dugaan Perizinan dan Asal Kayu Galangan Kapal di Serapung Disorot, Warga Desak Transparansi
Dugaan Pemukulan Anak Yatim di Areal Perkebunan Pelalawan Disorot, Seruan Hentikan Praktik “Hukum Rimba” Menguat
Humas PT Essa Indah Timber Bantah Dugaan Penebangan Pohon Bernilai Konservasi, Tokoh Masyarakat Siap Tempuh Jalur Hukum
Dugaan Penebangan Pohon Bernilai Konservasi di Area Kerja PT Essa Indah Timber Disorot, Aparat Diminta Usut Tuntas dan Buka Dokumen Perizinan
Dugaan Pelanggaran Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kerja Mencuat di PT Indosawit, Desakan Pengawasan Menguat
Pukul 14.00 WIB Kantor Desa Sari Makmur Masih Terkunci, Warga Pertanyakan Disiplin Pelayanan Publik

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 18:54 WIB

‎Sinergitas Terus Dijaga, Dandim 1607/Sumbawa Hadiri Rapat Rutin Forkopimda

Jumat, 18 September 2026 - 18:41 WIB

‎Babinsa Koramil 1607-12/Moyo Hilir Intensifkan Komsos, Dorong Warga Waspadai Kebakaran, Rabies dan Narkoba

Jumat, 18 September 2026 - 18:25 WIB

Polda NTB Tingkatkan Perkara Pengelolaan Anggaran BUMD PT. Energi Selaparang ke Tahap Penyidikan

Kamis, 17 September 2026 - 20:32 WIB

‎Dugaan Jual Beli Alsintan Berkedok Hibah, Roni Soroti 4 Combine Brigade Sumbawa

Kamis, 17 September 2026 - 17:29 WIB

Pengadilan Eksekusi Lahan Sengketa, Aparat Pastikan Situasi Aman

Kamis, 17 September 2026 - 17:23 WIB

Di Tengah Dinamika Zaman, Festival Ai Mangkung Menjadi Ruang Menjaga Identitas dan Kearifan Lokal Buer

Kamis, 17 September 2026 - 17:19 WIB

Babinsa Boak Perkuat Sinergi dalam Sosialisasi Batas Kawasan Hutan

Kamis, 17 September 2026 - 17:13 WIB

‎Jaga Kelancaran Penyaluran Bapang, Babinsa Berare Hadir Dampingi Masyarakat

Berita Terbaru