Maruarar Sirait Putuskan Keluar Dari PDIP

REDAKSI

- Redaksi

Senin, 15 Januari 2024 - 20:05 WIB

50653 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Politikus Maruarar Sirait memutuskan keluar dari PDIP.Dia menyambangi kantor DPP PDIP di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat pada hari ini, Senin (15/1).

Orang yang akrab disapa Ara itu mundur usai puluhan tahun menjadi kader partai berlambang banteng tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih ke Bu Mega, sudah izinkan saya berbakti kepada PDIP. Dan saya berdiskusi dengan keluarga terdekat. Saya memutuskan untuk pamit dari PDIP hari ini,” kata pria yang akrab disapa Ara tersebut dari dalam mobilnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ara mendoakan PDIP supaya tetap menjadi partai besar dan memperjuangkan Pancasila. Ia tak menjelaskan lebih lanjut akan melabuhkan ke partai apa ke depannya. Namun, Ara memastikan akan mengikuti langkah Presiden Joko Widodo.

Baca Juga :  Jita Anjini Bagi - Bagi Susu Di PAUD, Dorong Perbaikan Gizi Anak Jakarta

“Saya memilih mengikuti langkah Pak Jokowi. Karena saya percaya Pak Jokowi merupakan pemimpin yang dipercaya rakyat Indonesia. Kepercayaan publiknya 75-80 persen. Beliau sudah memperjuangkan banyak hal,” kata Ara.

“Izinkanlah dengan keterbatasan saya. Saya pamit. Semoga PDIP dapat kader yang lebih baik, loyal, profesional dan lebih berkualitas dibanding saya. Saya mohon pamit. Merdeka,” tambah dia.

Maruarar Sirait adalah politikus kelahiran Medan, 23 Desember 1969. Saat masih kuliah, dia aktif di organisasi kemahasiswaan, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Bandung, Jawa Barat.

Baca Juga :  Pimpinan Perusahaan Media, PT. Onedigi Mediatama Tidak Terima Wartawannya Di Ancam.

Dia lalu menjadi kader PDIP sejak tahun 1999. Jejaknya mengikuti karier sang ayah, Sabam Sirait yang telah lama menjadi kader PDI.

Karier Ara moncer di PDIP. Dia terpilih menjadi anggota DPR RI pada 2004-2009, 2009-2014 dan 2014-2019. Ara juga sempat digadang-gadang menjadi menteri dalam kabinet Presiden Jokowi yang pertama.

Ara merupakan putra dari petinggi PDI Sabam Sirait. Bahkan Sabam juga yang mendorong Megawati Soekarnoputri melanjutkan kepemimpinan PDI.

Sabam Sirait merupakan politikus kelahiran 13 Oktober 1936. Meninggal dunia pada 29 September 2021 lalu.

Sumber: CNN

Berita Terkait

Harapan Berkolaborasi di Pilkada 2024, Ir Jufri Hasanuddin Bersama DPW PA Silaturrahmi ke DPD II Golkar Abdya
Fachrul Razi: Ada Skenario Untuk Mengantikan Bendera Aceh
Polisi akan Rekayasa Lalin untuk Antisipasi Kemacetan saat Kampanye Prabowo—Gibran
Ketua KIP Gayo Lues, Persiapan Pemilu Sudah Capai 80 Persen
KIP Gayo Lues Tingkatkan Sosialisasi Pemilu
Ingat Tanggal 14 Februari 2024 Pemilu Serentak, Mari Ke TPS Terdekat, Dan Jangan Golput
Wujud Nyata Dekat Dengan Masyarakat, Ini yang dilakukan Ismail Sarlata Caleg DPRD Provinsi Riau
Ini Penjelasan Ketua KIP Gayo Lues, Terkait Pemilu Dan Pilkada Serentak Tahun 2024.
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:35 WIB

Gebrakan Ketua RT 04 Sungai Pasir, Gandeng PT Solnet Bangun Gapura dan Dorong Penataan Wilayah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:55 WIB

Bupati Karimun Diminta Tinjau Legalitas Operasional Mayatama Solusindo, Dugaan Kelengkapan Perizinan Jadi Sorotan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:49 WIB

Usaha Tanpa Izin Dipertanyakan, Pemkab Karimun Didesak Bertindak terhadap Dugaan Operasional ISP yang Belum Transparan

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:09 WIB

Hak Jawab Disampaikan Terkait Pemberitaan Penggunaan Anggaran di Lingkungan Imigrasi Karimun

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:34 WIB

Bupati Karimun Terima Kunjungan Tim Verifikasi dan Variasi Program Sekolah Nasional Terintegrasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:25 WIB

APH Diminta Periksa Sejumlah Kegiatan dan Anggaran Imigrasi Karimun Tahun 2025

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:43 WIB

Kanwil DJBC Khusus Kepri Bersama KPPBC TMP B Karimun Lakukan Pemusnahan  Barang Hasil Penindakan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:57 WIB

Jaringan Lelet

Berita Terbaru