Bukit Makarti Dan Barei Blang Desa Pedalaman Aceh Utara Yang Belum Tersentuh Kemerdekaan

REDAKSI 2

- Redaksi

Kamis, 8 Februari 2024 - 17:52 WIB

50464 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Aceh Utara – Samudera Pasai merupakan Kabupaten Aceh Utara dan salah satu Daerah yang memiliki kekayaan Alam yang sangat melimpah, dimana saat ini di kawasan tersebut terdapat banyaknya Perusahaan Migas Raksasa yang beroperasi tanpa henti, sehingga membuat nama Kabupaten tersebut gemerlap di telinga dunia luar.

Kemudian disisi Ekonomi, Daerah yang menghasilkan Ribuan Barel minyak Bumi dan Gas Alam dalam perharinya membuat daerah ini semakin dikenal oleh Dunia luar.

Namun sangat disayangkan, walaupun kekayaan Alamnya yang terkandung di Perut Bumi Samudera Pasai ini, toh hingga kini belum semua masyarakatnya menikmati. Bayangkan saja, sudah hampir 80 tahun Negara kita merdeka masih banyak Desa di Daerah tersebut yang belum merasakan arti sebuah kemerdekaan.

Salah satu contoh, di Daerah atau Desa yang selama ini masih belum tersentuh dengan namanya kemakmuran adalah Desa Barei Blang, Murah mulia dan Desa Bukit Makarti, Tanah Luas, yang keduanya masuk dalam Wilayah Kabupaten Aceh Utara.

Sungguh sangat disayangkan, hingga detik ini jalan satu satunya yang merupakan Akses penghubung Antara kedua Desa tersebut yang juga lintas keluar masuk masyarakat di Desa paling ujung Kecamatan Tanah Luas itu belum memiliki jembatan, dimana di lintasan itu terdapat sebuah anak sungai bernama Alue Pineung,
jika hujan sedikit saja keadaan lansung berubah menjadi banjir dan bahkan tidak bisa dilintasi.

Baca Juga :  Turnamen Sepak Bola Antar Dusun, Liga PSG Rayeuk Glang-glong Yang Ke-5 Dibuka Langsung Oleh Polsek Matangkuli

Apalagi baru baru ini kejadian yang sangat menyayat hati, yaitu satu peristiwa kejadian di kawasan tersebut di mana pada Jum’at 26/1/2024 Masyarakat harus menggotong jenazah yang mau dibawa Pulang ke Tanah Luas pada saat tengah malam karena tidak bisa dilewati oleh kendaraan Ambulance akibat banjir, akibat tidak adanya sarana Jembatan penghubung ke Desa tersebut.

Ironisnya, sampai dengan saat ini, kedua Desa yang berada di pedalaman Aceh Utara tersebut , luput dari perhatian Pemerintah setempat, baik itu Pemda Aceh Utara maupun Pemerintah Pemprov Aceh, seolah kedua Desa tersebut terkesan di anak tirikan dan bahkan sengaja dibiarkan tanpa luput dari Perhatian Pemerintah
Aceh Utara, seolah – olah tidak perduli dengan keadaan yang di alami oleh warga di kedua Desa pedalaman tersebut. Pemda sibuk dengan kegiatannya sendiri seolah permasalahan ini bukan tanggung jawabnya dan masalah ini tidak pernah ada .

Begitu juga dengan Legislatif yang sudah dipilih lima tahun lalu oleh masyarakat setempat, namun janji tinggal janji dan buktinya, hingga saat ini terkesan belum ada kepeduliannya terhadap masalah ini, dan justru sebaliknya mereka kembali datang dengan wajah polos seolah – olah mereka tidak bersalah, dan kemudian setelah lima tahun berlalu, mereka – mereka muncul kembali mencari, meminta dan mengemis dukungan dari Masyarakat yang selama ini tidak mereka perhatikan, Wow sungguh naib.

Baca Juga :  Aliansi Pers Turun ke Lapangan, Rehab Rekon Pascabanjir Aceh Mulai Diawasi

Dalam hal ini beberapa Masyarakat di dua Desa tersebut yang idenditasnya tidak mau disebutkan indentitasnya kepada Media ini, Kamis (8/2/2024) menyebutkan, kami selama ini sangat susah untuk keluar ke kota, takutnya pas kita pulang tidak bisa lewat karena banjir dan bahkan kondisi jalanpun sangat parah, dan hasil bumi terpaksa kami jual di bawah harga karena kondisi jalan atau akses yang susah, dan kami sangat mengharapkan kepada Pemerintah baik Pemda Aceh Utara maupun Pemprov Aceh, “tolong perhatikan kami di Pedalaman ini dan kami juga membayar pajak untuk pemerintah ,
janganlah kami di anak tirikan,” Tutup nya.

Semoga pemerintah Aceh Utara segera mengambil sikap dan mencari solusi terkait permasalahan yang ada di Desa Barei Blang, Murah mulia agar Masyarakat bisa menikmati yang namanya kemerdekaan. []

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama

Senin, 27 Juli 2026 - 13:23 WIB

852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:57 WIB

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:56 WIB

Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Berita Terbaru