Ronny Desak Petugas Dinsos yang Tidak Becus Dicopot

REDAKSI 2

- Redaksi

Minggu, 7 Januari 2024 - 13:30 WIB

50914 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Timur – Kordinator Front Anti Kejahatan Sosial (FAKSI) Ronny Hariyanto, mendesak Pj Bupati dan Kepala Dinas Sosial Aceh Timur, segera mencopot para petugas dinsos yang tidak becus bekerja dan diduga menyalahgunakan jabatan atau wewenangnya di lapangan, bersikap diskriminatif, arogan, bahkan mempraktekkan keberpihakan politik secara terselubung dalam pileg, yang jelas melanggar aturan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

” Kami sudah berulang kali memperingatkan kepala dinas soal anak buahnya diduga berpolitik menyalahgunakan wewenang, hingga kasus warga makan batang keladi karena tak ada beras, juga 4 warga terlantar sakit menahun yang hingga kini diabaikan, ini bukti petugas di lapangan tidak becus dan harus diganti, “kata Ronny, Minggu 7 Januari 2024.

 

Ronny menilai kinerja dinas sosial secara umum semakin merosot dan sewenang – wenang dalam dua tahun terakhir. Sehingga diperlukan perombakan, khususnya petugas yang berhubungan langsung dengan masyarakat di lapangan.

” Kami banyak mendengar laporan tentang petugas arogan yang diduga kerap memarahi masyarakat di lapangan sehingga masyarakat takut berurusan, hingga ke petugas yang diduga mengumpulkan sejumlah warga untuk mendukung calon tertentu di berbagai desa, ini tentunya sangat melanggar aturan, dan petugas seperti ini jangan di tempatkan lagi di lapangan, karena merugikan masyarakat dan citra dinsos,” Ketus Ronny.

Baca Juga :  Dedi Saputra Minta KIP Aceh Timur Jaga Netralitas dalam Perekrutan PPS

Putera Idi Rayeuk itu sangat menyesalkan ditemukannya kasus warga makan batang keladi diduga akibat tak mampu membeli beras dan memenuhi kebutuhannya.

” Kami lihat dinsos makin lama makin merosot kinerjanya, kayaknya petugasnya lalai, merasa di atas angin, sibuk berpolitik, yang jelas bukan urusannya, dan juga selfie – selfie, sampai ditemukan masyarakat kelaparan seperti itu, kejadian luar biasa seperti itu jangan dianggap enteng, jika tidak becus kami minta para petugas di lapangan itu semuanya dicopot saja, masih banyak yang lain bisa kerja,” ujar Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII)Provinsi Aceh itu.

Dia mengingatkan, harusnya dinas sosial berkaca pada kejadian – kejadian luar biasa yang telah terjadi, misalkan pembakaran kantor dinas sosial Aceh Timur baru – baru ini, yang juga dapat dipandang sebagai bentuk kritik atau protes masyarakat atas kinerja para petugas dinas sosial selama ini di Aceh Timur.

” Petugas dinas sosial di lapangan lagaknya macam penguasa, berlagak tuan pemilik bantuan, padahal dia cuma orang yang digaji mendistribusikan semua hal dari uang rakyat itu, tapi kadang lagaknya macam bupati atau kepala dinas di lapangan, banyak kami dengar aduan masyarakat yang kesal pada petugas, kalau pembakaran kantor itu dikatakan orang kena kejiwaaan itu entah kami gak tau, tapi apa yang makan batang keladi juga kena kejiwaan? sampai H. Uma harus turun tangan? Jadi jangan bersembunyi di balik ketidakbecusan itu,”ketus aktivis HAM yang dikenal cadas itu.

Baca Juga :  Kapolres Aceh Timur Imbau Pihak Sekolah Tingkatkan Keamanan

Ronny mengingatkan kepala dinas sosial Aceh Timur untuk segera mencopot semua petugasnya yang diduga bermain di lapangan, atau pihaknya akan menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor dinas sosial dan kantor bupati secara berjilid -jilid.

” Dalam beberapa kali aksi, kami sudah peringatkan kepala dinas sosial, juga dalam pemberitaan dan audiensi, bahwa diduga ada anggotanya yang aneh – aneh di lapangan, saat ini kami tidak tau apakah kadis itu tidak tahu apa yang terjadi dan dilakukan anak buahnya di lapangan, atau ada permainan di dalamnya, yang jelas kami desak ini agar segera di beresin,” Pungkas alumni Universitas Ekasakti itu menutup keterangannya.

[Tri nugroho Pangabean]

Berita Terkait

Proyek Tanggap Darurat, Diduga Tanpa Pengawasan; BNPB Vs Pemkab Aceh Timur Saling Lempar Tanggung Jawab
Dugaan Kejanggalan Proyek Sumur Bor BNPB di Aceh Timur, Metode Geolistrik Dipertanyakan
Aliansi Pers Kawal Rehab Rekon, Soroti Pembangunan Huntara Tak Pertimbangkan Aspek Ekologi
Rombongan Kafilah Aceh Timur Disambut Hangat di Pidie Jaya
Kafilah Aceh Timur Siap Mengikuti MTQ Aceh ke-37 di Pidie Jaya
Kafilah Aceh Timur Bersinar di MTQ ke-37 Provinsi Aceh, Ini Kata Bupati
Kafilah Aceh Timur Tunjukkan Prestasi Gemilang di MTQ Aceh XXXVII
Spanduk Utama Di Lapangan Upacara Perayaan Hari Santri di Aceh Timur, Jadi Sorotan

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 17:35 WIB

Gebrakan Ketua RT 04 Sungai Pasir, Gandeng PT Solnet Bangun Gapura dan Dorong Penataan Wilayah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:55 WIB

Bupati Karimun Diminta Tinjau Legalitas Operasional Mayatama Solusindo, Dugaan Kelengkapan Perizinan Jadi Sorotan

Jumat, 29 Mei 2026 - 15:49 WIB

Usaha Tanpa Izin Dipertanyakan, Pemkab Karimun Didesak Bertindak terhadap Dugaan Operasional ISP yang Belum Transparan

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:09 WIB

Hak Jawab Disampaikan Terkait Pemberitaan Penggunaan Anggaran di Lingkungan Imigrasi Karimun

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:34 WIB

Bupati Karimun Terima Kunjungan Tim Verifikasi dan Variasi Program Sekolah Nasional Terintegrasi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:25 WIB

APH Diminta Periksa Sejumlah Kegiatan dan Anggaran Imigrasi Karimun Tahun 2025

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:43 WIB

Kanwil DJBC Khusus Kepri Bersama KPPBC TMP B Karimun Lakukan Pemusnahan  Barang Hasil Penindakan

Senin, 18 Mei 2026 - 12:57 WIB

Jaringan Lelet

Berita Terbaru