Lhoksukon|Oposisi News 86 – Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., mengajak masyarakat menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah sebagai momentum memperdalam kecintaan kepada Rasulullah sekaligus merawat persaudaraan.
Ajakan tersebut disampaikan Ayah Wa, sapaan akrab Bupati Aceh Utara, kepada masyarakat di 27 kecamatan agar mengisi hari kelahiran Rasulullah dengan kegiatan yang sarat nilai keagamaan, mulai dari doa bersama hingga kenduri.
“Dengan memperingati dan mengadakan kenduri maulid, kita memohon kepada Allah agar mendapatkan syafaat Nabi Muhammad SAW di yaumil mahsyar kelak,” kata Ayah Wa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai tradisi Maulid yang tumbuh dan diwariskan lintas generasi di Aceh memiliki makna lebih luas daripada sekadar seremoni. Di dalamnya terdapat ruang untuk memperkuat silaturahmi, menumbuhkan kepedulian sosial, sekaligus menjaga denyut kehidupan keagamaan di tengah masyarakat.
Karena itu, Ayah Wa meminta masyarakat Aceh Utara di setiap kecamatan dan gampong turut menghidupkan momentum tersebut dengan penuh khidmat.
“Mari kita sambut 12 Rabiul Awal, hari lahir Nabi besar kita, Nabi Muhammad SAW. Di 27 kecamatan dan berbagai lapisan masyarakat di gampong-gampong, ayo semarakkan Maulid Rasul,” ujarnya.
Di Aceh Utara, perayaan Maulid umumnya berlangsung secara bergilir di masjid dan gampong selama beberapa bulan. Zikir, santunan anak yatim, doa bersama serta kenduri menjadi bagian dari rangkaian yang mempertemukan warga dalam suasana religius dan penuh kebersamaan.
Bagi pemerintah daerah, kelestarian tradisi tersebut tidak berhenti pada warisan budaya. Maulid menjadi salah satu ruang untuk meneguhkan nilai keislaman, mempererat hubungan antarsesama, serta menjaga karakter sosial masyarakat Aceh Utara yang berakar pada syiar Islam. (SR)




































