25 Pelajar Dikukuhkan Jadi Paskibraka Gayo Lues, Amanah Merah Putih Menanti

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:18 WIB

50169 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues|Oposisi News 86 — Sebanyak 25 pelajar yang terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Gayo Lues dikukuhkan oleh Bupati Gayo Lues Suhaidi pada Jumat malam, 14 Agustus 2026. Pengukuhan itu berlangsung di Blangkejeren, dua hari menjelang upacara peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pengukuhan tersebut bukan sekadar seremoni menjelang perayaan kemerdekaan. Di balik barisan seragam dan prosesi yang berlangsung khidmat, terdapat tanggung jawab besar yang kini melekat pada 25 pelajar tersebut. Mereka dipercaya menjadi bagian penting dalam upacara pengibaran bendera Merah Putih tingkat Kabupaten Gayo Lues pada 17 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Para anggota Paskibraka merupakan pelajar yang sebelumnya mengikuti rangkaian seleksi, pelatihan dan pembinaan. Proses itu menjadi tahapan penting sebelum mereka diberikan kepercayaan menjalankan tugas pada momentum kenegaraan yang hanya berlangsung sekali dalam setahun.

Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, orang tua anggota Paskibraka, pelatih, pembina serta pejabat daerah hadir dalam pengukuhan. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa tugas Paskibraka tidak hanya dipandang sebagai urusan teknis upacara, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
Bupati Gayo Lues Suhaidi menyampaikan apresiasi kepada para pelajar yang terpilih. Menurut dia, menjadi anggota Paskibraka merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dijalankan secara sungguh-sungguh.

“Terpilih menjadi anggota Paskibraka merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan. Tidak semua pelajar mendapatkan kesempatan ini,” kata Suhaidi.
Ia menekankan bahwa para pelajar yang terpilih harus mampu menjaga kedisiplinan, tanggung jawab, sikap serta semangat belajar. Pengalaman menjadi anggota Paskibraka, kata dia, seharusnya tidak berhenti setelah upacara selesai.

Baca Juga :  Hari Terakhir Bimtek Life Skill BNNK Gayo Lues, Pemuda Kampung Sangir Dibekali Keterampilan Produksi Pupuk Organik Bio Nuklir untuk Dorong Ekonomi Alternatif

Pesan tersebut penting. Sebab, kemerdekaan tidak cukup diperingati dengan seremoni, barisan pasukan, pengibaran bendera dan pidato pejabat. Nilai kemerdekaan justru diuji setelah acara selesai: apakah generasi muda memiliki disiplin, keberanian, integritas dan kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.
Di titik inilah pengukuhan Paskibraka semestinya tidak berhenti menjadi agenda tahunan pemerintah daerah.

Pembinaan terhadap pelajar harus memiliki kesinambungan. Jangan sampai pendidikan karakter hanya ramai ketika mendekati 17 Agustus, kemudian menghilang setelah bendera diturunkan.
Pemerintah daerah memiliki pekerjaan yang jauh lebih besar daripada sekadar memastikan upacara berjalan rapi.

Para pelajar yang telah ditempa melalui proses seleksi dan pelatihan perlu terus mendapatkan ruang untuk berkembang, baik melalui pendidikan, kegiatan kepemudaan maupun aktivitas sosial yang membangun.
Bagi 25 anggota Paskibraka, tugas terdekat sudah jelas. Mereka harus menjalankan pengibaran bendera Merah Putih pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.

Latihan yang telah dijalani menjadi modal untuk melaksanakan tugas dengan disiplin dan penuh tanggung jawab.
Namun masyarakat juga layak memberikan perhatian pada sisi lain dari momentum tersebut. Ketika pemerintah menyebut para anggota Paskibraka sebagai putra-putri terbaik daerah, predikat itu harus dibuktikan bukan hanya di lapangan upacara, melainkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Bupati Aceh Utara dan Satgas PRR tinjau korban cuaca ekstrem di Langkahan

Kedisiplinan harus terlihat dalam perilaku. Tanggung jawab harus tercermin dalam tindakan. Semangat kebangsaan harus hadir dalam kepedulian terhadap sesama. Jika tidak, Paskibraka berisiko hanya menjadi simbol seremonial yang selesai bersamaan dengan berakhirnya upacara.

Karena itu, pengukuhan 25 pelajar tersebut semestinya menjadi awal, bukan akhir. Pemerintah Kabupaten Gayo Lues perlu memastikan pembinaan generasi muda dilakukan secara konsisten dan tidak bersifat musiman. Masyarakat pun memiliki peran untuk mengawasi agar semangat yang dibangun melalui momentum kemerdekaan benar-benar memberi dampak.

Kemerdekaan ke-81 bukan hanya tentang mengingat perjuangan masa lalu. Bagi daerah seperti Gayo Lues, kemerdekaan juga berarti memastikan anak-anak muda memperoleh kesempatan untuk belajar, berkembang dan mengambil peran dalam pembangunan.

Pada 17 Agustus nanti, 25 pelajar itu akan berdiri membawa simbol negara di hadapan masyarakat Gayo Lues. Tugas mereka sederhana dalam bentuk, tetapi besar dalam makna: memastikan Merah Putih berkibar dengan sempurna.

Setelah itu, tantangan yang lebih besar menanti. Bukan lagi soal langkah kaki yang seragam, melainkan bagaimana mereka membawa disiplin dan semangat kebangsaan itu ke sekolah, keluarga dan lingkungan masyarakat. Di sanalah makna sesungguhnya dari Paskibraka akan diuji. [Red]

Berita Terkait

Berawal dari Informasi Warga, Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ungkap Dugaan Kepemilikan Sabu di Durin
PWI Aceh Diuji: Anggota Barsela Tagih Perubahan, Bukan Sekadar Janji
HUT ke-62 Golkar di Aceh Utara, dari Ziarah Makam Sultan hingga Santunan Anak Yatim: Merawat Kedekatan dengan Rakyat
Donor Darah Warnai HUT ke-75 Humas Polri, Polres Gayo Lues Perkuat Kepedulian Kemanusiaan
Anggaran Puluhan Miliar di RSUD M Sani Karimun Jadi Sorotan, Publik Menanti Penjelasan Realisasi Kegiatan 2026
Bantah Isu Kolusi, Kepsek TK Negeri Pembina Bangka Jaya: Pemilihan Komite Baru atas Usulan Wali Murid
Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Santriwati di Bawah Umur di Gayo Lues, Keluarga Tempuh Jalur Hukum
Bupati Gayo Lues Tinjau Persiapan Kebun Kopi Rakyat di Ume Lah, Dialog Bersama Warga Bahas Pengembangan Ekonomi Petani

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Hari Santri, Plt Bupati Tulungagung Janji Naikkan Insentif Guru Madin Jadi Rp 500 Ribu

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:42 WIB

Kunjungan Kerja Ibu Plt Ketua Tim Penggerak PKK Tulungagung Di Desa Ngujang.

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Rotasi 21 Pejabat Eselon II, Plt Bupati Tulungagung Minta Langsung Tancap Gas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 17:21 WIB

Plt. Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Jatim Fest 2026 di Surabaya

Senin, 28 September 2026 - 15:15 WIB

Turnamen Shrimp Army Bupati Cup 2026 Resmi Bergulir 32 Team Siap Guncang Gor Rejoagung.

Senin, 21 September 2026 - 21:53 WIB

Progres Proyek Jembatan Gondang Tulungagung-Trenggalek Rp 9,2 M Tahap Pemasangan Bentang

Senin, 21 September 2026 - 21:50 WIB

Gaungkan Jogo Tulungagung dan Satu Desa Satu Program” Plt. Bupati Tulungagung Turun ke Pagerwojo.

Sabtu, 19 September 2026 - 06:19 WIB

Satpol PP Tulungagung Bersama Bea Cukai Gencarkan Sosialisasi Gempur Rokok Ilegal di Barn Cafe

Berita Terbaru

DAERAH

Hoe Internationale Casinomarkten Nederland Transformeren

Kamis, 22 Okt 2026 - 22:17 WIB