Tulungagung|Oposisi News 86 – Anak-anak tidak lagi ditempatkan sebagai objek pembangunan semata. Di Tulungagung, mereka didorong menjadi bagian dari proses pengambilan gagasan, penyampaian aspirasi, hingga pengawasan terhadap pemenuhan hak-haknya sendiri.
Pesan itulah yang mengemuka saat Pemerintah Kabupaten Tulungagung memperingati Hari Anak Nasional ke-42 dengan membuka Kongres Anak 2026 sekaligus mengukuhkan Forum Anak atau Dewan Perwakilan Anak Kabupaten Tulungagung (DPATA) masa bakti 2025–2026 di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Senin (03/08/2026).
Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, SM., MM., mengatakan peringatan Hari Anak Nasional seharusnya tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa pemenuhan hak anak dan perlindungan terhadap mereka merupakan tanggung jawab bersama pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan,” pemerintah daerah menegaskan pentingnya membangun lingkungan yang aman, sehat, inklusif, dan ramah anak. Langkah itu dinilai menjadi fondasi untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, berdaya saing, serta memiliki akhlak yang baik di tengah perubahan sosial dan perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Ahmad Baharudin menilai anak-anak yang hadir dalam Kongres Anak bukan sekadar peserta kegiatan, melainkan bagian dari pembangunan daerah. Karena itu, Forum Anak diharapkan menjadi ruang yang memberi kesempatan kepada anak untuk menyampaikan ide, kritik, dan aspirasi mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran Forum Anak sebagai pelopor sekaligus pelapor. Sebagai pelopor, anggota forum diharapkan mampu memberi teladan melalui perilaku positif di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Sebagai pelapor, mereka didorong berani menyampaikan apabila menemukan dugaan pelanggaran terhadap hak-hak anak melalui mekanisme pengaduan yang telah disediakan pemerintah daerah sehingga setiap laporan dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Sementara itu, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Tulungagung, Dr. dr. Kasil Rokhmad, MMRS., menjelaskan bahwa Forum Anak kini telah terbentuk hingga tingkat desa dan kecamatan. Keberadaan forum tersebut menjadi wadah partisipasi anak sekaligus sarana membangun kepedulian terhadap berbagai persoalan yang mengancam tumbuh kembang generasi muda.
Menurutnya, forum tersebut memiliki peran strategis dalam mendorong pencegahan perundungan, kekerasan terhadap anak, serta penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan edukatif dan partisipatif. Dengan keterlibatan aktif anak, berbagai persoalan di lingkungan sekitar diharapkan dapat lebih cepat dikenali dan dikomunikasikan kepada pihak yang berwenang.
Dalam laporannya, Kasil juga menyampaikan bahwa Kabupaten Tulungagung berhasil meraih predikat Kabupaten Layak Anak (KLA) kategori Utama pada 2025. Capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dunia usaha, serta partisipasi masyarakat.
Pemerintah daerah kini tengah mempersiapkan verifikasi lapangan yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026 sebagai bagian dari upaya mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut.
Rangkaian Hari Anak Nasional tahun ini turut diisi dengan Kongres Anak 2026 sebagai ruang penyampaian aspirasi anak serta penyelenggaraan DPATA Awards 2026 untuk memberikan apresiasi kepada individu, komunitas, dan lembaga yang dinilai berkontribusi dalam pemenuhan hak serta perlindungan anak di Kabupaten Tulungagung.
Melalui forum tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulungagung berharap suara anak tidak berhenti sebagai simbol partisipasi, tetapi menjadi bagian dari penyusunan kebijakan yang menyangkut masa depan mereka.
Sebab, keberhasilan membangun daerah yang ramah anak tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, melainkan dari sejauh mana setiap anak memperoleh ruang untuk didengar, dihargai, dilindungi, dan tumbuh menjadi generasi penerus yang siap menghadapi tantangan masa depan. [Hartanto]




































