Pemkab Aceh Singkil dan PT PLB Tanam 3.000 Mangrove

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:32 WIB

5036 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Singkil|Oposisi News 86 – Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil bersama PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB) menanam 3.000 bibit mangrove di pesisir Desa Kilangan, Kecamatan Singkil, Selasa (28/7/2026), dalam rangka memperingati Hari Mangrove Sedunia.

Kegiatan tersebut menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan kawasan pesisir dari ancaman abrasi, perubahan iklim, dan kerusakan ekosistem.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penanaman mangrove dihadiri Wakil Bupati Aceh Singkil H. Hamzah Sulaiman, S.H., Kapolres Aceh Singkil, perwakilan DPRK Aceh Singkil, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Perikanan, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM, Camat Singkil, Keuchik Desa Kilangan, masyarakat nelayan, serta manajemen dan karyawan PT PLB.

Program tersebut merupakan inisiatif PT PLB yang secara konsisten melaksanakan penanaman mangrove sejak 2018 sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pelestarian lingkungan di wilayah operasionalnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Aceh Singkil H. Hamzah Sulaiman, S.H., menegaskan bahwa peringatan Hari Mangrove Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.

Baca Juga :  Benteng Terakhir Ada di Sekolah, BNNK Gayo Lues Minta Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Ruang Kelas

“Hari ini adalah ajakan untuk merenungkan kembali hubungan manusia dengan alam. Di tengah berbagai tantangan perubahan iklim, abrasi pantai, dan menurunnya kualitas lingkungan, mangrove menjadi benteng alami yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan menjaga ekosistem mangrove tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan kemitraan yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, organisasi lingkungan, dan generasi muda.

“Keberhasilan melestarikan ekosistem mangrove tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah, tetapi memerlukan kemitraan yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, organisasi lingkungan, dan generasi muda,” tambahnya.

Sementara itu, Vice President Operation Area PT Astra Agro Lestari Tbk., Cipta Wibama, mengatakan penanaman mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

“Pelestarian mangrove merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. Karena itu, PT PLB terus melaksanakan program penanaman mangrove secara berkesinambungan sejak tahun 2018,” katanya.

Baca Juga :  Jika Sukarela, Mengapa Dipatok Rp1 Juta?" Polemik Iuran AC di SMAN 3 Putra Bangsa Menggelinding

Ia menambahkan, sebanyak 3.000 bibit mangrove yang ditanam pada peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun ini diharapkan dapat mendukung rehabilitasi kawasan pesisir, menjaga habitat berbagai biota laut, serta mengurangi risiko abrasi pantai.

“Kami berharap kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha terus terjalin sehingga kawasan mangrove di Aceh Singkil tetap terjaga sebagai pelindung alami pesisir sekaligus habitat berbagai biota laut,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penanaman mangrove secara simbolis oleh Wakil Bupati Aceh Singkil bersama unsur Forkopimda, perwakilan PT Astra Agro Lestari Tbk. melalui PT Perkebunan Lembah Bhakti (PLB), kepala perangkat daerah, dan masyarakat sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kelestarian pesisir Aceh Singkil.

Peringatan Hari Mangrove Sedunia diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir agar tetap lestari serta memberikan manfaat bagi generasi mendatang. (ER.K)

Berita Terkait

Benteng Terakhir Ada di Sekolah, BNNK Gayo Lues Minta Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Ruang Kelas
LPTQ Matang Raya Juara Umum MTQ ke-38 Baktiya, Ini Harapan Camat
Hadapi Tantangan Tugas yang Kian Kompleks, Polres Aceh Utara Perkuat Kompetensi Personel
Ratusan Warga Gayo Lues Padati Sosialisasi JKN-JKA, DPRA Serap Aspirasi Perubahan Qanun Kesehatan Aceh
Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen
BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama
852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan
MTQ XXXVIII Baktiya Dibuka, 170 Peserta Berebut Tiket Terbaik Menuju Ajang Lebih Tinggi

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 23:22 WIB

Plampang Bersiap Jadi Role Model Sumbawa Hijau Lestari, Sinergi Pentahelix dan PENTASILVA Siap Ubah Wajah Pengelolaan Hutan

Rabu, 29 Juli 2026 - 22:05 WIB

Viral Video Pengerukan Pasir Pantai Berujung Investigasi! Aliansi Soroti Dugaan Reklamasi dan Pertanyakan Legalitas Tiga Perusahaan Tambak di Lunyuk

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:32 WIB

Koramil 1607-07/Lunyuk Tingkatkan Patroli Malam, Antisipasi Gangguan Kamtibmas Sejak Dini

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:19 WIB

Blokade Simpang Lito! Aliansi Masyarakat Lito, Pungkit dan Lantung Turun ke Jalan, 12 Tuntutan Selamatkan Lantung dari Dampak Tambang

Rabu, 29 Juli 2026 - 08:10 WIB

Koramil 1607-01 Perkuat Patroli, Cegah Gangguan Kamtibmas

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:44 WIB

Bangun Konektivitas Desa, Jembatan ARMCO di Marente Resmi Tuntas dan Siap Dimanfaatkan Warga

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:38 WIB

‎Babinsa Koramil 1607-03/Ropang Latih Paskibra Kecamatan Lenangguar Sambut HUT ke-81 Kemerdekaan RI

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:33 WIB

‎Gerakan Tanam Padi PM-AAS Jadi Momentum Perkuat Produksi Pertanian di Desa Kakiang

Berita Terbaru