Kepala BNNK Gayo Lues Kawal Monitoring Starbucks FSC, Program 165.755 Bibit Kopi Didorong Perkuat Ekonomi Kawasan Rawan Tanaman Terlarang

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:53 WIB

50129 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gayo Lues|Oposisi News 86 — Upaya mengubah kawasan yang pernah masuk kategori rawan tanaman terlarang menjadi sentra ekonomi berbasis kopi terus diperkuat. Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gayo Lues, Fauzul Iman, S.T., M.Si., bersama personel BNNK mendampingi Tim Starbucks Farmer Support Center (FSC) melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program pemberdayaan petani kopi di bawah naungan Koperasi Kopi Gayo Lues Bersinar, Selasa hingga Rabu, 21–22 Juli 2026.

Monitoring dilakukan di Desa Sepang dan Desa Porang, Kecamatan Blangkejeren, dengan meninjau langsung pembangunan rumah mesin pengolahan kopi (Ecomil), rumah kompos organik, serta kondisi tanaman kopi milik petani binaan yang sebelumnya menerima bantuan bibit unggul melalui program kolaborasi pemberdayaan kawasan rawan tanaman terlarang atau Grand Design Alternative Development (GDAD).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut melibatkan Kepala BNNK Gayo Lues bersama Tim Starbucks Farmer Support Center (FSC) Berastagi. Fokus utama monitoring adalah memastikan seluruh tahapan program berjalan sesuai rencana, mulai dari kesiapan infrastruktur pengolahan hasil panen hingga perkembangan tanaman kopi yang telah ditanam oleh para petani penerima manfaat.

Baca Juga :  Gayo Lues Catat Prestasi Nasional, LAN Tetapkan Indeks Kualitas Kebijakan 2025 dengan Predikat "Sangat Baik"

Dalam program tersebut, sebanyak 165.755 batang bibit kopi telah disalurkan kepada 160 petani binaan yang mengelola lahan seluas sekitar 104 hektare. Penyaluran bibit merupakan hasil kolaborasi antara BNNK Gayo Lues, PT Ujang Jaya Internasional, Starbucks Farmer Support Center (FSC), dan Koperasi Kopi Gayo Lues Bersinar sebagai bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Peninjauan terhadap mesin Ecomil menjadi salah satu perhatian utama. Mesin tersebut dirancang untuk mengolah buah kopi ceri menjadi gabah kopi yang bersih sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas hasil produksi petani. Kehadiran fasilitas itu dinilai dapat mempercepat proses pascapanen sekaligus memberi nilai tambah terhadap komoditas kopi yang dihasilkan petani binaan.

Selain mengecek kesiapan fasilitas pengolahan, tim juga turun langsung ke sejumlah kebun untuk melihat perkembangan tanaman kopi. Monitoring dilakukan guna memastikan pola tanam telah mengikuti standar operasional yang direkomendasikan Starbucks Farmer Support Center.

Bibit yang dibagikan merupakan bibit berkualitas yang diproduksi menggunakan media kokopit atau cocopeat, bukan media tanah, sehingga membutuhkan teknik budidaya yang sesuai agar tingkat keberhasilan tanaman tetap terjaga.
Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, berharap seluruh petani binaan dapat menjalankan proses budidaya sesuai standar yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Sambut Idul Adha 1447 H, Pemko Langsa Gelar Pasar Murah Terintegrasi untuk Tekan Inflasi dan Ringankan Beban Warga

Menurutnya, kepatuhan terhadap prosedur teknis menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas tanaman sekaligus mendukung keberhasilan program pemberdayaan yang sedang berjalan.

Program GDAD sendiri merupakan pendekatan pemberdayaan masyarakat yang mengedepankan penguatan ekonomi melalui komoditas legal dan produktif. Melalui pengembangan sektor kopi, masyarakat didorong memperoleh sumber penghasilan yang berkelanjutan sehingga diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi di wilayah yang menjadi sasaran program.

Selama dua hari pelaksanaan monitoring, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar. Peninjauan lapangan dimanfaatkan untuk mengevaluasi perkembangan program sekaligus memastikan dukungan yang telah diberikan benar-benar dimanfaatkan secara optimal oleh petani penerima bantuan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan menggunakan sumber anggaran non-DIPA Tahun 2026 dan menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui sinergi antara pemerintah, mitra swasta, koperasi, dan kelompok petani di Kabupaten Gayo Lues. [Mustafa Porang]

Berita Terkait

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues
Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues
Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI
Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara
20 Pejabat Eselon II Diuji, Pemkab Aceh Utara Mulai Bongkar Formasi Pimpinan
Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka
Pengawasan Internal Diperketat, Polres Gayo Lues Pastikan Personel Bebas Narkoba dan Judi Online
Kasus Sabu di Gayo Lues Kembali Terungkap, Tantangan Memutus Jaringan Masih Besar

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:18 WIB

20 Pejabat Eselon II Diuji, Pemkab Aceh Utara Mulai Bongkar Formasi Pimpinan

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:24 WIB

Pengawasan Internal Diperketat, Polres Gayo Lues Pastikan Personel Bebas Narkoba dan Judi Online

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:53 WIB

Kepala BNNK Gayo Lues Kawal Monitoring Starbucks FSC, Program 165.755 Bibit Kopi Didorong Perkuat Ekonomi Kawasan Rawan Tanaman Terlarang

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Kasus Sabu di Gayo Lues Kembali Terungkap, Tantangan Memutus Jaringan Masih Besar

Berita Terbaru