Menjaga Gerbang Negara dari Tingkat Desa, Imigrasi Lhokseumawe Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:05 WIB

5021 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe|Oposisi News 86 – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis masyarakat melalui program Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) di Desa Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Kegiatan yang berlangsung di MK Mulia Hotel Lhoksukon, Rabu (24/6/2026), menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi keimigrasian hingga ke tingkat gampong.

Program yang digagas Direktorat Jenderal Imigrasi tersebut dirancang untuk membangun kolaborasi antara negara dan masyarakat dalam mendeteksi serta mencegah berbagai persoalan keimigrasian. Mulai dari keberadaan orang asing, migrasi nonprosedural, hingga tindak pidana perdagangan orang dan penyelundupan manusia.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe, Azhan Miraza, menegaskan bahwa dinamika keimigrasian saat ini menuntut keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pengawasan yang efektif tidak hanya bertumpu pada aparat, tetapi juga membutuhkan kepedulian warga di lingkungan masing-masing.

“PIMPASA menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih dekat antara masyarakat dan Imigrasi. Informasi yang diperoleh dari lapangan akan mempercepat langkah pencegahan maupun penanganan berbagai persoalan keimigrasian,” kata Azhan.

Baca Juga :  Krueng Mbang Menenun Kemandirian dari Sawit dan Peternakan Rakyat

Ia menjelaskan, program tersebut juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya dokumen perjalanan yang sah, prosedur bekerja di luar negeri sesuai ketentuan, serta risiko hukum yang mengintai praktik keberangkatan ilegal.

Kegiatan dibuka oleh Camat Samudera, Ilyas, yang mengapresiasi hadirnya program tersebut di wilayahnya. Menurut dia, pemahaman mengenai isu keimigrasian menjadi semakin penting seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan terbukanya akses kerja ke luar daerah maupun luar negeri.

Sebagai simbol dimulainya peran aktif masyarakat dalam mendukung fungsi keimigrasian, dilakukan penyematan Petugas Imigrasi Pembina Desa. Momentum itu menandai penguatan sinergi antara Imigrasi, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan perangkat desa dalam membangun lingkungan yang tertib dan sadar hukum.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber lintas instansi. Kepala Bidang Intelijen dan Kepatuhan Internal Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Jamaluddin, mengulas pentingnya deteksi dini terhadap potensi pelanggaran keimigrasian di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Baitul Mal Aceh Selatan Soroti Penolakan Klaim BPJS Ketenagakerjaan terhadap Mustahiq Meninggal Dunia

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Aceh Utara, Saiful Bahri, menjelaskan tata cara bekerja ke luar negeri secara aman dan legal guna menghindari praktik penempatan pekerja migran yang melanggar aturan.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Lhokseumawe, AKP Faisal, menyoroti ancaman perdagangan orang dan penyelundupan manusia yang masih memerlukan kewaspadaan bersama. Adapun Kepala Desa Keude Geudong, M. Yusuf, menegaskan kesiapan pemerintah desa mendukung program yang berorientasi pada perlindungan warga.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi. Beragam pertanyaan mengemuka, mulai dari prosedur keimigrasian, perlindungan pekerja migran Indonesia, hingga mekanisme pelaporan apabila ditemukan indikasi pelanggaran di lingkungan sekitar.

Melalui PIMPASA, Imigrasi Lhokseumawe berupaya menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban keimigrasian. Selain memperkuat literasi hukum, program ini diharapkan mampu membangun budaya kewaspadaan dan koordinasi yang lebih efektif, sehingga kehadiran negara dapat dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. (SR)

Berita Terkait

Jejak Terakhir di Tujuh Bidadari: Dua Remaja Aceh Utara Hilang, Motor Tinggal di Lokasi
Jika Sukarela, Mengapa Dipatok Rp1 Juta?” Polemik Iuran AC di SMAN 3 Putra Bangsa Menggelinding
Banjir Putuskan Akses Badak dan Aih Bobok, Aktivitas Warga Lumpuh Total
Diziarahi Warga, Diabaikan Negara: Fasilitas Makam Tgk Chiek di Matjang Membusuk Dimakan Usia
Krueng Mbang Menenun Kemandirian dari Sawit dan Peternakan Rakyat
Saat Desa Menjaga Akhlak: Tradisi Mengaji Tetap Hidup di Suka Damai
SDN 3 Geureudong Pase: Murid Belajar di Teras, Pagar Sekolah Tinggal Nama
Menggema Aceh Utara Bangkit! Bupati dan Wabup Lepas Pawai Ta’aruf 1 Muharram

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:18 WIB

‎Babinsa Koramil 1607-09/Utan Kawal Penguatan Aparatur Desa Melalui Pelantikan Kadus

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:40 WIB

Ciptakan Lingkungan Aman dan Kondusif, Babinsa Brang Bara Aktif Berikan Imbauan kepada Warga

Rabu, 24 Juni 2026 - 20:42 WIB

‎Hadir di Tengah Masyarakat, Koramil Utan Perkuat Stabilitas Keamanan Wilayah

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:19 WIB

‎Kasdim Mayor Inf Amdatullah: KKN UGM Diharapkan Berikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat Sumbawa

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:13 WIB

‎Babinsa Hadir Dampingi Pelatihan Kebencanaan, Perkuat Respons Darurat Tingkat Desa

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:06 WIB

‎Babinsa Hadir di Tengah Masyarakat, Dukung Tradisi Sedekah Zakat Desa Lebangkar

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:48 WIB

Ringankan Beban Masyarakat, Babinsa Desa Pungka Dampingi Penyaluran Bantuan Pangan untuk 272 Penerima Manfaat

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:31 WIB

Sinergi Babinsa, Pemdes dan Kejari Sumbawa, Dana Desa 2026 Siap Dikelola Secara Transparan dan Tepat Sasaran

Berita Terbaru