Menjaga Gerbang Negara dari Tingkat Desa, Imigrasi Lhokseumawe Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:05 WIB

5079 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe|Oposisi News 86 – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe memperkuat pengawasan keimigrasian berbasis masyarakat melalui program Petugas Imigrasi Pembina Desa (PIMPASA) di Desa Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Kegiatan yang berlangsung di MK Mulia Hotel Lhoksukon, Rabu (24/6/2026), menjadi bagian dari upaya memperluas edukasi keimigrasian hingga ke tingkat gampong.

Program yang digagas Direktorat Jenderal Imigrasi tersebut dirancang untuk membangun kolaborasi antara negara dan masyarakat dalam mendeteksi serta mencegah berbagai persoalan keimigrasian. Mulai dari keberadaan orang asing, migrasi nonprosedural, hingga tindak pidana perdagangan orang dan penyelundupan manusia.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe, Azhan Miraza, menegaskan bahwa dinamika keimigrasian saat ini menuntut keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pengawasan yang efektif tidak hanya bertumpu pada aparat, tetapi juga membutuhkan kepedulian warga di lingkungan masing-masing.

“PIMPASA menjadi sarana membangun komunikasi yang lebih dekat antara masyarakat dan Imigrasi. Informasi yang diperoleh dari lapangan akan mempercepat langkah pencegahan maupun penanganan berbagai persoalan keimigrasian,” kata Azhan.

Baca Juga :  Tenggelam Saat Mandi di Sungai Rayap, Remaja Asal Dewantara Ditemukan Meninggal Dunia

Ia menjelaskan, program tersebut juga bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya dokumen perjalanan yang sah, prosedur bekerja di luar negeri sesuai ketentuan, serta risiko hukum yang mengintai praktik keberangkatan ilegal.

Kegiatan dibuka oleh Camat Samudera, Ilyas, yang mengapresiasi hadirnya program tersebut di wilayahnya. Menurut dia, pemahaman mengenai isu keimigrasian menjadi semakin penting seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan terbukanya akses kerja ke luar daerah maupun luar negeri.

Sebagai simbol dimulainya peran aktif masyarakat dalam mendukung fungsi keimigrasian, dilakukan penyematan Petugas Imigrasi Pembina Desa. Momentum itu menandai penguatan sinergi antara Imigrasi, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan perangkat desa dalam membangun lingkungan yang tertib dan sadar hukum.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber lintas instansi. Kepala Bidang Intelijen dan Kepatuhan Internal Kanwil Direktorat Jenderal Imigrasi Aceh, Jamaluddin, mengulas pentingnya deteksi dini terhadap potensi pelanggaran keimigrasian di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Aceh Utara, Saiful Bahri, menjelaskan tata cara bekerja ke luar negeri secara aman dan legal guna menghindari praktik penempatan pekerja migran yang melanggar aturan.

Sementara itu, Kasat Binmas Polres Lhokseumawe, AKP Faisal, menyoroti ancaman perdagangan orang dan penyelundupan manusia yang masih memerlukan kewaspadaan bersama. Adapun Kepala Desa Keude Geudong, M. Yusuf, menegaskan kesiapan pemerintah desa mendukung program yang berorientasi pada perlindungan warga.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi diskusi. Beragam pertanyaan mengemuka, mulai dari prosedur keimigrasian, perlindungan pekerja migran Indonesia, hingga mekanisme pelaporan apabila ditemukan indikasi pelanggaran di lingkungan sekitar.

Melalui PIMPASA, Imigrasi Lhokseumawe berupaya menempatkan masyarakat sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban keimigrasian. Selain memperkuat literasi hukum, program ini diharapkan mampu membangun budaya kewaspadaan dan koordinasi yang lebih efektif, sehingga kehadiran negara dapat dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. (SR)

Berita Terkait

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori Kecam Putusan MK Soal Ijazah Gibran
Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan 957 Gram Ganja di Pining, Satu Terduga Pelaku DPO
Candri Kardi SE Bawa Gagasan Penataan Dusun dan Penguatan Resam Kampung Jawa
Proyek Irigasi Rp3 Miliar di Gayo Lues Kembali Jebol, Setahun Sawah Warga Tak Tergarap
Rasa Memiliki Solidaritas Sesama Insan Pers, Keluarga Besar ASWIN Gayo Lues Hadiri 7 Hari Berpulangnya Rekan Wartawan Tarmizi
Pemkab Gayo Lues Mutasi Puluhan Pejabat Eselon III dan IV, Sejumlah Posisi Strategis Berganti
Kompol Junaidi Resmi Jabat Wakapolres Gayo Lues, Kapolres Minta Pejabat Baru Segera Beradaptasi
Dari Hasil Laut Menjadi Produk Bernilai, Jamaluddin Idham Bantu Alat Pengolah Ikan Untuk Dua Kelompok di Simeulue

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Ketua Umum PJI Hartanto Boechori Kecam Putusan MK Soal Ijazah Gibran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:44 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Amankan 957 Gram Ganja di Pining, Satu Terduga Pelaku DPO

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:36 WIB

Candri Kardi SE Bawa Gagasan Penataan Dusun dan Penguatan Resam Kampung Jawa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:20 WIB

Rasa Memiliki Solidaritas Sesama Insan Pers, Keluarga Besar ASWIN Gayo Lues Hadiri 7 Hari Berpulangnya Rekan Wartawan Tarmizi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Pemkab Gayo Lues Mutasi Puluhan Pejabat Eselon III dan IV, Sejumlah Posisi Strategis Berganti

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:52 WIB

Kompol Junaidi Resmi Jabat Wakapolres Gayo Lues, Kapolres Minta Pejabat Baru Segera Beradaptasi

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:19 WIB

Dari Hasil Laut Menjadi Produk Bernilai, Jamaluddin Idham Bantu Alat Pengolah Ikan Untuk Dua Kelompok di Simeulue

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:07 WIB

HUT TNI ke-81 di Gayo Lues Diwarnai Kejutan, Kapolres: Sinergitas Harus Terus Dirawat

Berita Terbaru