Karimun |Oposisi News 86 — Ketua RT 04/RW 04 Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Lamhot JF Naibaho, kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun lingkungan yang dipimpinnya. Setelah resmi dilantik sebagai Ketua RT pada 14 Januari 2026, Lamhot bergerak cepat melakukan berbagai pembenahan administratif dan sosial kemasyarakatan yang kini mulai dirasakan manfaatnya oleh warga.

RT 04 merupakan wilayah yang baru dimekarkan dari RT 02 RW 04 Kelurahan Sungai Pasir. Sebagai ketua RT pertama di wilayah tersebut, Lamhot dihadapkan pada tantangan membangun sistem administrasi sekaligus memperkuat identitas lingkungan yang baru terbentuk. Namun dalam waktu relatif singkat, sejumlah program telah berhasil dijalankan.
Pria kelahiran Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, itu langsung menyusun perangkat RT dan melibatkan unsur kepemudaan untuk mendukung berbagai program kemasyarakatan.
Salah satu program yang menjadi perhatian warga adalah “RT Mendengar”, sebuah pendekatan yang membuka ruang komunikasi antara masyarakat dan pengurus lingkungan guna menyerap berbagai aspirasi maupun persoalan yang dihadapi warga.
Melalui program tersebut, pengurus RT melakukan pendataan anak usia sekolah yang wajib mengikuti program pendidikan dasar sembilan tahun. Data yang dihimpun kemudian disampaikan kepada pihak terkait dan mendapat respons dari Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pendidikan.
Selain itu, pendataan warga dan penyesuaian administrasi kependudukan sesuai wilayah RT 04 juga menjadi fokus utama guna memastikan tertib administrasi di lingkungan tersebut.
Langkah terbaru yang menjadi perhatian masyarakat adalah pembangunan gapura di pintu masuk Jalan Sahata yang terhubung dengan Jalan Jenderal Soedirman, salah satu akses utama menuju kawasan RT 04. Pembangunan gapura tersebut terlaksana melalui kerja sama dengan PT Solnet Tanjung Balai Karimun yang memberikan dukungan penuh terhadap pembiayaan proyek tersebut.
Saat ditemui, Lamhot menjelaskan bahwa pembangunan gapura memiliki makna lebih dari sekadar bangunan fisik. Menurutnya, keberadaan gapura menjadi simbol identitas sekaligus penanda wilayah yang tertata dan memiliki semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungannya.
“Gapura merupakan pintu gerbang yang menunjukkan identitas suatu wilayah. Dengan adanya gapura, masyarakat maupun tamu yang datang dapat mengetahui bahwa wilayah ini memiliki kepedulian terhadap penataan lingkungan dan kebersihan. Ini juga menjadi simbol kebanggaan warga RT 04,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pembangunan gapura tersebut menelan anggaran hingga puluhan juta rupiah yang seluruhnya didukung oleh PT Solnet. Atas kontribusi tersebut, Lamhot menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada manajemen perusahaan yang dinilai telah menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat.
Menurut dia, dukungan sektor swasta terhadap pembangunan lingkungan sangat penting dalam mempercepat berbagai program yang manfaatnya dapat langsung dirasakan warga. Ia berharap sinergi seperti ini dapat terus terjalin pada masa mendatang.
“Terima kasih kepada PT Solnet Tanjung Balai Karimun yang telah membantu pembangunan gapura ini. Semoga perusahaan semakin berkembang dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Kami juga berharap warga dapat mendukung perusahaan yang telah menunjukkan kepeduliannya kepada lingkungan,” katanya.
Berdasarkan perkembangan pekerjaan di lapangan, pembangunan gapura saat ini telah memasuki tahap akhir. Jika tidak ada kendala, dalam beberapa hari ke depan akan dilaksanakan acara serah terima dari pihak perusahaan kepada warga RT 04/RW 04 Kelurahan Sungai Pasir.
Keberhasilan menghadirkan pembangunan gapura tersebut menambah daftar program yang telah direalisasikan sejak Lamhot menjabat sebagai Ketua RT. Di kalangan masyarakat, sosoknya dikenal aktif turun langsung ke lapangan dan responsif terhadap berbagai persoalan warga.
Tidak hanya fokus pada pembangunan lingkungan, Lamhot juga kerap menyuarakan berbagai masukan kepada Pemerintah Kabupaten Karimun terkait penguatan kapasitas para ketua RT. Salah satu gagasan yang pernah disampaikannya adalah pentingnya penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan bagi ketua RT agar pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih profesional dan terukur.
Usulan tersebut mendapat beragam tanggapan positif dari masyarakat, termasuk di media sosial. Banyak warga menilai peningkatan kapasitas aparatur lingkungan menjadi kebutuhan yang relevan mengingat peran RT merupakan ujung tombak pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Di tengah berbagai tantangan pembangunan lingkungan perkotaan, langkah yang dilakukan Ketua RT 04 Sungai Pasir menunjukkan bahwa kolaborasi antara masyarakat, perangkat lingkungan, pemerintah, dan dunia usaha dapat menghasilkan perubahan nyata.
Pembangunan gapura yang kini hampir rampung bukan hanya menjadi simbol fisik sebuah wilayah, tetapi juga mencerminkan semangat gotong royong dan kepemimpinan yang berorientasi pada kemajuan masyarakat.
Dengan sejumlah program yang telah berjalan dan dukungan warga yang terus menguat, RT 04 Kelurahan Sungai Pasir kini mulai membangun identitasnya sebagai lingkungan yang tertata, aktif, dan terbuka terhadap berbagai inovasi demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. [Sajirun,S]









































