Harimau Sumatera Kembali Serang Warga di Gayo Lues, Ketakutan Masyarakat Putri Betung Kian Meningkat

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 21:14 WIB

50171 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Putri Betung,Gayo Lues |Oposisi News 86 – Peristiwa konflik antara manusia dan satwa liar kembali terjadi di wilayah pedalaman Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Seorang warga Desa Singah Mulo, Kecamatan Putri Betung, dilaporkan mengalami luka serius setelah diterkam Harimau Sumatera saat sedang bekerja di kebun miliknya sendiri, Selasa (19/05/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kejadian tersebut menambah kekhawatiran masyarakat yang dalam beberapa bulan terakhir mengaku semakin sering melihat kemunculan harimau di sekitar kawasan perkebunan dan permukiman warga.
Korban diketahui bernama Roni (26), warga Dusun Ayu Ara, Desa Singah Mulo.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga di lapangan, saat kejadian korban sedang melakukan aktivitas rutin membersihkan area kebun yang berada tidak jauh dari kawasan hutan lindung. Kondisi perkebunan saat itu relatif sepi karena sebagian warga memilih pulang lebih awal akibat meningkatnya rasa takut setelah beberapa kali muncul laporan keberadaan Harimau Sumatera di sekitar kebun masyarakat.

Suasana yang semula tenang mendadak berubah mencekam ketika terdengar teriakan keras meminta pertolongan dari arah kebun korban. Teriakan tersebut sontak membuat warga sekitar panik. Salah seorang warga bernama Samin (39), yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian, mengaku terkejut mendengar jeritan korban yang terdengar sangat jelas dari balik semak-semak perkebunan.

Tanpa memikirkan risiko keselamatan dirinya, saksi bersama beberapa warga lain langsung berlari menuju sumber suara dengan melewati jalan setapak yang dipenuhi semak belukar dan pepohonan rapat. Setibanya di lokasi, warga mendapati korban dalam kondisi tergeletak dan bersimbah darah dengan luka cukup parah di bagian wajah dan bahu sebelah kiri.

Dalam keadaan lemah sambil menahan rasa sakit, korban sempat menyampaikan bahwa dirinya baru saja diserang Harimau Sumatera yang muncul secara tiba-tiba dari arah semak.

Diduga kuat satwa buas tersebut telah lebih dahulu mengintai korban sebelum akhirnya melakukan serangan secara mendadak. Korban yang tidak sempat menyelamatkan diri langsung diterkam dan dicakar di bagian tubuh atas.

Baca Juga :  33 KPM di Matang Linya Terima BLT Dana Desa, Santunan Anak Yatim Turut Disalurkan

Warga menduga harimau tersebut masih berada tidak jauh dari lokasi kejadian karena suasana sekitar kebun saat itu masih terasa sangat mencekam dan sepi.

Melihat kondisi korban yang terus kehilangan darah, warga segera memberikan pertolongan seadanya menggunakan peralatan yang tersedia di lokasi.

Dengan penuh kepanikan dan keterbatasan akses menuju fasilitas kesehatan, korban kemudian dievakuasi keluar dari area perkebunan menggunakan sepeda motor menuju rumahnya sebelum akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Salahuddin Aceh Tenggara untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek pada bibir bagian atas dan bawah, serta luka serius di bahu kiri akibat cakaran dan gigitan harimau. Hingga kini korban masih menjalani perawatan intensif karena luka yang dialaminya cukup dalam dan memerlukan tindakan medis lanjutan.

Peristiwa ini kembali memunculkan keresahan mendalam di tengah masyarakat Kecamatan Putri Betung. Warga mengaku dalam beberapa bulan terakhir keberadaan Harimau Sumatera semakin sering terlihat di sekitar kawasan perkebunan yang berbatasan langsung dengan hutan.

Bahkan sebelumnya sejumlah ternak milik warga seperti kambing, biri-biri, dan anjing dilaporkan hilang dan diduga dimangsa harimau, khususnya di wilayah Desa Meloak Air Ilang dan beberapa desa lain di sekitar Putri Betung.

Kondisi tersebut membuat masyarakat kini dihantui rasa takut saat hendak pergi ke kebun. Sebagian warga memilih mengurangi aktivitas berkebun, terutama pada pagi dan sore hari yang dianggap rawan kemunculan satwa liar. Tidak sedikit pula warga yang mulai pergi ke kebun secara berkelompok demi mengantisipasi kemungkinan terjadinya serangan serupa.

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menangani konflik antara manusia dan Harimau Sumatera yang dinilai semakin mengkhawatirkan.

Baca Juga :  Jejak Terakhir di Tujuh Bidadari: Dua Remaja Aceh Utara Hilang, Motor Tinggal di Lokasi

Warga meminta adanya patroli rutin, pemasangan perangkap pemantauan, serta tindakan mitigasi agar satwa dilindungi tersebut tidak terus mendekati kawasan aktivitas masyarakat.

Kapolsek Putri Betung, Ipda Novrizal, S.H., membenarkan adanya peristiwa serangan Harimau Sumatera terhadap warga tersebut.

Setelah menerima laporan kejadian, pihak kepolisian langsung bergerak melakukan koordinasi bersama unsur Forkopimcam, perangkat desa, dan masyarakat setempat guna memastikan situasi tetap kondusif sekaligus mencegah adanya korban susulan.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk sementara waktu membatasi aktivitas di kebun yang berada dekat kawasan hutan, terutama jika dilakukan seorang diri.

Imbauan kewaspadaan turut disampaikan melalui forum komunikasi desa serta grup koordinasi Forkopimcam agar masyarakat segera kembali ke permukiman apabila melihat tanda-tanda keberadaan harimau di sekitar lokasi kebun.

Selain itu, koordinasi juga telah dilakukan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh melalui petugas wilayah Aceh Tenggara untuk melakukan pemantauan dan penanganan terhadap Harimau Sumatera yang diduga berkeliaran di sekitar wilayah perkebunan masyarakat.

Petugas diharapkan segera turun ke lokasi guna melakukan identifikasi jalur lintasan satwa serta langkah mitigasi agar konflik serupa tidak terus berulang.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah penyangga hutan masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama. Di satu sisi, Harimau Sumatera merupakan satwa langka yang dilindungi dan keberadaannya semakin terancam akibat rusaknya habitat alami.

Namun di sisi lain, keselamatan masyarakat yang hidup berdampingan dengan kawasan hutan juga menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.

Masyarakat Putri Betung kini berharap hadirnya langkah nyata dan cepat dari seluruh pihak terkait agar rasa aman warga dapat kembali pulih, serta tidak ada lagi korban berikutnya akibat konflik berkepanjangan antara manusia dan Harimau Sumatera di wilayah pedalaman Gayo Lues. []

Sumber: Humas Polres Gayo Lues.

Berita Terkait

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh
Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues
Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues
Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI
Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara
20 Pejabat Eselon II Diuji, Pemkab Aceh Utara Mulai Bongkar Formasi Pimpinan
Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka
Pengawasan Internal Diperketat, Polres Gayo Lues Pastikan Personel Bebas Narkoba dan Judi Online

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 14:05 WIB

‎Gotong Royong Bersihkan Pantai Ai Limung, Wujud Nyata Kemanunggalan TNI dan Rakyat ‎

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:38 WIB

Perkuat Pelayanan Air Bersih, Dandim 1607/Sumbawa Dukung Kebijakan Penyesuaian Tarif Perumda Batulanteh

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:05 WIB

Tim Inafis Turun Tangan Usai Penemuan ABK Meninggal di Perairan Gilimas

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:05 WIB

Kodim 1607/Sumbawa Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel Melalui Penyiapan Satuan Perbantuan Triwulan II TA 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 10:53 WIB

Kasdim 1607/Sumbawa: Data Akurat Kunci Keberhasilan Pembangunan Ekonomi Nasional

Senin, 29 Juni 2026 - 16:58 WIB

‎Kebersamaan TNI dan Rakyat Terwujud dalam Pembangunan Masjid Baiturrahman

Kamis, 25 Juni 2026 - 20:53 WIB

Anggota Posramil 02/Plampang Gelar Patroli Malam Demi Jaga Keamanan Wilayah

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:54 WIB

Cegah Gangguan Sejak Dini, Patroli Rutin TNI Disambut Positif Masyarakat

Berita Terbaru