Tulungagung| Oposisi News 86 – Upaya memperkuat pendidikan karakter dan kreativitas peserta didik kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan workshop pantomim yang melibatkan siswa dan guru pembina jenjang sekolah dasar dan menengah pertama di Kabupaten Tulungagung.
Kegiatan yang berlangsung di UPT TB2KS tersebut menjadi ruang kolaboratif antara pendidik dan peserta didik dalam mengembangkan potensi seni, khususnya dalam bidang ekspresi nonverbal.
Workshop ini menghadirkan praktisi seni pantomim sebagai narasumber utama yang memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya seni sebagai medium pembelajaran.
Dalam pemaparannya, ditegaskan bahwa pantomim tidak sekadar pertunjukan seni, melainkan sarana edukatif yang mampu menyampaikan nilai, pesan moral, serta membangun kepercayaan diri siswa. Melalui teknik gerak dan ekspresi tanpa kata, peserta didik diajak untuk lebih peka, kreatif, dan berani mengekspresikan diri.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari perwakilan Dinas Pendidikan yang menekankan pentingnya inovasi dalam proses pembelajaran.
Disampaikan bahwa workshop semacam ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi guru sekaligus memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minatnya.
Seni pantomim dinilai relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga penguatan karakter dan kreativitas.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Sesi praktik menjadi bagian yang paling menarik, di mana guru dan siswa terlibat langsung dalam berbagai latihan gerak, ekspresi, serta simulasi pertunjukan.
Interaksi yang terbangun menciptakan suasana belajar yang dinamis, menyenangkan, dan sarat makna. Kolaborasi antara guru dan siswa dalam satu ruang pembelajaran ini sekaligus memperkuat hubungan pedagogis yang lebih humanis dan partisipatif.
Selain memberikan pengalaman baru, workshop ini juga menjadi wadah refleksi bagi peserta. Pada akhir kegiatan, berbagai kesan dan harapan disampaikan, terutama terkait pentingnya keberlanjutan program serupa.
Peserta berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dengan jangkauan yang lebih luas sehingga semakin banyak siswa dan guru yang merasakan manfaatnya.
Pelaksanaan workshop pantomim ini mencerminkan komitmen Dinas Pendidikan dalam mendorong inovasi pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Pendekatan berbasis seni diyakini mampu menjadi salah satu strategi efektif dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan, kreativitas, serta kepercayaan diri yang kuat dalam menghadapi berbagai tantangan di masa depan. [Hartanto]









































