Haji Uma Temui Kapolres Aceh Utara, Desak Pengawasan Mudik hingga Bongkar Penipuan Catut Nama

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:17 WIB

50172 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhoksukon|Oposisi News 86 — Kunjungan Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman (Haji Uma), ke Polres Aceh Utara, Rabu (25/3/2026), menyorot serangkaian persoalan yang dinilai tak bisa lagi ditangani dengan pendekatan biasa. Dari pengamanan Lebaran hingga maraknya kejahatan bermodus pencatutan nama pejabat, semua dibuka terang dalam pertemuan tertutup itu.

Di hadapan Kapolres AKBP Trie Aprianto dan jajaran, Haji Uma tidak hanya menyampaikan apresiasi, tetapi juga menggarisbawahi celah yang masih berpotensi memicu masalah di lapangan. Ia menuntut kesiapan aparat menghadapi lonjakan mobilitas saat mudik, bukan sebatas prosedur rutin, melainkan langkah antisipatif berbasis kerawanan riil.

Baca Juga :  Menteri Pertanian RI didampingi Pangdam Iskandar Muda Tinjau Program Optimasi Lahan di Lhoksukon, Aceh Utara.

Perhatian khusus diarahkan pada praktik penipuan yang menggunakan namanya sebagai alat meyakinkan korban. Kasus ini, menurut dia, bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan ancaman terhadap kepercayaan publik. Ia meminta penelusuran serius hingga pelaku diproses hukum, agar pola serupa tidak terus berulang.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Isu narkotika turut menjadi tekanan dalam diskusi. Haji Uma menilai peredaran barang terlarang di Aceh Utara menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan. Ia mendorong penindakan yang lebih terukur dan berkelanjutan, sembari menegaskan dukungan terhadap upaya penyelamatan generasi muda yang semakin rentan terpapar.

Baca Juga :  Kapolres Lhokseumawe Turun ke Riseh Tunong, Pulihkan Trauma Pengungsi Banjir

Selain itu, penggunaan dana desa pascabanjir juga disorot. Ia mengingatkan bahwa fase pemulihan sering menjadi titik rawan penyimpangan anggaran. Keterlibatan aparat dalam pengawasan dinilai penting agar bantuan tidak melenceng dari kebutuhan warga terdampak.

Pertemuan yang berlangsung hingga siang hari itu berjalan tanpa hambatan. Namun substansi yang mengemuka menegaskan satu hal: persoalan di Aceh Utara menuntut respons konkret, bukan sekadar koordinasi seremonial. (SR)

Berita Terkait

Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru