Irigasi Leubok Guha Dipulihkan, Geureudong Pase Menata Ulang Harapan Pascabanjir

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Minggu, 15 Februari 2026 - 20:48 WIB

5078 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Banjir bandang yang menerjang hampir seluruh kecamatan di Aceh Utara pada penghujung November lalu meninggalkan kerusakan yang luas dan dalam. Jaringan jalan tergerus, fasilitas publik lumpuh, dan aktivitas pemerintahan sempat tersendat. Di banyak titik, denyut ekonomi warga praktis terhenti.

Di Kecamatan Geureudong Pase, pukulan paling telak datang dari rusaknya saluran irigasi Leubok Guha. Struktur yang menjadi tumpuan pengairan persawahan di empat desa itu tak mampu menahan derasnya arus bah. Ketika konstruksi tersebut ambruk, yang terancam bukan hanya musim tanam, melainkan keberlangsungan hidup ratusan keluarga petani di kawasan agraris itu.

Baca Juga :  Kembali Tinjau Banjir, Dandim 0103/Aceh Utara Berikan Bantuan Sembako.

Merespons laporan masyarakat, Bupati Aceh Utara H. Ismail A. Jalil—Ayah Wa—memerintahkan percepatan penanganan melalui normalisasi saluran. Langkah itu diprioritaskan mengingat fungsi vital Leubok Guha sebagai penopang produksi pangan dan sumber nafkah warga.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Camat Geureudong Pase, Mardani, S.Sos., MSM, menyebut intervensi tersebut sebagai keputusan strategis di tengah situasi darurat. “Tanpa pengairan, petani tidak dapat memulai musim tanam. Perbaikan ini membuka ruang bagi warga untuk kembali produktif,” ujarnya.

Nada serupa disampaikan Ketua Forum Geusyik Geureudong Pase, Muksin. Ia menilai kehadiran pemerintah daerah pada fase krusial pascabencana memberi suntikan optimisme. “Pengerjaan sudah berlangsung. Dalam waktu dekat, sawah kembali teraliri. Itu artinya harapan mulai tumbuh,” katanya.

Baca Juga :  DPRK Aceh Utara Bentuk Pansus Awasi Kegiatan Tahun 2024

Tokoh masyarakat setempat, Abdisyah, menambahkan bahwa perhatian pemerintah menjadi penegas bahwa warga tidak dibiarkan menghadapi dampak bencana sendirian. Ia berharap pemulihan infrastruktur dasar ini menjadi pintu masuk bagi kebangkitan ekonomi yang lebih luas di Aceh Utara.

Di tengah pekerjaan rumah rekonstruksi yang masih panjang, mengalirnya kembali air ke petak-petak sawah menjadi simbol penting: pemulihan tidak selalu dimulai dari proyek besar, melainkan dari memastikan kebutuhan paling mendasar masyarakat terpenuhi. Dari sana, kehidupan perlahan disusun ulang. [SR]

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama

Senin, 27 Juli 2026 - 13:23 WIB

852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:57 WIB

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:56 WIB

Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Berita Terbaru