Pj. Kades Lawe Tawakh Dilaporkan ke Bupati Agara atas Dugaan Penyelewengan Dana dan Aroganisme

REDAKSI

- Redaksi

Selasa, 8 Juli 2025 - 13:44 WIB

50550 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Tenggara – Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Lawe Tawakh, Jumatidin, Kecamatan Babul Makmur, Kabupaten Aceh Tenggara, dilaporkan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Kute (BPK) Lawe Tawakh, Saliman, kepada Bupati Aceh Tenggara H.M. Muhammad Salim Fakhri SE MM.

Laporan ini dilayangkan menyusul dugaan ketidaktransparanan Jumatidin dalam pengelolaan Anggaran Dana Desa (ADD) tahap pertama tahun anggaran 2025 dan sikap arogan dalam menjalankan roda pemerintahan desa.

Saliman, Ketua BPK Lawe Tawakh, mengungkapkan bahwa kepemimpinan Pj. Pengulu Jumatidin dinilai sangat arogan dan tidak transparan dalam mengelola anggaran desa. Sejumlah dugaan penyelewengan anggaran mencuat, di antaranya:

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

1. Rehabilitasi Jembatan Tani: Anggaran sebesar Rp 47 juta, namun hanya dikerjakan pengecoran sepanjang 7 meter.

2. Pemotongan Gaji Perangkat Desa: Gaji yang seharusnya dibayar 9 bulan, hanya dibayarkan selama 5 bulan.

Baca Juga :  Misteri Kenaikan Harga Beras Terkuak di Lawe Sigalagala: Bupati Agara Turun Tangan!

Jumatidin sendiri membantah hal ini, menyatakan telah membayar gaji perangkat desa secara penuh 9 bulan setelah berkoordinasi dengan Camat.

3. Ketidaktransparanan Pengelolaan Dana Kegiatan Lain: Termasuk normalisasi air sungai (Rp 50 juta), kegiatan FHBI (Rp 25 juta), dana PAUD (Rp 20 juta), dan kegiatan PKTD (Rp 10 juta).

Selain masalah anggaran, Jumatidin juga dikeluhkan jarang hadir di Kute Lawe Tawakh, menyebabkan masyarakat kesulitan mengurus kepentingan administrasi.

Bahkan, salah satu Kepala Dusun Lawe Tawakh menyoroti sikap tidak etis Pj. Pengulu yang tidak datang bertakziah saat orang tua bendahara Kute Lawe Tawakh meninggal dunia.

Arogansi Pj. Pengulu Jumatidin juga disebut-sebut mencapai puncaknya dengan adanya pertengkaran, bahkan nyaris bentrok fisik, dengan Imam Kute Lawe Tawakh terkait tidak terlaksananya kegiatan FHBI 1 Muharram yang dananya tertera dalam APBDes.

Warga Lawe Tawakh, yang berjumlah sekitar 50 orang, bersama Ketua BPK telah mengantarkan laporan langsung ke Kantor Bupati Aceh Tenggara.

Baca Juga :  Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polres Aceh Tenggara Kembali Berhasil Ringkus Bandar Narkoba

Mereka berharap Bupati H.M. Salim Fahri dapat segera mencopot Jumatidin dari jabatannya.

Menanggapi laporan tersebut, Pj. Pengulu Lawe Tawakh, Jumatidin, membantah semua tuduhan.

Ia mengklaim bahwa proyek pembangunan desa dikerjakan sesuai ketentuan, seraya menunjukkan dokumen gambar masyarakat yang sedang mengerjakan proyek. Mengenai gaji perangkat desa, ia menjelaskan bahwa awalnya memang hanya dibayar 5 bulan karena SK perangkat desa tidak diterbitkan oleh Pj. Pengulu sebelumnya.

Namun, setelah berkoordinasi dengan Camat, ia mengaku telah membayarkan kekurangan gaji sehingga total terbayar 9 bulan.

Jumatidin menegaskan tidak mempermasalahkan laporan Ketua BPK Lawe Tawakh karena merasa tidak bersalah. Ia menduga motif di balik laporan ini adalah adanya oknum masyarakat yang menginginkan jabatannya sebagai Pj. Pengulu Lawe Tawakh. []

Berita Terkait

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik Gelombang IV di SD Negeri 3 Kutacane Berlangsung Tertib dan Kondusif
Teror Spanduk Gelap di Banda Aceh dan Ancaman Serius Terhadap Etika Demokrasi
Halalbihalal di Pendopo, Bupati Aceh Tenggara Sampaikan Permohonan Maaf dan Ajak Perkuat Persatuan
Angin Puting Beliung Hantam Aceh Tenggara, Rumah Warga Rusak dan Listrik Padam
Polisi Gagalkan Pengangkutan Getah Pinus Diduga Ilegal di Aceh Tenggara, Delapan Orang Diamankan
Infaq Setahun Berbuah Santunan, Warga Perapat Hulu Hadirkan Kebahagiaan bagi Anak Yatim di Pengujung Ramadan
Di Balik Masjid Balelutu, Hasanudin Menunggu Uluran Tangan di Tengah Sakit yang Tak Kunjung Usai
Penerbangan Perintis Kembali Mengudara di Alas Leuser, Harapan Baru Masyarakat Aceh Tenggara

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 12:26 WIB

Padusi Tapa: Ketangguhan Seorang Istri Prajurit Mengolah Tradisi Menjadi Kekuatan Ekonomi

Selasa, 28 April 2026 - 19:21 WIB

SPBU Nelayan Milik KNTI Aceh Selatan diresmikan 2 kementerian

Selasa, 28 April 2026 - 19:17 WIB

SPPG Yayasan Ammar Aceh Madani Genjot Peran UD. Alfarisi Sebagai Mitra Strategis

Senin, 27 April 2026 - 13:41 WIB

Penyegaran Birokrasi, H. Mirwan Lantik 24 Pejabat Administrator

Jumat, 24 April 2026 - 20:17 WIB

Izin Operasional Mati, Manajemen RSUD Yuliddin Away Buka Suara

Kamis, 23 April 2026 - 17:19 WIB

Sat Resnarkoba Polres Aceh Selatan Ungkap Kasus Penyalahgunaan Narkotika, Satu Pelaku Diamankan

Rabu, 22 April 2026 - 16:17 WIB

Kejari Aceh Selatan Eksekusi Barang Bukti

Senin, 20 April 2026 - 20:52 WIB

Breaking News,Kolaborasi Disdukcapil dengan Baitul Mal Hadirkan SIM-MAS TERPADU

Berita Terbaru