Parit Dikeruk PT BABCO, Tanah Warga Alue Leukot Terkikis, Talut Desa Hampir Ambruk

REDAKSI 2

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025 - 10:49 WIB

50223 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara — Warga Gampong Alue Leukot, Kecamatan Paya Bakong, Kabupaten Aceh Utara, menghadapi dilema serius setelah aktivitas pengerukan parit besar yang dilakukan oleh PT. Bahruny Plantation Company (BABCO), diduga menyebabkan abrasi lahan warga dan kerusakan talut jalan desa.

Sejumlah warga menyebutkan pengerukan dilakukan tanpa koordinasi yang jelas dengan masyarakat setempat, apalagi tanpa kajian dampak terhadap lingkungan sekitar. Akibatnya, tanah di sekitar parit yang berdekatan dengan kebun warga mulai tergerus air.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Setelah parit dikeruk, tebingnya malah makin curam dan tanah saya jadi amblas sedikit demi sedikit. Sekarang tinggal menunggu waktu saja kalau tidak segera diperbaiki,” ujar warga setempat yang tanahnya terdampak langsung.

Tak hanya abrasi, talut penahan jalan milik desa yang dibangun menggunakan dana desa beberapa tahun lalu kini dalam kondisi rusak dan retak. Warga khawatir, jika curah hujan tinggi, talut akan putus dan banjir akan lebih mudah meluas ke pemukiman.

Baca Juga :  ELANG 3 Hambalang Aceh Dukung Ketahanan Pangan Program Presiden H,PRABOWO SUBIANTO

Masih Kata warga, setelah dilakukan dua kali mengeruk atau pembersihan parit oleh PT. Bapco, tanah mereka mulai abrasi kedalam parit, menurut mereka, PT tersebut mengeruk tanpa aturan, seharusnya saat dilakukan pembersihan Untuk mencegah abrasi saat mengeruk parit, penting untuk memperhatikan kedalaman dan kemiringan parit,” ucap warga.

” Pengerukan yang terlalu dalam dapat membuat tepi parit menjadi tidak stabil dan mudah longsor, terutama saat terkena air, Kemiringan tepi parit perlu diperhatikan agar air dapat mengalir dengan baik dan tidak menyebabkan erosi. Kemiringan yang terlalu curam akan lebih mudah longsor, yang kami takutkan jika sekali lagi dilakukan pengerukan seperti itu, maka tanah kami akan abrasi kedalam parit, siapa yang tanggung jawab nanti?,” tutur warga lainya dengan nada tanda tanya.

Setelah menceritakan hal tersebut, beberapa warga beserta Geuchik Alue Leukot, Kumoini, dan awak media langsung turun kelokasi, senin 30/6/2025.

Saat tiba dilokasi, Geuchik Alue Leukot, Kumoini, menunjukan salah satu talud yang dibangun mengunakan Dana tahun 2023 juga sudah mulai abrasi, kuat dugaan akibat pengerukan yang tidak beraturan.

Baca Juga :  Sukseskan Pesta Demokrasi, Kodim 0103/Aceh Utara Serta Forkopimda Plus mengikuti Latihan PHH dan Patroli Bersama.

Kata Kumoini, padahal Talud tersebut dibangun atas permintaan masyarakat sengaja dibuat agar jalan milik desa tidak abrasi keparit gajah tersebut, namun karena pengerukan yang dilakukan oleh PT Bapco talud hampir sepenuhnya abrasi ke parit,” ucap kumoini.

” Saya selaku Geuchik Alue Leukot mewakili warga saya, berharap agar kepada PT. Bapco agar lebih berhati hati dalam bekerja jangan sampai merugikan masyarakat, pembersihan diperlukan tapi jangan merugikan sebelah pihak,” pungkas Geuchik Kumoini.

Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum, segera turun tangan meninjau lokasi, sebelum dampaknya semakin meluas dan menimbulkan konflik horizontal antara warga dan perusahaan.

 

Manager PT. BABCO. Adi Santoso saat dikonfirmasi Oposisi news, via WhatsApp Sealasa (1/7/2025) mengatakan, dalam beberapa hari ini kami akan mengundang awak media untuk konferensi pers,” jawabnya singkat. (SR)

Berita Terkait

Dapur MBG Rampung, Siswa Geureudong Pase Masih Menanti: Program Gizi Tertahan Tanpa Kepastian
Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru