Gawat’ 82 Kepala Desa Gelar Aksi Demo Dan Serahkan Stempel Sebagai Bentuk Protes Belum Dibayarnya Gaji Dan Honor Perangkat Desa, Kok Bisa Dan Perlu Dipertanyakan,???.

KABIRO SUBULUSSALAM- ACEH SINGKIL

- Redaksi

Rabu, 11 Desember 2024 - 18:30 WIB

50927 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Subulussalam- Hari ini, Pemerintah Kota Subulussalam diguncang oleh gelombang protes besar-besaran setelah 82 Kepala Desa se-Kota Subulussalam menyerahkan stempel pemerintahan desa mereka kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Subulussalam, Azhari S.Pd, M.Si. Langkah ini diambil sebagai bentuk protes keras terhadap belum terbayarnya gaji dan honor perangkat desa selama tujuh bulan, Rabu (11/12/2024).

Ratusan perangkat desa dari seluruh desa yang tergabung dalam aksi ini berkumpul di depan Kantor Wali Kota dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Subulussalam, menuntut pemerintah untuk segera membayar hak mereka yang telah tertunda. Hingga saat ini, Pemko Subulussalam baru mampu membayarkan lima bulan gaji, sementara dua bulan sisanya masih belum jelas nasibnya.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tuntut Pemeriksaan Anggaran oleh Tim Audit dari Presiden

Dalam aksi tersebut, orator yang juga Kepala Desa Sikalondang, Zulpan, menyampaikan tuntutan agar Presiden Prabowo Subianto mengirimkan tim audit independen untuk memeriksa pengelolaan anggaran di Pemko Subulussalam. Seruan ini mencerminkan kekecewaan dan ketidakpercayaan terhadap manajemen keuangan daerah, yang dinilai tidak transparan dan tidak adil.

“Sampai kapan kami harus menunggu? Hak kami diabaikan, sementara proyek-proyek besar yang anggarannya miliaran rupiah justru mendapat prioritas,” ujar Zulpan dengan nada tinggi. Ia juga mengecam ketidakadilan yang terjadi, “Kenapa proyek oknum tertentu yang nilainya miliaran bisa dibayar, sementara gaji kami tak kunjung dipedulikan?”

Baca Juga :  Sudah 19 Bulan Mushola Muhajirin Tak Miliki Imam, Namun Anehnya Honoriun Mushola Tetap Di Anggarkan Di APBDes, Dan Perlu Dipertanyakan,???.

Sorotan LPKPur: “Ini Pengkhianatan terhadap Rakyat”

Protes ini juga mendapat sorotan keras dari Ketua Lembaga Pemantau Kebijakan Publik untuk Rakyat (LPKPur), Hasbi B Meraxa. Dalam pernyataannya, Hasbi menganggap tindakan pemerintah yang menunda pembayaran gaji perangkat desa sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah rakyat. Menurutnya, perangkat desa adalah ujung tombak pelayanan publik yang seharusnya dihargai, bukan dibiarkan terlantar tanpa kepastian.

“Ketika hak-hak rakyat, terutama perangkat desa yang berada di garis depan pelayanan publik, diabaikan, maka itu adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah yang telah diberikan oleh rakyat,” tegas Hasbi.

Hasbi juga meminta agar pemerintah segera menyelesaikan masalah ini sebelum dampaknya lebih besar, baik terhadap stabilitas sosial maupun pelayanan publik di Subulussalam.

Diskusi Memanas antara Pj Wali Kota dan Perwakilan Kepala Desa

Meskipun Pj Wali Kota Subulussalam, Azhari S.Pd, M.Si, telah mengundang perwakilan kepala desa untuk berdialog, suasana pertemuan menjadi tegang. Para Kepala Desa menyampaikan berbagai keluhan terkait pembayaran gaji yang belum dipenuhi, sementara Pemko Subulussalam mengklaim adanya defisit anggaran yang menghambat pembayaran penuh.

“Saya paham bahwa ini adalah situasi yang sulit, namun kami berharap kalian bisa bersabar. Tahun ini sebagian besar anggaran telah digunakan untuk membayar kekurangan gaji tahun lalu,” jelas Azhari dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga :  Istri Korban Ungkapkan Duka Usai Putusan Kasus Pembunuhan di Desa Panglima Sahman

Namun, para Kepala Desa merasa tidak puas dengan penjelasan tersebut dan meminta agar pembayaran dua bulan yang masih tertunda segera dilunasi. Dalam situasi keuangan yang defisit, Azhari mengatakan bahwa Pemko hanya mampu membayar satu bulan lagi pada tahun 2024, meskipun demikian, para demonstran tetap menuntut agar seluruh gaji yang tertunda segera dibayar.

Aksi Berlanjut ke Gedung DPRK

Setelah pertemuan yang tidak memuaskan, ratusan perangkat desa dan Kepala Desa yang kecewa melanjutkan aksi mereka menuju Gedung DPRK Subulussalam untuk meminta dukungan legislatif dalam mempercepat penyelesaian masalah ini.

Tantangan Keuangan Pemko Subulussalam

Sebagai informasi, setelah terlantiknya Azhari S.Pd, M.Si sebagai Pj Wali Kota, ia dihadapkan dengan tantangan besar dalam mengelola keuangan Pemko Subulussalam yang defisit.
sebuah kondisi yang membebani anggaran daerah.

Dalam menghadapi situasi yang sulit ini, Pj Wali Kota Azhari berharap agar semua pihak dapat memahami kondisi keuangan yang terbatas dan memberikan waktu agar masalah ini dapat diselesaikan secara bertahap.

Aksi ini mencerminkan ketegangan antara pemerintah daerah dan perangkat desa yang harus segera diatasi untuk mencegah gangguan terhadap pelayanan publik dan menjaga stabilitas sosial di Subulussalam.

[ER.K]

Berita Terkait

SDN SKPB SP II Namo Buaya Gelar Sosialisasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Masyarakat Panglima Sahman Penuhi Undangan Inspektorat Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa
RAPI Kota Subulussalam Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Korban Banjir di Kecamatan Runding
SMA Pesantren Raudhatul Jannah Lakukan Revitalisasi Tiga Ruangan, Target Selesai Tepat Waktu
Laporan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Panglima Sahman Masih Diproses Kejari Subulussalam
Sorotan Audit Dana Desa Panglima Sahman: Aroma Markup dan Kegiatan Fiktif Menyengat
PELANTIKAN DAN PENGAMBILAN SUMPAH JABATAN ESELON V KEJAKSAAN NEGERI SUBULUSSALAM BERLANGSUNG KHIDMAT
DPC CAPA Subulussalam Soroti Dugaan Penggelapan Dana Desa Rp266 Juta oleh Mantan Pj Kepala Kampong Dah

Berita Terkait

Sabtu, 31 Januari 2026 - 14:29 WIB

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Kamis, 29 Januari 2026 - 18:44 WIB

Banjir Aceh Utara Diseret ke Pengadilan: Alam Dijarah, Rakyat Dibayar Air

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:10 WIB

Konferensi II PWI Lhokseumawe: Enam Kandidat, Taruhan Marwah Profesi

Kamis, 29 Januari 2026 - 10:02 WIB

Pascabanjir, Pemkab Aceh Utara Klaim Ekonomi Tetap Aman Inflasi terkendali

Kamis, 29 Januari 2026 - 09:57 WIB

Serah Terima Huntara Dimulai, Pemulihan Pascabencana Aceh Utara Masih Bertumpu pada Janji

Selasa, 27 Januari 2026 - 23:07 WIB

Delapan Terpidana Dihukum Cambuk, Syariat Diperlihatkan di Ruang Publik

Sabtu, 24 Januari 2026 - 17:59 WIB

Sekolah Terbakar, Disdikbud Aceh Utara Janji Bergerak Cepat

Jumat, 23 Januari 2026 - 19:37 WIB

Aliansi Pers Turun ke Lapangan, Rehab Rekon Pascabanjir Aceh Mulai Diawasi

Berita Terbaru

ACEH UTARA

Irigasi Hancur, Petani Geureudong Pase Terjerembab Krisis

Sabtu, 31 Jan 2026 - 14:29 WIB

ACEH

Subuh yang Mengajarkan Kepemimpinan

Jumat, 30 Jan 2026 - 21:28 WIB