Subulussalam/Oposisi News 86 — Kapolres Subulussalam AKBP Muhammad Yusuf, S.I.K., mengimbau seluruh masyarakat Kota Subulussalam agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan atau panic buying.
Imbauan tersebut disampaikan menyusul beredarnya berbagai informasi yang berpotensi menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat terkait ketersediaan BBM.
Kapolres menegaskan bahwa pasokan BBM untuk wilayah Aceh, khususnya Kota Subulussalam, dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang serta membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan lancar dan merata.
Menurutnya, tindakan membeli BBM secara berlebihan tidak hanya dapat memicu kelangkaan semu di tingkat masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas distribusi energi yang seharusnya dapat dinikmati secara adil oleh seluruh warga.
Kepolisian bersama pihak terkait terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM guna memastikan tidak terjadi penyalahgunaan maupun penimbunan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Kapolres juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan BBM merupakan perbuatan yang melanggar hukum. Hal tersebut diatur dalam Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang mengatur larangan penyalahgunaan bahan bakar minyak.
Dalam ketentuan tersebut ditegaskan bahwa setiap orang yang melakukan penyalahgunaan BBM dapat dikenakan sanksi pidana penjara paling lama enam tahun serta denda maksimal hingga Rp60 miliar.
Pihak kepolisian menegaskan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap siapa pun yang terbukti melakukan praktik penimbunan, penyelewengan, maupun penyalahgunaan BBM yang dapat merugikan masyarakat luas.
Melalui imbauan ini, Kapolres berharap masyarakat tetap menjaga situasi yang kondusif, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar, serta bersama-sama mendukung upaya pemerintah dan aparat dalam menjaga kelancaran distribusi BBM di wilayah Kota Subulussalam.
Dengan sikap tenang dan bijak dari masyarakat, diharapkan ketersediaan BBM tetap stabil dan dapat dimanfaatkan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
[ER.K]









































