Gayo Lues|Oposisi News 86 — Masyarakat Kabupaten Gayo Lues diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dugaan aksi penipuan yang menggunakan identitas pejabat kepolisian sebagai sarana untuk meyakinkan calon korban.
Peringatan tersebut disampaikan setelah beredarnya sejumlah nomor WhatsApp yang disebut-sebut mengatasnamakan Kepala Bagian Operasi (Kabagops) Polres Gayo Lues, Kompol Iskandar.
Informasi itu disampaikan dalam komunikasi internal yang kemudian diteruskan kepada sejumlah pihak pada Rabu (30/9/2026).
Kasi Humas Polres Gayo Lues, Andi, dalam pesannya meminta jajaran dan masyarakat agar berhati-hati karena saat ini terdapat nomor yang beredar dan mengatasnamakan Kabagops Polres Gayo Lues. Menurut informasi yang disampaikan, modus tersebut bahkan disebut telah menggunakan fasilitas video call dengan menampilkan wajah yang menyerupai pejabat yang bersangkutan untuk membuat korban percaya.
“Mohon izin komandan dan rekan-rekan, saat ini ada bertebaran nomor Kabagops yang palsu atau modus penipuan. Sudah bisa VC dengan wajah Kabagops, padahal penipu. Nomor di atas adalah nomor yang asli,” demikian isi peringatan yang disampaikan Kasi Humas Polres Gayo Lues.
Informasi tersebut menjadi penting karena penggunaan identitas pejabat atau tokoh tertentu dalam komunikasi digital dapat membuat masyarakat lebih mudah percaya terhadap pesan yang diterima, terlebih apabila komunikasi dilakukan melalui panggilan video dan pihak yang muncul di layar terlihat menyerupai orang yang dikenal.
Dalam situasi seperti itu, masyarakat diimbau tidak langsung mempercayai pesan, permintaan, ataupun instruksi yang datang dari nomor baru meskipun pengirim mengaku sebagai pejabat kepolisian.
Setiap informasi yang berkaitan dengan permintaan uang, transfer, pemberian data pribadi, kode verifikasi, maupun kepentingan lainnya sebaiknya terlebih dahulu dikonfirmasi melalui saluran resmi.
Peringatan serupa juga mendapat penegasan dari Amin Lingga Perss yang mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap modus tersebut.
“Betul… mohon hati-hati saudaraku semua,” demikian pesan yang disampaikan dalam komunikasi tersebut.
Dari informasi yang diterima, persoalan utama bukan hanya terletak pada penggunaan nama Kabagops Polres Gayo Lues, tetapi juga pada dugaan upaya meyakinkan calon korban dengan memanfaatkan teknologi komunikasi, termasuk video call.
Karena itu, masyarakat perlu memahami bahwa kemunculan wajah seseorang dalam panggilan video belum dengan sendirinya membuktikan bahwa komunikasi tersebut benar-benar dilakukan oleh orang yang bersangkutan.
Masyarakat yang menerima pesan dari nomor yang mengatasnamakan pejabat kepolisian juga disarankan tidak terburu-buru mengambil tindakan. Bila terdapat permintaan yang dianggap tidak lazim, penerima pesan dapat melakukan konfirmasi secara langsung kepada Polres Gayo Lues melalui saluran resmi sebelum memberikan respons lebih lanjut.
Langkah tersebut penting untuk mencegah kemungkinan kerugian, terutama apabila komunikasi kemudian diarahkan kepada permintaan transfer sejumlah uang atau pemberian informasi yang bersifat pribadi.
Polri sendiri mengingatkan masyarakat agar melakukan verifikasi melalui sumber resmi, menyimpan bukti komunikasi, menghentikan komunikasi dengan pihak yang mencurigakan, serta melaporkan indikasi penipuan kepada pihak berwenang.
Sementara itu, terkait nomor-nomor yang beredar, masyarakat diharapkan tidak ikut menyebarluaskan nomor yang belum terverifikasi sebagai nomor pelaku.
Penyebaran informasi tanpa kepastian justru berpotensi menimbulkan kesalahpahaman terhadap pihak lain yang tidak berkaitan dengan persoalan tersebut.
Hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat keterangan mengenai identitas pihak yang diduga menggunakan nomor WhatsApp palsu tersebut maupun mengenai adanya korban yang telah mengalami kerugian akibat modus tersebut.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mengambil kesimpulan sendiri mengenai siapa pihak di balik penggunaan nomor tersebut dan menyerahkan proses penelusuran kepada aparat yang berwenang.
Polres Gayo Lues juga diharapkan terus memberikan informasi melalui kanal resmi apabila terdapat perkembangan maupun klarifikasi tambahan mengenai nomor-nomor yang mengatasnamakan pejabat kepolisian tersebut.
Kewaspadaan masyarakat menjadi langkah penting untuk memutus ruang gerak penipuan berbasis komunikasi digital. Apabila seseorang menerima pesan atau panggilan yang mengatasnamakan Kabagops Polres Gayo Lues, tindakan paling aman adalah melakukan verifikasi terlebih dahulu dan tidak memenuhi permintaan apa pun sebelum keaslian komunikasi benar-benar dipastikan.
Pemberitaan ini disusun berdasarkan informasi peringatan yang disampaikan oleh pihak Humas Polres Gayo Lues dan keterangan yang diteruskan dalam komunikasi terkait.
Setiap perkembangan, klarifikasi, atau informasi resmi berikutnya mengenai persoalan tersebut tetap terbuka untuk diperbarui sesuai prinsip akurasi dan keberimbangan dalam kerja jurnalistik. []



































