Jembatan Darurat Aih Bobo Ternyata Hasil Inisiatif Jurnalis, Dibangun Bersama Masyarakat dan Dibantu TNI-Polri

REDAKSI

- Redaksi

Minggu, 27 September 2026 - 11:18 WIB

50153 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ali Sadikin (baju PP) bersama TNI, POLRI dan Masyarakat setempat menarik rangka besi untuk digunakan untuk pembangunan Jembatan Darurat Aih Bobo beberapa waktu lalu.

Gayo Lues|Oposisi News 86 – Di tengah keterbatasan akses akibat jembatan Aih Bobo, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, yang terputus diterjang arus deras saat bencana, sebuah jembatan darurat ternyata lahir dari inisiatif kalangan jurnalis bersama rekan-rekan LSM dan masyarakat setempat, dengan dukungan personel TNI dan Polri di lapangan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jembatan Darurat yang dibangun Rekan Jurnalis dan LSM dibantu TNI, POLRI dan Masyarakat setempat beberapa waktu lalu.

Jembatan sementara yang kini dapat dimanfaatkan masyarakat, khususnya kendaraan roda dua, tersebut bukan dibangun sebagai proyek permanen pemerintah, melainkan merupakan langkah swadaya yang dilakukan karena warga membutuhkan akses transportasi setelah jembatan utama tidak lagi dapat dilalui.

Ali Sadikin, salah seorang jurnalis senior, mengungkapkan bahwa dirinya bersama sejumlah rekan wartawan dan LSM mengambil inisiatif membangun akses darurat tersebut setelah melihat langsung kebutuhan masyarakat yang kesulitan melintas akibat putusnya jembatan Aih Bobo.

Menurut Ali, kondisi di lapangan saat itu membutuhkan tindakan cepat. Masyarakat tidak mungkin menunggu terlalu lama sementara jalur tersebut merupakan salah satu akses yang digunakan warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk menuju fasilitas pelayanan kesehatan.

“Kami bersama rekan-rekan pers dan LSM bertekad membuat jembatan darurat agar masyarakat bisa kembali lewat. Saat kejadian bencana, jembatan Aih Bobo putus diterjang arus deras,” ujar Ali, Minggu (27/9/2026).

Untuk merealisasikan gagasan tersebut, pencarian material dilakukan secara swadaya. Ali menyebut pihaknya berupaya mendapatkan material besi dan meminta bantuan kepada rekanan PT Telecom untuk meminjam material yang dapat digunakan sebagai bagian dari konstruksi jembatan sementara.

Setelah material tersedia, pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan masyarakat setempat serta mendapat bantuan dari unsur TNI dan Polri.

Dari upaya bersama tersebut kemudian terbentuk jembatan darurat dengan konstruksi rangka besi dan lantai papan. Meski sederhana dan tidak dapat disamakan dengan konstruksi jembatan permanen, keberadaannya kembali memberikan akses bagi masyarakat, terutama pengguna kendaraan roda dua.

Baca Juga :  Birokrasi Lamban Dinilai Hambat Program Pemkab Aceh Selatan, Desakan Evaluasi Pejabat Menguat

“Walaupun jembatan darurat tersebut kita bangun menggunakan rangka besi dan lantai papan, bisa membantu masyarakat kembali melintas. Sederhana, namun sangat berarti bagi pengguna jalan,” katanya.

Inisiatif tersebut menunjukkan bahwa dalam situasi bencana, kepedulian masyarakat dapat menjadi bagian penting dalam membuka kembali akses yang terputus. Jurnalis yang sehari-hari berada di tengah masyarakat tidak hanya menjalankan fungsi menyampaikan informasi, tetapi dalam kondisi tertentu juga dapat mengambil bagian dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan sesuai kapasitasnya.

Namun demikian, keberadaan jembatan darurat tersebut tidak boleh dipandang sebagai penyelesaian permanen. Struktur sementara tetap memiliki keterbatasan, terutama dari aspek kapasitas, ketahanan konstruksi dan keselamatan pengguna. Karena itu, masyarakat tetap membutuhkan kepastian pembangunan jembatan permanen oleh pemerintah melalui proses teknis yang sesuai dengan ketentuan.

Ali berharap Pemerintah Kabupaten Gayo Lues segera memberikan perhatian serius terhadap kondisi jembatan Aih Bobo. Menurutnya, persoalan tersebut bukan semata-mata menyangkut akses kendaraan, tetapi berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat yang membutuhkan mobilitas untuk bekerja, berdagang, beraktivitas maupun mendapatkan pelayanan kesehatan.

Salah satu kekhawatiran yang disampaikan adalah akses masyarakat menuju RSUD Sangir. Dalam kondisi pasien membutuhkan penanganan segera, jalur transportasi yang terganggu dapat menjadi persoalan tersendiri bagi keluarga pasien.

“Kami berharap pemerintah daerah segera memikirkan jembatan permanen Aih Bobo. Kasihan masyarakat yang ingin berobat ke RSUD Sangir, apalagi kalau ada pasien dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pembangunan jembatan darurat sejak awal bukan dimaksudkan untuk mengambil alih tanggung jawab pemerintah. Langkah tersebut dilakukan semata-mata karena masyarakat membutuhkan akses sementara agar aktivitas transportasi tidak sepenuhnya terhenti.

Menurut Ali, jalur tersebut tidak hanya digunakan kendaraan roda dua. Kendaraan roda empat hingga kendaraan dengan kapasitas lebih besar juga menggunakan jalur tersebut dalam aktivitas masyarakat.

Karena itu, ia berharap jalur dari arah kota menuju Aih Bobo maupun akses dari arah Sangir menuju kota segera mendapat penanganan. Pemulihan konektivitas dinilai penting agar aktivitas ekonomi masyarakat dan akses menuju fasilitas kesehatan dapat kembali berjalan sebagaimana sebelum bencana.

“Kami bersama rekan-rekan jurnalis dan LSM berharap kepada Bapak Bupati Gayo Lues agar segera memikirkan jalur tersebut. Setiap hari jalur itu digunakan masyarakat, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Kami berharap aktivitas ekonomi dan akses pasien yang dirujuk ke RSUD Sangir bisa kembali lancar,” kata Ali.

Baca Juga :  Resmi PW IWO Provinsi Aceh Terbentuk Masa Bhakti 2024-2029 Di Nahkodai Chairan Manggeng. Dan Berikut Kepengurusannya.

Di sisi lain, keterlibatan TNI dan Polri dalam membantu proses penanganan di lapangan menjadi bagian dari semangat gotong royong ketika masyarakat menghadapi situasi darurat. Dukungan aparat dalam kondisi bencana dapat membantu memastikan proses penanganan berlangsung tertib dan masyarakat tetap mendapatkan akses yang dibutuhkan.

Bagi Polres Gayo Lues dan unsur keamanan lainnya, kondisi jalur yang terdampak bencana juga membutuhkan pemantauan, terutama ketika cuaca kembali memburuk dan debit air meningkat. Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian utama, sebab jembatan darurat pada dasarnya hanya merupakan solusi sementara.

Pemerintah daerah bersama instansi teknis terkait selanjutnya diharapkan melakukan pemeriksaan kondisi lapangan dan mengambil langkah sesuai kewenangan. Pembangunan jembatan permanen perlu mempertimbangkan kondisi aliran air, kekuatan struktur, kebutuhan lalu lintas serta aspek keselamatan pengguna.

Kisah jembatan darurat Aih Bobo juga menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap persoalan masyarakat dapat muncul dari berbagai unsur. Dalam kasus ini, para jurnalis bersama LSM dan masyarakat tidak sekadar menyampaikan kabar mengenai terputusnya akses, tetapi turut berinisiatif mencari jalan keluar sementara dengan sumber daya yang tersedia.

Kini setelah akses darurat dapat digunakan, pekerjaan berikutnya berada pada pemerintah untuk memastikan masyarakat tidak terus bergantung pada konstruksi sementara. Jembatan permanen yang aman dan memenuhi standar teknis tetap menjadi kebutuhan utama.

Jembatan darurat Aih Bobo boleh saja sederhana. Rangka besi dan lantai papan mungkin tidak sebanding dengan infrastruktur permanen. Namun bagi warga yang sebelumnya kehilangan akses, konstruksi tersebut menjadi penghubung penting untuk kembali bergerak.

Dari sana pesan yang muncul cukup jelas: ketika bencana memutus akses masyarakat, kepedulian dan gotong royong dapat membuka jalan sementara. Tetapi untuk memastikan keselamatan dan kelancaran transportasi dalam jangka panjang, pembangunan infrastruktur permanen tetap membutuhkan kehadiran dan tanggung jawab pemerintah sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku. []

Berita Terkait

Ketika Sensasi Menggeser Etika: Geuchik Aron Geulumpang VII Disudutkan Berita Pungli Tanpa Konfirmasi
Banjir Bandang Putuskan Jembatan Gantung Desa Pasir, Akses Warga Tripe Jaya Terhenti Total
Hujan Kembali Menguji Gayo Lues, Polres Perkuat Kesiapsiagaan di Titik Rawan Bencana
Perubahan APBK Aceh Utara Disepakati, DPRK Tagih Kejelasan Pl 10 Persen PEMA – PGE
Maulid Nabi di SDN 1 Geureudong Pase, Menanam Keteladanan di Tengah Generasi Muda
Kepala SMPN 3 Dewantara Luruskan Pemberitaan: Jangan Jadikan Pekerjaan Yang Sedang Berjalan Sebagai Hasil Akhir
Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Palok, Tiga Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Ganggu Listrik
Jamaluddin Idham Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Salurkan Mesin Penggiling Bakso Untuk Masyarakat Abdy

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 13:25 WIB

Banjir Bandang Putuskan Jembatan Gantung Desa Pasir, Akses Warga Tripe Jaya Terhenti Total

Minggu, 27 September 2026 - 11:18 WIB

Jembatan Darurat Aih Bobo Ternyata Hasil Inisiatif Jurnalis, Dibangun Bersama Masyarakat dan Dibantu TNI-Polri

Minggu, 27 September 2026 - 08:46 WIB

Hujan Kembali Menguji Gayo Lues, Polres Perkuat Kesiapsiagaan di Titik Rawan Bencana

Sabtu, 26 September 2026 - 11:51 WIB

Perubahan APBK Aceh Utara Disepakati, DPRK Tagih Kejelasan Pl 10 Persen PEMA – PGE

Sabtu, 26 September 2026 - 11:47 WIB

Maulid Nabi di SDN 1 Geureudong Pase, Menanam Keteladanan di Tengah Generasi Muda

Jumat, 25 September 2026 - 07:17 WIB

Kepala SMPN 3 Dewantara Luruskan Pemberitaan: Jangan Jadikan Pekerjaan Yang Sedang Berjalan Sebagai Hasil Akhir

Kamis, 24 September 2026 - 20:19 WIB

Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Palok, Tiga Rumah Rusak dan Pohon Tumbang Ganggu Listrik

Kamis, 24 September 2026 - 16:43 WIB

Jamaluddin Idham Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Salurkan Mesin Penggiling Bakso Untuk Masyarakat Abdy

Berita Terbaru

NASIONAL

Sinergi TNI dan Desa, Babinsa Prode SP 3 Hadiri Musdes 2027

Senin, 28 Sep 2026 - 21:33 WIB