Aceh Utara|Oposisi News 86 – Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, S.E., M.M., (Ayah Wa) memastikan agenda pembenahan pendidikan tidak berhenti pada tataran kebijakan. Pada hari pertama tahun ajaran baru, Senin (13/7/2026), ia turun langsung ke SMP Negeri 1 Matang Kuli untuk memantau implementasi Gerakan Mendampingi dan Mengawal Anak di Hari Pertama Sekolah, sekaligus mengevaluasi penerapan pemisahan ruang belajar antara siswa laki-laki dan perempuan.

Peninjauan tersebut turut dihadiri anggota Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara Musliana Ismail, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Utara H. Jamaluddin, S.Sos., M.Pd., Sekretaris Dinas Dr. Irhamni, Kepala Bidang Fasilitas dan Infrastruktur Herman, S.Pd., M.Pd., serta unsur Forkopimcam Matang Kuli.
Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke SD Negeri 7 Matang Kuli untuk memastikan proses belajar pada hari pertama berlangsung tertib, aman, dan sesuai arah kebijakan pemerintah daerah.
Ayah Wa menegaskan, pemisahan ruang belajar dilaksanakan berdasarkan Surat Bupati Aceh Utara Nomor 400.3.5/1010/2026. Kebijakan tersebut akan diterapkan secara bertahap di seluruh sekolah, baik di kawasan perkotaan maupun pedesaan.
Menurutnya, langkah itu bukan sekadar perubahan teknis, melainkan bagian dari penguatan karakter peserta didik, menjaga etika sosial Islami, mengurangi potensi pelanggaran norma, serta membangun suasana belajar yang lebih disiplin dan kondusif.
“Penerapan pemisahan ruang belajar dilakukan secara bertahap. Tujuannya membentuk lingkungan pendidikan yang lebih fokus, tertib, serta selaras dengan nilai-nilai keislaman,” ujar Bupati.
Dalam kunjungan itu, Bupati juga memeriksa pelaksanaan Program Tahfizh Al-Qur’an yang dijalankan berdasarkan Keputusan Bupati Aceh Utara Nomor 814/263/2025. Program yang lebih dahulu diluncurkan di SMP Negeri 1 Syamtalira Bayu tersebut kini mulai diperluas ke sekolah lain.
Melalui program tersebut, siswa sekolah dasar ditargetkan menuntaskan hafalan Juz 30, sedangkan siswa SMP dan MTs diarahkan menghafal Juz 29 dan Juz 30 sebagai bagian dari pembinaan karakter berbasis Al-Qur’an.
“Pendidikan harus mampu melahirkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus kuat dalam akhlak. Itulah fondasi pembangunan Aceh Utara ke depan,” tegas Ayah Wa.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga dalam membentuk karakter anak. Kehadiran orang tua pada hari pertama sekolah, menurutnya, bukan sekadar tradisi, melainkan wujud dukungan nyata terhadap tumbuh kembang dan pendidikan putra-putri mereka. (SR)




































