Banda Aceh/Oposisi News 86 – Kepemimpinan di Kepolisian Daerah (Polda) Aceh resmi berganti setelah Kapolri menunjuk Brigjen Pol Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Aceh yang baru.
Penunjukan tersebut menjadi bagian dari rotasi dan mutasi di lingkungan Polri dalam rangka penyegaran organisasi sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian di berbagai wilayah Indonesia.
Brigjen Pol Ruddi Setiawan dipercaya menggantikan Irjen Pol Marzuki Ali Basyah yang memasuki masa purnabakti.

Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1335/VI/KEP./2026 yang ditandatangani Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (AS SDM) Irjen Pol Anwar.
Penunjukan Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Aceh dinilai sejalan dengan rekam jejaknya yang panjang di bidang reserse dan pemberantasan tindak pidana narkotika.
Perwira tinggi Polri kelahiran 24 September 1974 itu merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 1996 dan telah mengemban berbagai jabatan strategis, baik di lingkungan Polri maupun Badan Narkotika Nasional (BNN).
Sebelum dipercaya memimpin Polda Aceh, Ruddi menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri sejak Februari 2026. Sebelumnya, ia juga pernah mengemban amanah sebagai Direktur Narkotika BNN serta Direktur Intelijen BNN, yang memberikan pengalaman luas dalam menangani kejahatan narkotika berskala nasional.
Perjalanan kariernya dimulai dari penugasan sebagai Perwira Menengah Polda Metro Jaya pada 2011. Selanjutnya ia dipercaya menduduki berbagai jabatan penting, di antaranya Kasubdit di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kapolsek Metro Penjaringan, Kapolres Badung, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, hingga Kapolresta Denpasar.
Karier Ruddi kemudian berlanjut di tingkat nasional sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya Bareskrim Polri sekaligus Analis Kebijakan Madya. Pada 2021, ia menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh sebelum dipercaya menjadi Direktur Intelijen BNN pada 2022 dan Direktur Narkotika BNN pada 2024.
Pengalamannya saat memimpin Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh menjadi salah satu nilai tambah dalam mengemban jabatan baru sebagai Kapolda Aceh. Kala itu, ia dikenal aktif memimpin pengungkapan sejumlah jaringan peredaran narkotika lintas provinsi yang melibatkan berbagai pihak. Pengalaman tersebut dinilai menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan keamanan di Aceh yang masih berkaitan dengan penyelundupan dan peredaran gelap narkotika.
Selain dikenal sebagai penyidik yang berpengalaman, Ruddi juga disebut memiliki pendekatan kepemimpinan yang profesional, humanis, dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Kedekatannya dengan Aceh juga bukan hal baru. Ia diketahui pernah menempuh pendidikan di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
Di lingkungan organisasi, Ruddi juga aktif dalam berbagai kegiatan paguyuban masyarakat Aceh, sehingga diharapkan mampu memperkuat komunikasi antara kepolisian dengan seluruh elemen masyarakat di provinsi tersebut.
Sebagai Kapolda Aceh yang baru, Ruddi Setiawan akan menghadapi sejumlah tantangan strategis. Selain menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, ia juga dihadapkan pada upaya pemberantasan narkotika, peningkatan kualitas pelayanan publik, penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan, serta menjaga kondusivitas daerah guna mendukung keberlangsungan pembangunan di Aceh.
Pergantian kepemimpinan ini diharapkan mampu membawa semangat baru bagi institusi Polda Aceh dalam meningkatkan kinerja, memperkuat kepercayaan publik, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh lapisan masyarakat.
Dengan bekal pengalaman panjang di bidang penegakan hukum, khususnya pemberantasan narkotika, Brigjen Pol Ruddi Setiawan diharapkan mampu menjalankan amanah sebagai Kapolda Aceh secara profesional, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat demi terciptanya situasi keamanan yang aman, tertib, dan kondusif di Tanah Rencong. []




































