Aceh Utara|Oposisi News 86 — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara mulai bergerak mengendalikan lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), operasi pasar murah digelar di sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Geureudong Pase, Sabtu (16/5/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di halaman Kantor Camat Geureudong Pase itu langsung dipadati warga. Sejumlah bahan pokok dijual jauh di bawah harga pasar sebagai langkah stabilisasi ekonomi sekaligus meringankan beban masyarakat pascabencana.
Paket kebutuhan yang disediakan meliputi beras Rp55 ribu per 5 kilogram, gula pasir Rp29 ribu per 2 kilogram, minyak goreng Rp37 ribu per 2 liter, tepung terigu Rp14 ribu per 2 kilogram, dan telur ayam Rp42 ribu per papan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Disperindag Aceh Utara, Kusairi, ST, M.S.M. menegaskan operasi pasar menjadi instrumen pemerintah daerah untuk menahan gejolak harga yang kerap meningkat menjelang hari besar keagamaan.
“Pemerintah tidak boleh tinggal diam saat harga sembako terus bergerak naik. Pasar murah ini bagian dari upaya menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil menjelang Idul Adha,” ujar Kusairi.
Menurutnya, program tersebut juga bentuk perhatian pemerintah daerah bagi warga yang masih terdampak kondisi ekonomi pascabencana.
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Warga menilai langkah pemerintah daerah itu memberi dampak langsung di tengah mahalnya harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.
“Kalau beli di pasar biasa harganya jauh lebih mahal. Program ini benar-benar membantu masyarakat kecil,” ujar seorang warga.
Camat Geureudong Pase, Mardani, menyebut operasi pasar murah menjadi bukti keberpihakan pemerintah terhadap warga di tengah tekanan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
“Ini bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat. Harapannya, warga bisa lebih terbantu menghadapi kebutuhan menjelang hari raya,” ujarnya. (SR)









































