Podcast “Zakat Yang Memberdayakan”, Tekankan Kemandirian Umat

KHAIRUL MIZA

- Redaksi

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:41 WIB

5072 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tapaktuan| Oposisi News 86 — Program Podcast Kito – Sahabat Zakat kembali menghadirkan tayangan edukatif dan inspiratif bagi masyarakat dengan mengangkat tema “Zakat Yang Memberdayakan”, yang tayang di Channel YouTube Podcast Kito Sahabat Zakat, Selasa (12 Mei 2026) pukul 20.00 WIB.

Podcast tersebut menghadirkan narasumber Riza Nazlianto, selaku Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Selatan dan dipandu oleh host Muhammad Ridho Agung, Direktur MUQ Aceh Selatan.

Dalam dialog yang berlangsung hangat dan penuh motivasi itu, Ustadz Riza Nazlianto menegaskan bahwa zakat tidak hanya berfungsi sebagai bantuan konsumtif sesaat, tetapi harus menjadi instrumen pemberdayaan masyarakat yang mampu menghadirkan perubahan jangka panjang.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Zakat bukan hanya bantuan sesaat untuk memenuhi kebutuhan konsumtif, tetapi zakat harus mampu memberdayakan masyarakat agar lebih mandiri dan memiliki masa depan yang lebih baik,” ujar Ustadz Riza Nazlianto.

Ia menjelaskan bahwa tujuan besar zakat adalah membantu mustahiq agar mampu bangkit dan berkembang secara ekonomi hingga suatu saat dapat menjadi muzakki.

Baca Juga :  Krueng Mbang Menenun Kemandirian dari Sawit dan Peternakan Rakyat

“Tujuan besar zakat adalah bagaimana mustahiq hari ini dapat bangkit, berkembang, dan suatu saat berubah menjadi muzakki,” katanya.

Menurutnya, zakat yang dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran akan menjadi kekuatan besar dalam mengurangi kemiskinan serta meningkatkan kesejahteraan umat.

“Ketika zakat dikelola secara amanah, profesional, dan tepat sasaran, maka zakat akan menjadi kekuatan besar dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan umat,” jelasnya.

Dalam podcast tersebut, ia juga menyoroti pentingnya program zakat produktif seperti bantuan modal usaha, pemberdayaan UMKM, beasiswa pendidikan, serta pelatihan keterampilan bagi masyarakat kurang mampu.

“Program zakat produktif seperti bantuan modal usaha, pemberdayaan UMKM, pendidikan, dan pelatihan keterampilan sangat penting untuk membangun kemandirian mustahiq,” tambahnya.

Selain itu, Ustadz Riza menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga pengelola zakat melalui transparansi dan keterbukaan informasi.

“Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui transparansi dan keterbukaan informasi, karena amanah adalah fondasi utama pengelolaan zakat,” ungkapnya.

Sementara itu, host podcast Dr. Ustadz Muhammad Ridho Agung menyampaikan bahwa Podcast Kito Sahabat Zakat hadir sebagai media edukasi dan dakwah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya zakat dalam kehidupan sosial dan ekonomi umat.

Baca Juga :  Lahan Tidur Disulap Jadi Kebun Produktif, Jagung Lapas Lhoksukon Tumbuh Menjanjikan

“Podcast Kito Sahabat Zakat hadir untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen pemberdayaan umat,” ujarnya.

Ia berharap melalui podcast tersebut, kesadaran masyarakat untuk menunaikan zakat semakin meningkat sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Melalui pengelolaan zakat yang baik, kita berharap lahir masyarakat yang lebih mandiri, produktif, dan sejahtera,” katanya.

Muhammad Ridho Agung juga mengajak masyarakat menjadikan zakat sebagai gerakan bersama dalam membangun solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.

“Mari kita jadikan zakat sebagai gerakan kebaikan bersama untuk membantu sesama dan membangun masa depan umat yang lebih baik,” ajaknya.

Podcast tersebut ditutup dengan pesan inspiratif bahwa zakat bukan hanya membersihkan harta, tetapi juga menghadirkan harapan dan keberkahan bagi masyarakat.

“Zakat yang terbaik bukan hanya yang tersalurkan, tetapi yang mampu mengangkat derajat dan martabat penerimanya,” tutup Ustadz Riza Nazlianto. (Khairul Miza)

Berita Terkait

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues
Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues
Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI
Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara
20 Pejabat Eselon II Diuji, Pemkab Aceh Utara Mulai Bongkar Formasi Pimpinan
Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka
Pengawasan Internal Diperketat, Polres Gayo Lues Pastikan Personel Bebas Narkoba dan Judi Online
Kepala BNNK Gayo Lues Kawal Monitoring Starbucks FSC, Program 165.755 Bibit Kopi Didorong Perkuat Ekonomi Kawasan Rawan Tanaman Terlarang

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Rabu, 22 Juli 2026 - 18:18 WIB

20 Pejabat Eselon II Diuji, Pemkab Aceh Utara Mulai Bongkar Formasi Pimpinan

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kadis Kominfo Gayo Lues Ajak Insan Pers Perkuat Kemitraan dan Bangun Komunikasi Terbuka

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:24 WIB

Pengawasan Internal Diperketat, Polres Gayo Lues Pastikan Personel Bebas Narkoba dan Judi Online

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:53 WIB

Kepala BNNK Gayo Lues Kawal Monitoring Starbucks FSC, Program 165.755 Bibit Kopi Didorong Perkuat Ekonomi Kawasan Rawan Tanaman Terlarang

Selasa, 21 Juli 2026 - 21:28 WIB

Kasus Sabu di Gayo Lues Kembali Terungkap, Tantangan Memutus Jaringan Masih Besar

Berita Terbaru