Dana Desa di Matangkuli Tersendat, Dugaan Konflik Kepentingan Menguat

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Minggu, 19 April 2026 - 14:21 WIB

50382 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto ilustrasi

Aceh Utara|Oposisi News 86 – Pengelolaan Dana Desa di Kecamatan Matangkuli menuai sorotan. Program ketahanan pangan tahun anggaran 2025 yang semestinya menopang ekonomi warga dilaporkan belum berjalan optimal hingga memasuki pertengahan 2026.

Ketentuan pemerintah pusat mewajibkan alokasi minimal 20 persen Dana Desa untuk sektor tersebut. Namun, realisasi di sejumlah gampong disebut jauh dari target. Kondisi ini memunculkan tanda tanya atas keabsahan laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang telah diajukan.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir dari tribunpasee.com. Geuchik Punti Geulumpang VII, Mukhtarudin, mengakui keterlambatan pelaksanaan program tidak hanya terjadi di desanya. “Masih ada desa lain yang belum menjalankan kegiatan ketahanan pangan,” ujarnya.

Baca Juga :  82 KK di Dua Desa dalam Kabupaten Aceh Utara merasa sangat dirugikan oleh PT. PLN Persero Lhokseumawe

Pernyataan itu justru mempertebal keraguan publik. Jika kegiatan belum terlaksana, bagaimana proses pencairan dan pelaporan anggaran bisa dinyatakan selesai?
Seorang sumber internal pemerintahan desa menyebut situasi ini janggal dan berpotensi mengarah pada rekayasa administrasi. “Program belum ada, tetapi laporan sudah berjalan. Ini patut diuji,” ujarnya.

Di saat yang sama, muncul persoalan lain yang tak kalah serius. Pembangunan rumah dhuafa di desa yang sama diduga menyimpan konflik kepentingan. Bantuan yang seharusnya menyasar warga miskin disebut justru dinikmati oleh kepala desa.

Mukhtarudin berdalih pembangunan tersebut merupakan hasil musyawarah perencanaan. Namun, keterangan itu dibantah oleh perangkat desa. Mereka menilai penetapan penerima bantuan melanggar prinsip kepatutan dan berpotensi menabrak aturan.
“Bantuan itu untuk masyarakat tidak mampu. Jika pejabat desa yang menerima, jelas bermasalah,” ujar sumber tersebut.

Baca Juga :  Empat Terpidana Kasus Khalwat di Eksekusi Kajari Aceh Utara

Upaya konfirmasi kepada Inspektorat Aceh Utara belum membuahkan kejelasan. Kepala Inspektorat, Andria Zulfa, menyatakan pihaknya masih melakukan penelusuran bersama BPKP. Hingga akhir pekan, hasil pemeriksaan belum disampaikan.

Camat Matangkuli, Rizki Rasmana Hanafiah, juga belum memberikan tanggapan atas kondisi ini.

Minimnya respons dari otoritas memperpanjang daftar pertanyaan publik. Dugaan stagnasi program dan potensi konflik kepentingan menuntut penelusuran serius.
Transparansi menjadi kunci untuk memastikan Dana Desa tidak menyimpang dari tujuan utamanya: kesejahteraan warga. (SR)

Berita Terkait

Dapur MBG Rampung, Siswa Geureudong Pase Masih Menanti: Program Gizi Tertahan Tanpa Kepastian
Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Dekat dengan Rakyat, Koramil Moyo Hilir Perkuat Pembinaan Teritorial

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Kades Cup II Desa Labuhan Kuris Jadi Momentum Mempererat Persatuan dan Menumbuhkan Sportivitas

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:08 WIB

Babinsa Hadiri Musrenbangdes Pamanto, Kawal Aspirasi Warga untuk Pembangunan Desa Tahun 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas, Babinsa Turut Kawal Upaya Pencegahan Stunting di Desa Bunga Eja

Berita Terbaru