Pungli Berkedok ‘Uang Gerenti’ di Pelabuhan Karimun: Mafia Tiket Pekerja Migran?.

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Jumat, 7 November 2025 - 08:53 WIB

50197 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Karimun Diduga Diamkan Praktek Haram yang Merugikan Ratusan Juta Rupiah Rakyat Kecil. Oknum Imigrasi Terindikasi ‘Main Mata’.

KARIMUN, KEPRI. Di tengah sorotan nasional terhadap praktik pungutan liar (pungli), aktivitas ilegal berkedok “uang gerenti” di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, dilaporkan terus berjalan mulus, seolah tanpa tersentuh hukum.

Praktik haram yang membebani calon pekerja migran ini terindikasi melibatkan sindikat agen dan oknum aparat, menciptakan mesin uang gelap yang bernilai ratusan juta rupiah per hari.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jebakan ‘Gerenti’ yang Mencekik Calon Pekerja

Kasus terbaru yang terekam adalah pengalaman Karim (bukan nama sebenarnya), calon pekerja sawit asal Tanjung Batu yang hendak kembali bekerja di Malaysia.

Pada Selasa, 4 November 2025, Karim terpaksa merogoh kocek hingga Rp1.100.000 hanya untuk bisa berangkat. Padahal, biaya ongkos resmi kapal yang harus ia bayar hanya Rp460.000.

“Tadi saya bayar ongkos dan gerenti sebesar 1.100.000, sama Pak De, salah seorang agen gerenti,” ujar Karim. Ia mengaku pembayaran itu dilakukan agar perjalanannya tidak terhambat.

Selisih sebesar Rp640.000 per orang ini disinyalir sebagai “uang pelicin” atau pungli yang secara sistematis diambil oleh para agen yang berafiliasi di pelabuhan. Menurut informasi terpercaya, agen berinisial Pak De ini bernaung di bawah seorang ‘Big Bos Agen Gerenti’ bernama Hendri.

Baca Juga :  Helo

Ketika dikonfirmasi, Pak De dengan santai mengakui praktik tersebut. “Sama, Pak. Semua uang gerenti di pelabuhan ini Rp1.150.000,” jawabnya tanpa sedikit pun menunjukkan rasa bersalah, mengindikasikan bahwa tarif haram ini sudah menjadi standar di sana.

Aparat Bungkam, Mafia Senang
Keberanian para pelaku pungli ini diduga didukung oleh “kerja sama yang baik” dengan oknum petugas di pelabuhan. Salah satu yang disorot adalah peran petugas Imigrasi.

Sebelumnya, petugas Imigrasi di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun, Jamal, pernah membantah adanya praktik “uang gerenti” ini. Namun, ketika dikonfirmasi ulang mengenai pengakuan Pak De tentang keseragaman tarif Rp1.150.000, Jamal memilih bungkam dan tidak memberikan jawaban hingga berita ini diturunkan.

Kebisuan aparat Imigrasi ini memperkuat dugaan adanya pembiaran sistematis atau bahkan keterlibatan langsung yang memungkinkan pungli ini berjalan aman dan berlangsung lama.

Perputaran Uang Gelap Ratusan Juta
Jika praktik ini diasumsikan berjalan setiap hari dengan jumlah calon pekerja migran yang signifikan, angkanya sungguh mencengangkan dan berpotensi menjadi skandal korupsi lokal.

Dengan asumsi selisih pungli adalah Rp640.000 per orang, dan bila rata-rata terdapat 200 calon pekerja migran yang berangkat setiap hari ke Malaysia, maka perkiraan uang gelap yang berputar mencapai:

Baca Juga :  Pengembang Perumahan Wajib Sediakan Fasum Dan Fasos

Ini berarti, dalam sebulan (30 hari), total pungutan liar bisa mencapai Rp3,84 Miliar (Tiga Miliar Delapan Ratus Empat Puluh Juta Rupiah). “Siapakah yang menikmati uang rakyat kecil sebesar ini?” tanya seorang warga Karimun yang hanya ingin dikenal sebagai H.

Tantangan Terbuka untuk Kapolres dan Kajari

Publik kini menanti ketegasan aparat penegak hukum. Secara terpisah, permintaan tanggapan kepada Kapolres Karimun AKBP Robby Topan Manusiwa, S.I.K., M.H. melalui pesan WhatsApp terkait pungli berkedok “uang gerenti” ini belum mendapatkan balasan. Masyarakat Karimun mendesak keras agar Polri dan Kejaksaan turun tangan segera.

“Sudah selayaknya pihak Polres Karimun, atau pun Kajari Karimun, untuk segera memeriksa pelaku agen-agen gerenti ini,” tegas H. Ia menambahkan, tindakan ini harus dilakukan karena pungutan tersebut sama sekali tidak memiliki dasar hukum yang sah. “Tangkap bila terbukti bersalah, agar tidak menjadi preseden buruk di tengah masyarakat,” pungkasnya.

Praktek pungli yang terstruktur dan melibatkan oknum aparat ini bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga merusak citra penegakan hukum dan memiskinkan rakyat kecil yang mencari nafkah. AKBP Robby Topan Manusiwa kini berada di persimpangan: menindak tegas mafia pungli, atau membiarkan skandal korupsi ini terus menjadi ‘rahasia umum’ di wilayah hukumnya. [Sajirun S.]

Berita Terkait

Bea Cukai Diminta Tangkap pengiriman Rokok ilegal ke Tanjung Batu
APH di minta sikat rokok ilegal/ rokok tanpa pita cukai di tanjung batu.
Rokok Ilegal Diduga Kian Marak di Tanjung Batu, APH dan Bea Cukai Diminta Bongkar Jalur Distribusi hingga ke Akarnya
Rokok Tanpa Pita Cukai Diduga Marak di Tanjung Batu, Bea Cukai dan Aparat Diminta Telusuri Jalur Distribusi
“Dugaan Peredaran Ekstasi di Star Club Wiko Karimun Seolah Bebas, Aparat Dituntut Bertindak: Siapa yang Bertanggung Jawab?”
Dugaan peredaran narkoba jenis ekstasi  di Star club wiko semakin marak, di minta kapolda kepri  turunkan tim untuk memberantasnya.
Pertemuan di  rumah dinas bupati merupakan Tindak lanjut rapat dengar  pendapat umum ( RDPU ) bupati karimun dan dewan perwakilan daerah (DPD ) RI
Dugaan Peredaran Narkoba Jenis Pil Ekstasi Kembali Marak di Star Club Wiko

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 16:41 WIB

Lawan Narkoba dan Judol, Babinsa Bersama Bhabinkamtibmas Rangkul Generasi Muda

Selasa, 3 November 2026 - 16:33 WIB

Babinsa Hadiri Reses Anggota DPRD Provinsi NTB di Desa Pamanto, Aspirasi Masyarakat Jadi Perhatian

Selasa, 3 November 2026 - 11:50 WIB

Pengembangan Kasus Pencurian Sapi di Labangka, Polsek Amankan Dua Terduga Pelaku Lain di Plampang!

Selasa, 3 November 2026 - 10:37 WIB

Polsek Labangka Gerak Cepat! Terduga Pencuri Sapi Nyaris Dihakimi Massa, Mobil Pickup Dirusak

Selasa, 3 November 2026 - 07:51 WIB

Melalui Patroli Malam, Koramil 1607-07/Lunyuk Perkuat Sinergi TNI dan Masyarakat Jaga Keamanan Lingkungan

Selasa, 3 November 2026 - 07:40 WIB

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 November 2026 - 07:33 WIB

Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Berita Terbaru