Kantor Imigrasi Lhokseumawe Diduga Jadi Sarang Percaloan: Masyarakat Mengeluh, Transparansi Dipertanyakan

REDAKSI

- Redaksi

Jumat, 24 Oktober 2025 - 22:47 WIB

50218 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lhokseumawe – Aroma tak sedap percaloan tercium dari balik dinding pelayanan publik Kantor Imigrasi Kelas II – TPI Lhokseumawe. Sejumlah warga mengaku harus merogoh kocek lebih dalam untuk mengurus paspor dan dokumen keimigrasian. Biaya yang dibayar, kata mereka, jauh di atas tarif resmi yang ditetapkan pemerintah.

Praktik percaloan di instansi pelayanan publik jelas bertentangan dengan semangat pasal 3 UU Pelayaran publik, yang menegaskan bahwa penyelenggara layanan wajib memberikan pelayanan cepat, mudah, terjangkau, dan transparan. Namun, di lapangan, prinsip itu seolah tak berdaya di hadapan sistem yang masih memberi ruang bagi permainan oknum.

Informasi ini diungkapkan oleh salah satu warga berinisial M, yang pernah mengurus dokumen keimigrasian disana, menurutnya praktik ini melibatkan oknum pegawai internal dan petugas security (22/10/25).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Katanya sudah online, tapi masih bisa diproses lewat calo dari pegawai mereka sendiri dari Imigrasi. ,” ujar M.

Ia menambahkan, sejumlah biaya yang dikenakan di luar tarif resmi, tidak masuk sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), namun diduga disetorkan langsung ke kantong pejabat.

Baca Juga :  Danrem 011/Lw Bersama Dandim 0103/Aut Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad Saw di Dayah Darul Muttaqin.

M. menyoroti bahwa bagian Inteldakim (Intelijen dan Penindakan Keimigrasian) pun dinilai memproses dengan waktu yang lama. “Padahal, tarif resmi denda untuk paspor rusak atau hilang sudah jelas tertulis berdasarkan aturan PNBP,” katanya, sembari menunjukkan bahwa informasi biaya dan syarat resmi sudah ditempel di dinding kantor.

Lebih lanjut, disebutkan pula bahwa ada persyaratan tambahan tidak resmi yang diberlakukan kepada pemohon. Jika syarat tersebut tidak dapat dipenuhi, sejumlah uang diminta sebagai “pengganti”. Hal ini semakin menyulitkan masyarakat, terutama mereka yang sangat membutuhkan dokumen keimigrasian dengan cepat dan resmi,” pungkasnya kesal.

Bayangan Calo di Ruang Tunggu

Salah seorang sumber internal yang enggan disebut namanya mengakui adanya peran pihak pegawai internal dan security yang kerap “membantu” pemohon dengan imbalan tertentu. “Sudah lama begitu, yang bermain bukan orang luar, tapi yang memfasilitasi adalah orang dalam,” ujarnya.
Menurutnya, praktik semacam itu terjadi karena lemahnya pengawasan internal dan tingginya permintaan masyarakat terhadap pelayanan cepat.

Baca Juga :  Jawab Tuntutan Pengunjuk Rasa

Desakan Evaluasi dan Pengawasan

Masyarakat mendesak Kementerian Hukum dan HAM melalui Kantor Wilayah Aceh segera turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di Lhokseumawe. Audit internal, pengawasan lapangan, hingga sanksi tegas bagi oknum dinilai penting untuk memulihkan kepercayaan publik.

Wajah Buram Reformasi Birokrasi

Kasus di Lhokseumawe menjadi cermin betapa sulitnya membangun sistem pelayanan publik yang benar-benar bersih. Program digitalisasi dan transparansi biaya yang digembar-gemborkan belum sepenuhnya dirasakan warga di lapangan.

Sementara Kepala seksi teknologi informasi keimigrasian, Izhar Rizki , yang dikonfirmasi via WhatsApp pribadinya belum memberikan tanggapannya, hingga berita ini sampai di meja redaksi dan ditayangkan.
(SR)

Catatan redaksi: Hingga berita ini diturunkan, pihak Kantor Imigrasi Lhokseumawe belum memberikan tanggapan resmi meski upaya konfirmasi telah dilakukan melalui sambungan telepon.

[Muhadar, Kabiro Oposisi News86. com Lhokseumawe]

Berita Terkait

Dapur MBG Rampung, Siswa Geureudong Pase Masih Menanti: Program Gizi Tertahan Tanpa Kepastian
Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:35 WIB

Panen Perdana Jagung Yonif TP 855/Raksa Dharma, BNNK Gayo Lues Dorong Petani Beralih ke Komoditas Legal

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Dugaan Penimbunan BBM Bersubsidi Terungkap di Raklunung, Polisi Telusuri Asal Solar dan Pertalite

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:01 WIB

Razia Dini Hari di Blangkejeren, Dua Pria Diduga Main Judi Online Diamankan Polisi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:12 WIB

Ibnu Hafit Tekankan Peran Keluarga dalam Pencegahan Narkoba, Pemda Gayo Lues Perlu Perkuat Perlindungan Anak Sejak Dini

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Razia Bergeser dari Perempatan Blower ke Blangkejeren, Polres Gayo Lues Tingkatkan Penertiban Lalu Lintas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:23 WIB

Plt. Sekda Gayo Lues H. Irwansyah Tekankan Peran Relawan Anti Narkotika, Pencegahan Harus Diperkuat hingga Tingkat Desa

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:02 WIB

BNNK Gayo Lues Perkuat Peran Relawan Anti Narkoba, Pemerintah Desa Didorong Aktif Lindungi Generasi Muda

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Dua Paket Diduga Sabu Seberat 0,18 Gram Diamankan Polisi di Blangjerango, Satu Pria Diperiksa

Berita Terbaru

NASIONAL

Bersama Masyarakat, Babinsa Dorong Desa Lebih Maju

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:40 WIB

NASIONAL

Babinsa Ajak Perkuat Kebersamaan Sambut Penilaian Posyandu

Selasa, 3 Nov 2026 - 07:33 WIB