Kerajaan Gelap ‘Siji Singapore’ Moro: Dodi, Bekingan Kuat, dan Tanda Tanya Hukum

SAJIRUN SARAGIH

- Redaksi

Jumat, 3 Oktober 2025 - 07:29 WIB

50403 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KARIMUN — Judi nomor gelap jenis Siji Singapore seolah menjadi gurita yang tak tersentuh di Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri). Bisnis haram ini sudah berjalan mulus selama satu dekade, diputar rutin tiga kali seminggu:

Rabu, Sabtu, dan Minggu. Di balik kelancaran bisnis ini, mencuat nama Dodi si Toke Siji, dan yang lebih mencolok: dugaan adanya ‘orang kuat’ yang menjadi beking, merentang keraguan besar pada aparat penegak hukum setempat.

Sepuluh Tahun di Bawah Radar
Aktivitas penjualan nomor Siji Singapore ini tak lagi sembunyi-sembunyi. Tim investigasi mendapati transaksi terjadi secara terbuka, di warung hingga rumah warga. Menurut sumber terpercaya di lapangan, inisial D—merujuk pada Dodi—sudah mengelola bisnis haram ini selama sekitar 10 tahun.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jangka waktu yang sedemikian panjang tanpa sekalipun tersentuh hukum adalah anomali yang sulit dicerna. Di tengah operasi pemberantasan judi yang kerap digembor-gemborkan, kelanggengan bisnis Dodi di Moro memunculkan dugaan adanya koordinasi atau proteksi khusus yang diberikan oleh oknum aparat.

“Sudah cukup lama permainan judi siji singapore ini di Moro, sudah sekitar 10 tahun, yang di kelola oleh inisial D , dan tidak pernah tersentuh hukum,” ujar sumber terpercaya, yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

Baca Juga :  Transparansi 'Buntung' di Pelabuhan: Proyek Pelindo Karimun Tanpa Plang, Melawan Asas Akuntabilitas

Sinyal Keraguan pada Kapolsek dan Kapolres
Dugaan proteksi ini semakin menguat tatkala tim mencoba meminta konfirmasi kepada pucuk pimpinan di wilayah tersebut. Keraguan besar membayangi upaya penindakan oleh Kapolsek Moro AKP Sukowibowo dan Kapolres Karimun AKBP Robby Topan Manusiwa.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Moro AKP Sukowibowo hanya menjawab singkat. “Selama ini tidak ada, nanti anggota cek kelapangan.” Namun, hingga laporan ini diterbitkan, janji untuk ‘cek ke lapangan’ itu hanya tinggal sebatas janji. Tidak ada tindakan, tidak ada penangkapan, seolah praktik Siji Singapore tersebut memang diizinkan untuk terus berdenyut.

Sikap diam dan nihilnya realisasi tindakan dari kepolisian sektor dan kabupaten memperkuat spekulasi bahwa ‘orang kuat’ di balik Dodi memiliki pengaruh yang jauh menjangkau, membuat roda bisnis haram ini berputar aman dan lancar.

Secercah Harapan dari Pucuk Pimpinan
Di tengah kebuntuan lokal, masyarakat Karimun menaruh secercah harapan pada pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara di tingkat provinsi.

Baca Juga :  Hingga Kini Baju Seragam Untuk Siswa - Siswi SMP Belum Juga Dibagikan, Ada Apa,!!! Atau Jangan -Jangan,???.

Seorang warga Karimun berinisial H, yang ditemui di seputaran Padi Mas, menyampaikan harapannya kepada Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kepulauan Riau, Irjen Pol Asep Safrudin, S.I.K., M.H.

Pesan itu tampaknya menemukan respons positif. Kapolda Kepri disebut-sebut telah memberikan respons dengan menjanjikan akan menurunkan anggota Reserse Kriminal (Reskrim) dari tingkat Polda untuk melakukan pengecekan langsung ke Moro.
Langkah dari Kapolda ini diharapkan dapat membongkar jaringan sepenuhnya.

“Nantinya setelah di lakukan pengecekan akan terbuka lebar informasi keadaan Dodi toke siji di Moro dan siapa orang kuat di belakangnya, yang menjadi backing, agar segera di tangkap dan di proses hukum,” tegas H, menyampaikan aspirasi yang juga menjadi tuntutan publik.

Kini, bola panas pemberantasan judi Siji Singapore di Moro berada di tangan Kapolda Kepri. Publik menanti, apakah intervensi dari tingkat provinsi mampu merobohkan benteng koordinasi antara bisnis judi gelap dan ‘orang kuat’ yang diduga membekingi Dodi si Toke Siji, ataukah praktik ilegal ini akan terus membisu di tengah keramaian.
[SAJIRUN, S]

Berita Terkait

Bupati Karimun Diminta Menertibkan Perusahaan Penyedia Internet yang Diduga Beroperasi Tanpa Izin
Humas Imigrasi Karimun Blokir Nomor Wartawan Saat Dikonfirmasi, Transparansi Publik Dipertanyakan
Disperindag Karimun Diminta Sidak Gudang Diduga Tak Berizin di Kawasan Baran
APH Jangan Tutup Mata, Periksa Imigrasi Pelabuhan Karimun Soal Dugaan Pungutan Gerenti dan Cap Keberangkatan ke Malaysia
Pungli Pelabuhan Karimun Kian Terang, Aparat Diminta Tegas Jangan Tutup Mata
Mantan Kades di Karimun Kembali Tersandung Kasus Hukum, Diduga Rugikan Negara Rp329 Juta
Bupati Karimun Lantik 10 Kadis Dan Sejumlah Pejabat Lainya.
Hukum Seolah Berhenti di Pelabuhan Tanjung Balai Karimun

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 23:12 WIB

H. Mirwan Siap Lantik Keuchik Terpilih Hasil Pilchiksung 2025

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:59 WIB

H.Mirwan Tekankan 4 Hal dalam Apel Perdana

Kamis, 13 Maret 2025 - 23:42 WIB

Waspada! Pencari Derma Mengatasnamakan Dayah Darul Fata Ditemukan di Tapaktuan

Sabtu, 1 Maret 2025 - 12:05 WIB

Danrem 012/TU : TNI Tak Hanya Jaga Keamanan, Tapi Juga Sejahterakan Masyarakat

Sabtu, 21 Desember 2024 - 09:34 WIB

Disela Kunjungan Kerja di Aceh Tenggara, Haji Uma Jenguk Amir Muhammad yang Koma Akibat Jatuh Dari Pohon Kelapa

Senin, 21 Oktober 2024 - 17:25 WIB

Ketua LP2S Aceh Selatan, Desak Imigrasi Meulaboh Segera Tangani Pengungsi Etnis Rohingya.

Minggu, 1 September 2024 - 16:23 WIB

Haji Uma Bersama PPAM dan BP2MI Turut Bantu Pemulangan Jenazah Warga Aceh Selatan dari Malaysia

Sabtu, 27 April 2024 - 11:45 WIB

Satresnarkoba Polres Aceh Selatan Amankan Seorang diduga Pelaku Penyalahgunaan Narkotika

Berita Terbaru

ACEH SELATAN

H. Mirwan Siap Lantik Keuchik Terpilih Hasil Pilchiksung 2025

Selasa, 10 Mar 2026 - 23:12 WIB