Jalan Utama Geureudong Pase Aceh Utara Rusak Parah, Pemda Jangan Tutup Mata

REDAKSI 2

- Redaksi

Rabu, 25 Juni 2025 - 13:25 WIB

50343 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Kondisi jalan utama di Kecamatan Geureudong Pase, Kabupaten Aceh Utara, semakin memprihatinkan. Lubang-lubang besar dan badan jalan yang rusak parah nyaris tak bisa lagi dilalui dengan aman oleh warga. Warga pun mendesak Pemerintah Daerah Aceh Utara segera bertindak dan tidak terus-menerus menutup mata atas persoalan infrastruktur yang kian membahayakan ini.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik jalan yang menghubungkan antar-gampong di wilayah tersebut dipenuhi lubang dalam, bahkan sebagian aspal telah tergerus total menyisakan jalanan tanah bercampur batu. Kondisi ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa ada perbaikan signifikan.

“Setiap hari kami melewati jalan ini dengan penuh kekhawatiran. Kalau hujan, lubang-lubangnya tertutup air dan sangat rawan menyebabkan kecelakaan,” ujar warga setempat. Ia menambahkan bahwa sudah banyak warga yang terjatuh akibat terperosok di lubang jalan, terutama pengendara sepeda motor.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal senada disampaikan tokoh masyarakat Geureudong Pase yang namanya enggan disebutkan, menyayangkan sikap Pemda Aceh Utara yang dinilai lamban dan abai terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat pedalaman.

Baca Juga :  Sambut HUT Kodam IM Ke 67. Danrem 011/Lilawangsa Serahkan Kunci Rumah Tidak Layak Huni

“Kami bukan minta jalan tol, cukup jalan layak untuk anak-anak kami ke sekolah, untuk ibu-ibu bawa hasil tani ke pasar. Ini soal keadilan pembangunan. Jangan cuma pusat kota yang diperhatikan, sementara daerah pedalaman dibiarkan seperti ini,” tegasnya.

“Kami mohon Bupati Aceh Utara dan DPRK tidak hanya sibuk dengan agenda seremonial. Datanglah ke sini, lihat langsung penderitaan warga,” pungkasnya kesal.

Kerusakan jalan di Geureudong Pase menjadi bukti nyata bahwa ketimpangan pembangunan masih menjadi persoalan serius di Aceh Utara. Warga menanti bukan janji, tetapi aksi nyata dari pemerintah.

Ironisnya, meskipun kerusakan jalan sudah sangat parah, belum terlihat tanda-tanda dimulainya proses perbaikan oleh instansi terkait. Masyarakat menduga, ketidakseriusan pemerintah daerah disebabkan oleh rendahnya perhatian politik terhadap wilayah yang jauh dari pusat pemerintahan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara, Ir. Jaffar, ST.,MSM. Saat dikonfirmasi membenarkan, jalan di kawasan Geureudong Pase kondisinya memang rusak parah dan sudah menjadi perhatian kita. Jalan itu sudah kami masukkan ke dalam daftar prioritas untuk ditangani,” ujar Kadis lepada wartawan, Selasa (23/6/2025).

Baca Juga :  Posyandu Mawar Gampong Peudari, Binaan Puskesmas Geureudong Pase, Raih Predikat Kader Terbaik II Aceh Utara

Ia melanjutkan, sesuai arahan bapak Bupati yang pertama untuk jalan strategis, salah satunya jalan Geureudong Pase yang menghungkan ke ibu kota Kecamatan, yang kedua untuk mengangkut hasi – hasill produksi pertanian, pihaknya telah mengusulkan perbaikan jalan tersebut melalui anggaran APBK Aceh Utara dan juga melalui koordinasi lintas sektor untuk kemungkinan bantuan dari provinsi atau pusat.

“Kita sedang upayakan melalui berbagai sumber pendanaan, termasuk melalui dana DOKA atau APBA jika memungkinkan. Proses perencanaan sedang berjalan, dan kita harap pelaksanaannya bisa segera dimulai dalam 2026,” jelasnya.

Meski demikian, ia meminta masyarakat untuk bersabar karena proses administrasi dan teknis memerlukan waktu. “Kami tidak tinggal diam. Kami minta masyarakat bersabar karena semuanya harus melalui tahapan teknis dan perencanaan,” pungkasnya. (SR)

Berita Terkait

Dapur MBG Rampung, Siswa Geureudong Pase Masih Menanti: Program Gizi Tertahan Tanpa Kepastian
Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru