Lhoksukon |Oposisi News 86 – Perayaan Milad ke-800 Aceh Utara tak hanya menjadi panggung untuk mengenang perjalanan sejarah. Momentum tersebut juga dimanfaatkan Kecamatan Geureudong Pase untuk membawa potensi warganya ke ruang publik melalui Expo di Lapangan Upacara Kantor Bupati Aceh Utara, Landing, Lhoksukon.
Salah satu yang mencuri perhatian ialah madu kelulud hasil budidaya Kelompok Srikandi Gampong Pulo Meuria. Komoditas tersebut dikembangkan warga setempat dengan pendampingan LSM BYTRA dan menjadi bagian dari ragam kekayaan usaha lokal yang diperkenalkan dalam perhelatan tersebut.
Madu kelulud hadir berdampingan dengan aneka panganan serta kerajinan hasil kreativitas warga. Ragam sajian itu memperlihatkan bahwa potensi ekonomi tidak selalu lahir dari pusat perkotaan, tetapi juga tumbuh dari gampong dan komunitas di wilayah pedalaman.
Camat Geureudong Pase, Mardani, S.Sos., M.S.M., mengatakan keikutsertaan dalam Expo merupakan kesempatan untuk memperluas jangkauan promosi sekaligus membuka ruang apresiasi terhadap hasil karya warga.
“Berbagai kuliner dan kerajinan khas Geureudong Pase kami hadirkan di sini. Salah satunya madu kelulud hasil budidaya Kelompok Srikandi Gampong Pulo Meuria binaan LSM BYTRA,” ujar Mardani.
Ia berharap perhatian publik terhadap hasil usaha lokal tidak berhenti selama perhelatan berlangsung. Menurutnya, keberlanjutan menjadi kunci agar potensi tersebut mampu berkembang dan memberi manfaat ekonomi bagi warga.
“Harapan kami, kuliner dan kerajinan lokal semakin diminati dan keberlangsungannya tetap terjaga,” katanya.
Keikutsertaan Geureudong Pase memperlihatkan sisi lain dari peringatan Milad ke-800 Aceh Utara. Di tengah kemeriahan perayaan, karya warga memperoleh ruang untuk berbicara, membawa cita rasa, kreativitas, sekaligus identitas daerah ke hadapan masyarakat yang lebih luas. (SR)




































