Aceh Utara|Oposisi News 86 – Misteri hilangnya dua remaja asal Desa Meunasah Rayeuk LB, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, di kawasan wisata Air Terjun Tujuh Bidadari, Kecamatan Geureudong Pase, masih menyisakan tanda tanya. Hingga kini, keduanya belum ditemukan meski pencarian telah dilakukan oleh keluarga, warga, dan tim SAR.
Kasus tersebut telah dilaporkan secara resmi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dan tercatat dalam laporan orang hilang Nomor: LPIOH/11/VI/2026/SPKT/Polres Lhokseumawe/Polda Aceh.
Berdasarkan laporan yang disampaikan Finaliza (32), dua remaja yang dilaporkan hilang adalah Muhammad Ilham (16) dan Muhammad Dzuhdi (19). Keduanya merupakan pelajar yang berdomisili di Desa Meunasah Rayeuk LB, Kecamatan Lhoksukon.
Menurut keterangan keluarga, pada Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Muhammad Ilham berpamitan untuk berwisata ke Air Terjun Tujuh Bidadari bersama Muhammad Dzuhdi. Namun hingga hari-hari berikutnya, keduanya tidak kunjung pulang dan tidak dapat dihubungi.
Kekhawatiran keluarga semakin menguat setelah sepeda motor yang digunakan kedua remaja tersebut ditemukan dalam kondisi terparkir di kawasan wisata. Kendaraan itu diketahui merupakan Honda Vario 125 warna hitam dengan nomor polisi BL 5654 DAS.
Temuan tersebut memicu upaya pencarian yang lebih intensif. Keluarga bersama masyarakat setempat telah menyisir sejumlah titik di sekitar lokasi wisata, namun belum membuahkan hasil.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan sementara mengarah pada kemungkinan kedua remaja tersebut tersesat di kawasan hutan yang mengelilingi Air Terjun Tujuh Bidadari. Medan yang cukup terjal dan jalur yang bercabang di beberapa titik dinilai berpotensi membingungkan pengunjung yang tidak mengenal kawasan tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, tim SAR Aceh Utara bersama unsur kepolisian, relawan, dan warga masih terus melakukan pencarian dengan memperluas area penyisiran.
Pihak keluarga berharap masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun terkait keberadaan Muhammad Ilham dan Muhammad Dzuhdi segera melapor kepada keluarga atau kantor kepolisian terdekat agar proses pencarian dapat dilakukan lebih cepat.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan wisata alam yang berbatasan langsung dengan hutan, terutama bagi pengunjung yang belum memahami kondisi medan dan jalur di lokasi tersebut. [SR]









































