Polsek Syamtalira Bayu Siaga, Pastikan Tradisi MeugangTak Ternoda Gangguan

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026 - 05:01 WIB

50111 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Tradisi Meugang kembali menguji kesiapan aparat dan ketahanan tata kelola keramaian di Pasar Syamtalira Bayu, Rabu (18/2/2026).

Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, lonjakan pembeli daging terjadi dalam tempo singkat, memadatkan ruang niaga dan memicu potensi kemacetan serta kerawanan.

Polsek Syamtalira Bayu merespons dengan menempatkan personel di titik-titik rawan penumpukan. Pengawasan difokuskan pada akses keluar-masuk pasar, pengaturan kendaraan, serta pencegahan gesekan di area transaksi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini menjadi krusial mengingat Meugang kerap menghadirkan tekanan tinggi pada infrastruktur pasar yang kapasitasnya terbatas.

Baca Juga :  Safari Ramadhan Hari ke-2, Pj Bupati Kunjungi Masjid di Pesisir Seunuddon

Tradisi yang mengakar kuat dalam kultur Aceh ini memang tak sekadar urusan dapur. Ia menjadi simbol kebersamaan sekaligus barometer kemampuan pemerintah dan aparat menjaga stabilitas saat mobilitas warga melonjak drastis. Tanpa pengendalian yang presisi, situasi mudah berubah dari riuh menjadi ricuh.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., melalui Kapolsek Syamtalira Bayu AKP Gunanto, menyatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi dengan aman dan tertib.
“Kehadiran kami untuk mengantisipasi potensi gangguan serta menjamin aktivitas berlangsung lancar. Kami tidak ingin ada ruang bagi gangguan sekecil apa pun, warga berhak menjalankan Meugang dengan aman dan bermartabat,” ujar Gunanto.

Baca Juga :  AKP Dr. Boestani: Dari Perwira Masa Konflik, Kini Menjadi Sosok Inspiratif di Aceh Utara

Hingga siang, kondisi terpantau terkendali tanpa insiden berarti. Namun momentum ini kembali menegaskan perlunya manajemen keramaian yang lebih sistematis setiap kali Meugang tiba—agar perayaan budaya tidak selalu bergantung pada respons situasional, melainkan pada perencanaan yang matang dan berkelanjutan. [SR]

Berita Terkait

SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup
Jadup Dipalak: Bantuan Bencana Berubah Jadi “Upeti” di Baktiya
Hardiknas Tanpa Basa-basi: Dua Sekolah di Geureudong Pase Tinggalkan Seremoni Kosong, Pilih Makna

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:39 WIB

Jejak Ganja dari Pegunungan Gayo Lues Mulai Terbuka, Polisi Diminta Bongkar Aktor Besar di Balik Peredarannya

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Ekonomi Tak Boleh Halangi Pendidikan, Anggota DPR RI Nasir Djamil Salurkan Bantuan PIP di Bireuen

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:50 WIB

Satresnarkoba Polres Gayo Lues Ungkap Dugaan Peredaran Sabu, Satu Tersangka Diamankan, Dua Nama Masih Diburu

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:55 WIB

Benteng Terakhir Ada di Sekolah, BNNK Gayo Lues Minta Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Ruang Kelas

Kamis, 30 Juli 2026 - 09:59 WIB

LPTQ Matang Raya Juara Umum MTQ ke-38 Baktiya, Ini Harapan Camat

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:46 WIB

Hadapi Tantangan Tugas yang Kian Kompleks, Polres Aceh Utara Perkuat Kompetensi Personel

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:22 WIB

Ratusan Warga Gayo Lues Padati Sosialisasi JKN-JKA, DPRA Serap Aspirasi Perubahan Qanun Kesehatan Aceh

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:32 WIB

Pemkab Aceh Singkil dan PT PLB Tanam 3.000 Mangrove

Berita Terbaru