Polsek Syamtalira Bayu Siaga, Pastikan Tradisi MeugangTak Ternoda Gangguan

SIWAH RIMBA

- Redaksi

Kamis, 19 Februari 2026 - 05:01 WIB

50140 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – Tradisi Meugang kembali menguji kesiapan aparat dan ketahanan tata kelola keramaian di Pasar Syamtalira Bayu, Rabu (18/2/2026).

Menjelang Ramadan 1447 Hijriah, lonjakan pembeli daging terjadi dalam tempo singkat, memadatkan ruang niaga dan memicu potensi kemacetan serta kerawanan.

Polsek Syamtalira Bayu merespons dengan menempatkan personel di titik-titik rawan penumpukan. Pengawasan difokuskan pada akses keluar-masuk pasar, pengaturan kendaraan, serta pencegahan gesekan di area transaksi.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini menjadi krusial mengingat Meugang kerap menghadirkan tekanan tinggi pada infrastruktur pasar yang kapasitasnya terbatas.

Baca Juga :  Aceh Utara Dapat Bantuan Rumah untuk Warga Miskin 206 Unit Tahun 2025

Tradisi yang mengakar kuat dalam kultur Aceh ini memang tak sekadar urusan dapur. Ia menjadi simbol kebersamaan sekaligus barometer kemampuan pemerintah dan aparat menjaga stabilitas saat mobilitas warga melonjak drastis. Tanpa pengendalian yang presisi, situasi mudah berubah dari riuh menjadi ricuh.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H., melalui Kapolsek Syamtalira Bayu AKP Gunanto, menyatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan tradisi dengan aman dan tertib.
“Kehadiran kami untuk mengantisipasi potensi gangguan serta menjamin aktivitas berlangsung lancar. Kami tidak ingin ada ruang bagi gangguan sekecil apa pun, warga berhak menjalankan Meugang dengan aman dan bermartabat,” ujar Gunanto.

Baca Juga :  Partai Aceh Peduli : Ketua DPW - PA Aceh Utara Belikan Baju Lebaran Kepada 100 Anak Yatim Piatu

Hingga siang, kondisi terpantau terkendali tanpa insiden berarti. Namun momentum ini kembali menegaskan perlunya manajemen keramaian yang lebih sistematis setiap kali Meugang tiba—agar perayaan budaya tidak selalu bergantung pada respons situasional, melainkan pada perencanaan yang matang dan berkelanjutan. [SR]

Berita Terkait

Dapur MBG Rampung, Siswa Geureudong Pase Masih Menanti: Program Gizi Tertahan Tanpa Kepastian
Selamat Milad Samudra Pasai 800
SDN 6 Syamtalira Bayu Hidupkan Tradisi Jumat Religius, Siswa Dilatih Berani dan Berakhlak
Hardiknas di SMAN 1 Meurah Mulia: Pendidikan Tak Lagi Sekadar Seremoni, Kreativitas Siswa Meledak di Panggung Bakat
Cot Girek Membara: Buruh PTPN IV Tagih Nyali Pemerintah dan Aparat
Seragam Rp120 Ribu di Balik Dalih “Ikhlas”: Jadup Tanjong Geulumpang Diselimuti Tanda Tanya
Dua Kali Diperpanjang, Kursi Pucuk Perseroda Aceh Utara Tetap Sepi—Alarm Krisis Kepercayaan?
Warga Gampong Tanjong Glumpang Bantah Isu Dugaan Pungli Dana Jadup

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 20:30 WIB

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Patroli TNI Perkuat Keamanan Wilayah Plampang dan Sekitarnya

Minggu, 1 November 2026 - 20:24 WIB

Cegah Konflik Meluas Pascakekerasan, Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Perangkat Desa Turun Tangan Mediasi Warga

Minggu, 1 November 2026 - 20:16 WIB

Dari Kebersihan Selokan hingga Kelestarian Hutan, Babinsa Kodim Sumbawa Ajak Warga Jaga Alam

Minggu, 1 November 2026 - 01:38 WIB

Deteksi Dini dan Pencegahan Gangguan Keamanan, Tiga Satuan TNI Gelar Patroli Malam di Wilayah Sumbawa

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:01 WIB

Patroli Malam Jadi Komitmen Koramil Utan dalam Menjaga Stabilitas Wilayah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:55 WIB

Unit Intel Kodim 1607/sumbawa Dan BNNP NTB Gerebek Dugaan Peredaran Sabu, Sepasang Kekasih Diciduk Dengan Barang Bukti 107,53 Gram!

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:31 WIB

Meriahkan Turnamen Sepak Bola Mini di Moyo Luar, Peltu Andri Mohar Tunjukkan Dukungan TNI terhadap Olahraga Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:40 WIB

Sinergi TNI dan Masyarakat Jadi Fondasi Pencegahan Narkoba di Wilayah Alas

Berita Terbaru