Kepala Daerah Diundang Ikuti Anugerah Kebudayaan PWI di HPN 2026

REDAKSI

- Redaksi

Kamis, 16 Oktober 2025 - 20:31 WIB

50359 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menanti “Super Power” Budaya Nasional dari Arena Kepala Daerah

JAKARTA – Gaung Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan diselenggarakan di Banten pada 6-10 Februari mendatang, membawa angin segar bagi pemajuan kebudayaan daerah.

Melalui Anugerah Kebudayaan (AK) PWI Pusat, para Bupati dan Wali Kota diundang untuk berlomba menunjukkan sinergi konkret antara kepemimpinan daerah, media, dan pers dalam memajukan warisan budaya setempat.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Inilah sebuah momentum yang menegaskan kembali peran strategis kepala daerah sebagai nahkoda utama di garda terdepan pelestarian dan pengembangan kebudayaan nasional.

Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, dengan tegas menyoroti alasan di balik kepedulian PWI terhadap isu ini. Menurutnya, Indonesia adalah “super power dalam bidang kebudayaan,” sebuah pengakuan yang bahkan telah ditegaskan oleh UNESCO sejak 2017.

Namun, potensi luar biasa ini hanya akan terwujud jika didukung oleh aksi nyata di tingkat wilayah. Di sinilah peran sentral para Bupati dan Wali Kota terlihat jelas. “Mereka yang punya wilayah, rakyat, dan anggaran,” tuturnya di Jakarta, (16/10/26).

Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi, melainkan penekanan bahwa kemajuan kebudayaan daerah—dan pada akhirnya, kebudayaan nasional—tergantung pada kebijakan dan alokasi sumber daya yang mereka putuskan.

Baca Juga :  BNN Bongkar Kronologi Penyelundupan Narkoba Jenis Sabu 2 Ton

Direktur AK-PWI Yusuf Susilo Hartono (YSH) menambahkan bobot historis pada penghargaan ini. Dimulai sejak HPN 2016 di Lombok, anugerah ini telah diberikan kepada sekitar 50 kepala daerah, membuktikan konsistensi PWI dalam mengapresiasi karya nyata di lapangan.

Deretan nama penerima penghargaan pun bukan sembarangan, mencakup tokoh-tokoh yang kini menduduki posisi penting di panggung nasional, seperti Wali Kota Surabaya Ery Cahyadi, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi (kini Gubernur Jawa Barat), dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (sebelum menjadi Menteri PANRB).

Kehadiran mereka dalam daftar tersebut adalah testimoni bahwa perhatian terhadap kebudayaan adalah ciri kepemimpinan visioner.

AK-PWI-HPN 2026 kali ini mengangkat tema krusial: “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan, Berbasis Media dan Pers.” Tema ini tidak hanya mengajak kepala daerah untuk melestarikan, tetapi juga untuk berinovasi. Mereka ditantang untuk memilih satu dari tiga sub tema dalam proposal mereka:

* Penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya inklusif.

* Pemanfaatan kekayaan budaya berbasis media dan pers, untuk memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional.

* Pemajuan kebudayaan daerah yang melindungi keanekaragaman hayati dan ekosistem berkelanjutan.

Baca Juga :  PWI Pusat Menapak Tilas Sejarah di Monumen Pers: Pengukuhan Pengurus 2025–2030 Siap Digelar

Kerangka waktu kegiatan (lini masa) yang ketat menunjukkan keseriusan proses seleksi, dimulai dengan Zoom sosialiasi (20/10/2025), Pendaftaran dan pengumpulan proposal (20/10- 15/12/2025), hingga Presentasi 10 besar (8-10/1/2026) dan Verifikasi lapangan.

Puncaknya, pengumuman Calon Penerima Penghargaan pada 20/1/2026, dan penyerahan penghargaan di HPN Banten (9/2/2026).

Selain kepala daerah, penghargaan ini juga akan diberikan kepada insan wartawan yang kiprahnya dalam memajukan kebudayaan telah diakui secara nasional/global.

Di penghujung persiapan HPN 2026, Zulmansyah Sekedang, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia HPN 2026, menyampaikan harapan besar agar Presiden Prabowo untuk pertama kalinya berkenan hadir.

Kehadiran Kepala Negara diharapkan dapat menjadi panggung untuk tidak hanya menyaksikan pencapaian, tetapi juga mendengar langsung “berbagai masalah yang memerlukan penyelesaian pada tingkat kebijakan pemerintah dan negara.” AK-PWI bukan sekadar ajang seremonial, tetapi panggilan bagi para pemimpin daerah untuk mentransformasi potensi budaya Indonesia menjadi kekuatan nyata yang inklusif dan berkelanjutan.

Saatnya para kepala daerah membuktikan bahwa anggaran dan otoritas yang mereka miliki dapat benar-benar menjadi katalisator bagi kebangkitan “super power” budaya nasional dari akar rumput daerah. []

Berita Terkait

Duka Mendalam Menyelimuti PWI, Zulmansyah Sekedang Berpulang di Tengah Pengabdian
Kasasi Di Tengah Kewajiban Transparansi: Saat Penjaga Hukum Dipertanyakan Komitmennya
Ramai di Medsos Soal Untung Mitra MBG, BGN Buka Data Sebenarnya
HPN 2026 Banten Sukses Digelar, Panitia Sampaikan Apresiasi kepada Seluruh Mitra dan Pemangku Kepentingan
HPN Banten 2026, PWI Pusat Salurkan 3.000 Paket Sembako Lewat Bakti Sosial
Jelang HPN dan Piala Dunia 2026, Insan Pers Perkuat Kebersamaan Lewat Sepak Bola
Tokoh Pers Senior Ikut Retret Bela Negara Wartawan PWI
MK Tegaskan Tafsir Baru Perlindungan Wartawan, Permohonan Ikatan Wartawan Hukum Dikabulkan Sebagian

Berita Terkait

Sabtu, 25 April 2026 - 21:41 WIB

Tingkatkan Kamtibmas, Koramil 1607-09/Utan Gencarkan Patroli di Wilayah Binaan

Sabtu, 25 April 2026 - 21:37 WIB

Tak Kenal Waktu, Koramil Alas Gencarkan Patroli Demi Keamanan Masyarakat

Jumat, 24 April 2026 - 20:05 WIB

Langkah Nyata Cegah Kenakalan Remaja, Danramil Empang Pimpin Sosialisasi di Sekolah

Jumat, 24 April 2026 - 19:36 WIB

Cegah Banjir dan Longsor, Persit KCK Dim 1607/Sumbawa Gencarkan Penghijauan

Jumat, 24 April 2026 - 19:27 WIB

‎Kompak Bersama Babinsa, Warga Penyaring Bersihkan Lapangan Sepak Bola

Jumat, 24 April 2026 - 19:03 WIB

Kompak Jaga Kamtibmas, Sinergitas Babinsa dan Muspika Lantung Dapat Apresiasi

Jumat, 24 April 2026 - 08:54 WIB

Tak Beri Ruang! Satresnarkoba Polres Sumbawa Ringkus 4 Pelaku Narkoba

Kamis, 23 April 2026 - 21:37 WIB

‎Tingkatkan Keamanan Wilayah, Koramil 1607-03/Ropang Gelar Patroli Malam Rutin

Berita Terbaru