Panggilan KPK Guncang Tulungagung: 10 Proyek Strategis, Dana Hibah, Hingga Mutasi ASN Dikuliti Habis!

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 5 Juli 2025 - 11:53 WIB

50686 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung/Jatim – Pemerintah Kabupaten Tulungagung baru-baru ini mendapat panggilan “khusus” dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Bukan sekadar kunjungan biasa, seluruh jajaran pucuk pimpinan Pemkab Tulungagung, mulai dari Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, hingga seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), harus ‘menghadap’ ke Gedung KPK di Jakarta pada Selasa, 1 Juli 2025.

Panggilan ini merupakan tindak lanjut serius dari Rapat Koordinasi Kepala Daerah yang digelar di Yogyakarta Maret lalu. Bertempat di Ruang Rapat Bhinneka Tunggal Ika, Lantai 16 Gedung KPK, rakor ini menjelma menjadi forum “kulit-menguliti” tata kelola pemerintahan daerah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan tim KPK, Bupati Gatut Sunu Wibowo memaparkan secara rinci perkembangan 10 proyek strategis daerah tahun 2025, hasil evaluasi proyek strategis tahun 2024 yang krusial, serta laporan pengelolaan dana hibah, bantuan sosial, dan pokok-pokok pikiran DPRD yang kerap menjadi area rawan korupsi.

Baca Juga :  Paska Keracunan MBG,Kepala Dinas Ketahanan PanganTulungagung Lakukan Survei Epidemiologi ke Siswa SMK 3 Boyolangu

Namun, pengawasan KPK tidak berhenti di situ. Lembaga antirasuah ini juga turut mengulas mekanisme pengangkatan dan mutasi ASN yang seringkali menjadi sorotan publik, efisiensi anggaran perjalanan dinas, hingga optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi – sektor-sektor vital yang sangat rentan terhadap praktik penyimpangan.

“Pemaparan kami mendapat respons positif dari tim KPK. Ini menunjukkan keseriusan kami dalam membangun pemerintahan yang bersih dan transparan,” ujar Bupati Gatut usai rakor, mencoba menenangkan atmosfer yang panas.

Di sisi lain, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK, Ely Kusumastuti, dengan tegas menyoroti peran strategis IPKD MCSP (Indeks Pencegahan Korupsi Daerah Monitoring Controlling Surveillance for Prevention).

Baca Juga :  Workshop Pantomim di Tulungagung Dorong Kreativitas dan Kepercayaan Diri Siswa

Menurutnya, IPKD MCSP adalah senjata ampuh untuk mengawasi kinerja pemerintah daerah secara real time.

“Dengan IPKD MCSP, kami dapat mengidentifikasi celah rawan korupsi, memperbaiki sistem, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik di berbagai sektor,” tegas Ely, memberikan sinyal jelas bahwa pengawasan KPK akan semakin ketat dan terukur.

Rakor ini menjadi momentum krusial bagi Kabupaten Tulungagung. Di tengah sorotan tajam publik dan pengawasan ketat lembaga antirasuah, Pemkab Tulungagung kini dihadapkan pada tugas berat: membenahi sistem dari hulu ke hilir.

Mampukah Tulungagung membuktikan komitmennya untuk menjadi pemerintahan yang benar-benar bersih, ataukah panggilan KPK ini hanya permulaan dari babak baru dalam pemberantasan korupsi di daerah tersebut? Masyarakat Tulungagung menanti bukti nyata, bukan sekadar janji. [Hartanto]

Berita Terkait

Empat Pimpinan DPRD Tulungagung Dipanggil KPK, Penelusuran Dugaan Pemerasan Gatut Sunu Masuki Babak Baru
Dugaan Pengadaan LKS di MIN 1 Trenggalek Kian Menggantung, Keterangan Sekolah dan Komite Berbeda, DPRD Minta Audit Menyeluruh
Anggota DPRD Tulungagung Sutomo Mengundurkan Diri, Proses PAW Menuju Penggantian oleh Peraih Suara Terbanyak Kedua
Segenap keluarga besar Media Oposisi News 86 Provinsi Jawa Timur serta seluruh mitra kerja mengucapkan:
Warga Desa Ketanon Terima Bantuan Sembako Dengan Tertib 
Akhirnya Setelah 1,5 Tahun Rusak,Jembatan Junjung Tulungagung Segera Di Perbaiki.
Akibat Sarpras Dan Supplier 18 SPPG di Tulungagung Dihentikan Operasi, BGN Ungkap Permasalahan.
PPPK Paruh Waktu Menjerit, Gaji Rp300 Ribu Sebulan Jadi Sorotan DPRD Tulungagung

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama

Senin, 27 Juli 2026 - 13:23 WIB

852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:57 WIB

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:56 WIB

Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Berita Terbaru