Panggilan KPK Guncang Tulungagung: 10 Proyek Strategis, Dana Hibah, Hingga Mutasi ASN Dikuliti Habis!

REDAKSI

- Redaksi

Sabtu, 5 Juli 2025 - 11:53 WIB

50717 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulungagung/Jatim – Pemerintah Kabupaten Tulungagung baru-baru ini mendapat panggilan “khusus” dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia.

Bukan sekadar kunjungan biasa, seluruh jajaran pucuk pimpinan Pemkab Tulungagung, mulai dari Bupati H. Gatut Sunu Wibowo, Wakil Bupati H. Ahmad Baharudin, pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, hingga seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), harus ‘menghadap’ ke Gedung KPK di Jakarta pada Selasa, 1 Juli 2025.

Panggilan ini merupakan tindak lanjut serius dari Rapat Koordinasi Kepala Daerah yang digelar di Yogyakarta Maret lalu. Bertempat di Ruang Rapat Bhinneka Tunggal Ika, Lantai 16 Gedung KPK, rakor ini menjelma menjadi forum “kulit-menguliti” tata kelola pemerintahan daerah.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan tim KPK, Bupati Gatut Sunu Wibowo memaparkan secara rinci perkembangan 10 proyek strategis daerah tahun 2025, hasil evaluasi proyek strategis tahun 2024 yang krusial, serta laporan pengelolaan dana hibah, bantuan sosial, dan pokok-pokok pikiran DPRD yang kerap menjadi area rawan korupsi.

Baca Juga :  Apakah PDIP, Golkar, Gerindra Dan PPP Pilih Layangkan Gugatan Sengketa Hasil Pil Wali Blitar Ke MK.

Namun, pengawasan KPK tidak berhenti di situ. Lembaga antirasuah ini juga turut mengulas mekanisme pengangkatan dan mutasi ASN yang seringkali menjadi sorotan publik, efisiensi anggaran perjalanan dinas, hingga optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi – sektor-sektor vital yang sangat rentan terhadap praktik penyimpangan.

“Pemaparan kami mendapat respons positif dari tim KPK. Ini menunjukkan keseriusan kami dalam membangun pemerintahan yang bersih dan transparan,” ujar Bupati Gatut usai rakor, mencoba menenangkan atmosfer yang panas.

Di sisi lain, Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah III KPK, Ely Kusumastuti, dengan tegas menyoroti peran strategis IPKD MCSP (Indeks Pencegahan Korupsi Daerah Monitoring Controlling Surveillance for Prevention).

Baca Juga :  120 Ribu Ekor Ayam Ludes Di Lalalap Si Jago Merah. Kerugian Diperkirakan 10 Milyar.

Menurutnya, IPKD MCSP adalah senjata ampuh untuk mengawasi kinerja pemerintah daerah secara real time.

“Dengan IPKD MCSP, kami dapat mengidentifikasi celah rawan korupsi, memperbaiki sistem, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik di berbagai sektor,” tegas Ely, memberikan sinyal jelas bahwa pengawasan KPK akan semakin ketat dan terukur.

Rakor ini menjadi momentum krusial bagi Kabupaten Tulungagung. Di tengah sorotan tajam publik dan pengawasan ketat lembaga antirasuah, Pemkab Tulungagung kini dihadapkan pada tugas berat: membenahi sistem dari hulu ke hilir.

Mampukah Tulungagung membuktikan komitmennya untuk menjadi pemerintahan yang benar-benar bersih, ataukah panggilan KPK ini hanya permulaan dari babak baru dalam pemberantasan korupsi di daerah tersebut? Masyarakat Tulungagung menanti bukti nyata, bukan sekadar janji. [Hartanto]

Berita Terkait

21 Kepala SMP Digeser, Dua Sekolah Masih Kosong: Rotasi Kepala Sekolah Jangan Berhenti pada Sekadar Tukar Kursi
RAPBD 2027 dan Perubahan APBD 2026 Tulungagung Disorot: Pendapatan Turun, Belanja Naik, Publik Menanti Bukti Manfaat Anggaran
RSUD Campurdarat Matangkan Layanan CT-Scan, Akses Diagnosis Warga Tulungagung Selatan Diproyeksikan Lebih Dekat
Dugaan Tata Kelola KPRI Sejahtera Mengemuka, Pengurus Persilakan Audit dan Buka Ruang Klarifikasi Semua Pihak
Anak Tak Boleh Hanya Menjadi Penonton, Tulungagung Dorong Generasi Muda Masuk Panggung Pembangunan
Ujian Seleksi Perangkat Desa Tawangsari Digelar Terbuka, Integritas dan Kompetensi Jadi Penentu
Empat Pimpinan DPRD Tulungagung Dipanggil KPK, Penelusuran Dugaan Pemerasan Gatut Sunu Masuki Babak Baru
Dugaan Pengadaan LKS di MIN 1 Trenggalek Kian Menggantung, Keterangan Sekolah dan Komite Berbeda, DPRD Minta Audit Menyeluruh

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 08:27 WIB

‎Perkuat Kehadiran di Wilayah Binaan, Babinsa Jorok Dampingi Bantuan Pangan ‎

Rabu, 16 September 2026 - 08:19 WIB

Dari Lunyuk Ode, Semangat Qur’ani Tumbuhkan Generasi Berintegritas dan Berakhlak Mulia

Selasa, 15 September 2026 - 20:16 WIB

‎Jelang Musim Tanam, Babinsa Kakiang Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 20:05 WIB

Mencegah Sebelum Menjadi Bencana, Koramil 1607-07/Lunyuk Edukasi Warga tentang Risiko Kebakaran

Selasa, 15 September 2026 - 20:00 WIB

‎Babinsa Labuhan Ijuk Hadir di Tengah Musdes, Dukung Pembangunan Desa Berbasis Kebutuhan Masyarakat ‎

Selasa, 15 September 2026 - 19:55 WIB

Dari Kebijakan ke Masyarakat, Babinsa Kalimango Kawal 577 KK Terima Bantuan Beras

Selasa, 15 September 2026 - 19:42 WIB

Beras untuk Ketahanan Keluarga, Babinsa Baru Perkuat Sinergi dalam Penyaluran Bantuan Pangan Bapanas

Selasa, 15 September 2026 - 19:35 WIB

Danposramil Lape-Lopok Hadiri Penutupan Turnamen Kades Cup II Desa Pungkit

Berita Terbaru