Disprindag Kota Blitar Tegaskan, Pengecer Diharap Pasang Tulisan Harga Di Gas Elpiji 3 Kilo Gram

KORWIL JAWA TIMUR

- Redaksi

Rabu, 29 Januari 2025 - 20:44 WIB

50464 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BLITAR/JATIM – Disprindag Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, minta semua Toko pengecer Elpiji Subsidi 3 Kilo Gram untuk memasang Papan Nama Harga.

Hal tersebut, Guna untuk mengantisipasi adanya Toko yang nakal dengan menaikan Harga Eceran Tinggi (HET)

Demikian di sampaikan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar Hakim Sisworo, Rabu (29/01/2025).

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, jika di Toko dipasang tulisan harga maka pembeli mengetahui kalo harganya terlalu tingi dan tidak membeli di toko tersebut.

Baca Juga :  Akhirnya Setelah 1,5 Tahun Rusak,Jembatan Junjung Tulungagung Segera Di Perbaiki.

“Saat ini HET Elpiji 3 Kilo Gram Rp 18000. per tabung harga ini naik Rp.2000. harga HET sebelumnya Rp. 16000 Pertabung”Jelas Sisworo.

Untuk itu Kata Sisworo, harga Elpiji 3 Kilogram di pengecer tidak ada patokanya.
Sehingga ia meminta pada toko pengecer Elpiji 3 Kilogram agar tidak mematok terlalu tinggi dari harga HET untuk menjulal Elpiji yang 3 kilogram.

Baca Juga :  Penyegaran Birokrasi Tulungagung: Bupati Gatut Sunu Rombak 17 Pejabat Eselon II Demi Akselerasi Pembangunan

Kita jugamenghimbau kepada Masyarakat agar menyampaikan aduan jika misalnya menemukan ada Toko Pengecer yang menjual Elpiji yang 3 Kilogram dengan harga terlalu tinggi.

“Terkait dengan kenaikan Elpiji 3 Kilogram, kami juga terus melakukan Sosialisi dan memantau di lapangan, jika benar ada yang menaikkan harga HET Gas Elpiji yang 3 Kilo Gram, maka kita akan memberikan Sangsi kepada pihak yang menjual Harga HET tersebut,” Tutup Sisworo Serius. [MUJANI]

Berita Terkait

Empat Pimpinan DPRD Tulungagung Dipanggil KPK, Penelusuran Dugaan Pemerasan Gatut Sunu Masuki Babak Baru
Dugaan Pengadaan LKS di MIN 1 Trenggalek Kian Menggantung, Keterangan Sekolah dan Komite Berbeda, DPRD Minta Audit Menyeluruh
Anggota DPRD Tulungagung Sutomo Mengundurkan Diri, Proses PAW Menuju Penggantian oleh Peraih Suara Terbanyak Kedua
Segenap keluarga besar Media Oposisi News 86 Provinsi Jawa Timur serta seluruh mitra kerja mengucapkan:
Warga Desa Ketanon Terima Bantuan Sembako Dengan Tertib 
Akhirnya Setelah 1,5 Tahun Rusak,Jembatan Junjung Tulungagung Segera Di Perbaiki.
Akibat Sarpras Dan Supplier 18 SPPG di Tulungagung Dihentikan Operasi, BGN Ungkap Permasalahan.
PPPK Paruh Waktu Menjerit, Gaji Rp300 Ribu Sebulan Jadi Sorotan DPRD Tulungagung

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 20:34 WIB

Kapolda Aceh Sampaikan Duka atas Gugurnya Anggota POM TNI Saat Bantu Penangkapan Terduga Bandar Narkoba di Bireuen

Senin, 27 Juli 2026 - 14:42 WIB

BPBD Subulussalam Minta Warga Bersabar, Bantuan Rumah Pascabencana Masih Tertahan di Tahap Pertama

Senin, 27 Juli 2026 - 13:23 WIB

852 Motor untuk Imum Gampong Digelontorkan, Keberhasilan Program Kini Dipertaruhkan

Minggu, 26 Juli 2026 - 15:57 WIB

Pegadaian Syariah dan Serikat Pekerja Bersama Rumah Zakat Gelar Khitanan Massal untuk 16 Anak di Banda Aceh

Sabtu, 25 Juli 2026 - 19:26 WIB

Klarifikasi Sekda Bongkar Simpang Siur Informasi, Terduga Kasus Sabu Dipastikan Bukan ASN Pemkab Gayo Lues

Sabtu, 25 Juli 2026 - 12:39 WIB

Dari Informasi Warga hingga Penangkapan ASN, Polisi Telusuri Dugaan Jaringan Peredaran Sabu di Gayo Lues

Jumat, 24 Juli 2026 - 13:56 WIB

Dua Mantan Petani Ganja Gayo Lues Bersaksi di Hadapan Kepala BNN RI, Program Alih Komoditas Jadi Sorotan Puncak HANI

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:29 WIB

Kritik Pejabat Tak Boleh Berhenti di Media Sosial, Bukti Harus Bicara

Berita Terbaru