Dari Ruang Digital Menuju Gerakan Kemanusiaan, Kepedulian Sosial di Aceh Selatan Menemukan Jalannya

KHAIRUL MIZA

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 08:01 WIB

5018 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Selatan|Oposisi News 86 – Di tengah derasnya arus kehidupan modern yang sering kali membuat manusia semakin sibuk dengan urusan pribadi, secercah harapan tentang nilai kepedulian sosial kembali tumbuh di Kabupaten Aceh Selatan.

 

Harapan itu lahir bukan dari ruang-ruang kekuasaan, bukan pula dari program besar yang penuh seremoni, melainkan dari percakapan sederhana di media sosial yang kemudian menjelma menjadi gerakan nyata untuk membantu masyarakat kecil dan pasien yang sedang berjuang melawan sakit.
Peristiwa itu menjadi bukti bahwa kemanusiaan sejatinya belum mati.

ADVERTISEMENT

banner 300x250

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah berbagai persoalan ekonomi dan sosial yang dihadapi masyarakat, masih ada orang-orang yang memilih bergerak membantu tanpa harus menunggu panggung penghargaan ataupun kepentingan tertentu. Kepedulian yang tumbuh secara tulus justru sering lahir dari hati masyarakat biasa yang memahami bagaimana sulitnya perjuangan orang sakit untuk sekadar mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak.

Semangat itulah yang kini mulai terlihat melalui gerakan sosial kemanusiaan yang diinisiasi oleh Blood For Life Foundation (BFLF) Aceh Selatan bersama sejumlah relawan dan masyarakat peduli. Program “Titip Kursi Roda – Titip Kepedulian” serta upaya menghadirkan layanan ambulans pasien menjadi simbol bahwa gotong royong masih hidup dan tetap menjadi kekuatan sosial masyarakat Aceh Selatan.

Gerakan tersebut bermula setelah munculnya respon masyarakat terhadap pernyataan mengenai pentingnya kepedulian terhadap nasib masyarakat kecil dan pasien yang membutuhkan bantuan.

Dari ruang digital, lahirlah percakapan sederhana yang kemudian berkembang menjadi aksi nyata. Salah seorang warga, Ujank Kasim, menunjukkan respon cepat dengan menyatakan kesiapannya membantu program kemanusiaan tersebut.

Respon itu disambut penuh rasa syukur oleh Ketua BFLF Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa atau yang akrab disapa Ogek Agus. Baginya, bantuan sekecil apa pun memiliki arti besar bagi masyarakat yang sedang berada dalam kondisi sulit, terlebih bagi pasien yang harus berjuang melawan keterbatasan fisik dan ekonomi demi memperoleh pelayanan kesehatan.

Dari komunikasi yang terjalin kemudian terungkap berbagai persoalan mendasar yang selama ini sering luput dari perhatian banyak pihak. Persoalan pasien ternyata bukan semata-mata biaya pengobatan, melainkan juga akses untuk menuju rumah sakit dan kembali pulang dengan aman.

Baca Juga :  STOP PERSS WARTAWAN MEDIA OPOSISI NEWS 86.COM

Banyak pasien dari wilayah kecamatan harus menempuh perjalanan jauh menuju Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan untuk menjalani pemeriksaan, kontrol rutin, pengobatan, hingga cuci darah.
Dalam kenyataannya, tidak semua keluarga pasien memiliki kendaraan yang memadai.

Tidak sedikit pasien lansia, penderita stroke, pasien pasca operasi, maupun masyarakat kurang mampu yang harus menghadapi kesulitan transportasi di tengah kondisi kesehatan yang lemah. Situasi seperti ini kerap menjadi beban tambahan yang memperberat perjuangan mereka untuk sembuh.

Kondisi tersebut kemudian melahirkan dorongan bersama untuk menghadirkan layanan ambulans pasien yang dapat membantu masyarakat dari berbagai kecamatan. Bahkan, upaya mencari ambulans bekas yang masih layak pakai pun mulai dilakukan sebagai bentuk solusi realistis demi membantu pasien rawat jalan maupun pasien rawat inap yang telah diperbolehkan pulang ke rumah.

Pada saat yang sama, program “Titip Kursi Roda – Titip Kepedulian” juga berkembang menjadi gerakan sosial yang menyentuh sisi paling mendasar dari pelayanan kemanusiaan.

Program itu hadir dari keprihatinan terhadap kondisi pasien yang harus berjalan jauh dari area parkir menuju poli, laboratorium, maupun ruang tindakan medis dengan kondisi tubuh yang lemah.
Bagi sebagian orang sehat, kursi roda mungkin hanya dianggap alat bantu biasa.

Namun bagi pasien yang sedang sakit, kursi roda dapat menjadi penyelamat kenyamanan, menjaga tenaga, mengurangi rasa sakit, bahkan menghadirkan rasa dihargai sebagai manusia yang membutuhkan perhatian dan empati.

Melalui program tersebut, masyarakat diajak untuk menitipkan kursi roda baru maupun bekas yang masih layak pakai agar dapat digunakan secara bergantian oleh pasien di rumah sakit.

Kursi roda yang diterima nantinya dijemput, dibersihkan, diperbaiki jika diperlukan, lalu dipinjamkan kepada pasien yang membutuhkan sebelum akhirnya dikembalikan ke posko layanan untuk digunakan kembali oleh pasien lainnya.

Gerakan sederhana ini memperlihatkan bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus diwujudkan dalam bantuan besar bernilai fantastis. Kadang kala, satu kursi roda yang dipinjamkan dengan ikhlas justru mampu menghadirkan harapan bagi pasien yang sedang kesulitan berjalan menuju ruang pengobatan.

Baca Juga :  Wagub Aceh Fadhlullah Ziarahi Makam Abu Kuta Krueng

Respon cepat masyarakat terhadap program tersebut pun mulai terlihat nyata. Ujank Kasim secara langsung membantu empat unit kursi roda untuk mendukung program kemanusiaan itu. Bantuan tersebut kemudian disusul dengan komitmen bantuan lainnya dari sejumlah pihak yang ikut tergerak untuk berpartisipasi.

Dengan tambahan bantuan tersebut, jumlah kursi roda yang tersedia kini terus bertambah dan mulai mendekati target yang diharapkan. Namun demikian, kebutuhan di lapangan masih cukup besar. Target penyediaan minimal 25 unit kursi roda menjadi harapan agar semakin banyak pasien rawat jalan dapat terbantu setiap harinya.

Apa yang sedang tumbuh di Aceh Selatan hari ini sejatinya bukan sekadar program sosial biasa, melainkan cerminan nilai kemanusiaan yang masih hidup di tengah masyarakat. Di saat sebagian orang sibuk membangun citra dan kepentingan pribadi, masih ada masyarakat yang diam-diam memilih membantu tanpa banyak bicara.

Gerakan seperti ini juga menjadi pengingat bahwa pelayanan kesehatan yang manusiawi tidak hanya bergantung pada fasilitas rumah sakit semata, tetapi juga pada hadirnya empati sosial dari lingkungan sekitar. Sebab sering kali, pasien tidak hanya membutuhkan obat, tetapi juga perhatian, kemudahan akses, dan rasa bahwa mereka tidak sedang berjuang sendirian.

Semangat gotong royong yang mulai tumbuh ini menjadi harapan besar agar semakin banyak pihak ikut terlibat membantu masyarakat kecil dan pasien yang membutuhkan uluran tangan. Kepedulian yang lahir dari hati masyarakat adalah kekuatan sosial yang tidak dapat diukur hanya dengan angka ataupun materi.

Karena pada akhirnya, kebaikan sekecil apa pun yang dilakukan dengan tulus dapat menjadi cahaya harapan bagi orang lain yang sedang berada dalam kesulitan. Dan di tengah dunia yang semakin individualistis, kepedulian seperti inilah yang sesungguhnya layak dirawat, dijaga, dan diwariskan. [Khairul Miza]

Berita Terkait

ACI Ajak Publik Kawal Pencabutan Pergub JKA, Dinilai Menyangkut Hak Dasar dan Kekhususan Aceh
Sambut Idul Adha 1447 H, Pemko Langsa Gelar Pasar Murah Terintegrasi untuk Tekan Inflasi dan Ringankan Beban Warga
Car Free Day Kembali Hidupkan Semangat Warga Langsa Pascabanjir, Ribuan Masyarakat Padati Lapangan Merdeka
Boat Race Langsa 2026 Berakhir Meriah, Hutan Kota Kian Didorong Jadi Pusat Wisata Olahraga Air Aceh
Huntara Korban Banjir Aceh Timur Tuai Kritik, Anggaran Dipertanyakan Setelah Bangunan Dinilai Tak Layak
Pelaku Pembunuhan Bocah 10 Tahun di Aceh Tenggara Ditangkap, Publik Desak Polisi Buka Motif dan Bongkar Seluruh Fakta
Kodim 0107/Aceh Selatan Ikuti Operasionalisasi 1.061 Gerai KDKMP Secara Daring dari Desa Gunung Cut
Jelang Idul Adha, Pemkab Aceh Utara Gempur Inflasi Lewat Pasar Murah di Geureudong Pase

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 20:13 WIB

Jembatan Gantung Garuda Hadirkan Harapan Baru, Akses dan Kesejahteraan Warga Segera Meningkat

Senin, 18 Mei 2026 - 20:05 WIB

Demi Kenyamanan Masyarakat, Koramil 1607-06/Lape Lopok Tingkatkan Patroli Malam

Senin, 18 Mei 2026 - 14:45 WIB

Upacara Bendera di SMA N 1 Alas Berlangsung Khidmat Bersama Babinsa Koramil Alas

Senin, 18 Mei 2026 - 14:39 WIB

Aliansi Warga di Sumbawa Barat Tolak Nobar ‘Pesta Babi’

Senin, 18 Mei 2026 - 13:51 WIB

M. Omar Rodhi Desak Parliamentary Threshold 0 Persen, Sebut Sistem Pemilu Saat Ini “Membunuh” Suara Rakyat

Senin, 18 Mei 2026 - 10:31 WIB

Dandim 1607/Sumbawa Pimpin Upacara 17-an, Tekankan Kewaspadaan dan Pengabdian untuk Rakyat

Senin, 18 Mei 2026 - 10:26 WIB

‎Melalui Pengarahan Personel, Dandim 1607/Sumbawa Tekankan Loyalitas dan Tanggung Jawab

Minggu, 17 Mei 2026 - 20:42 WIB

Objek Vital Jadi Fokus, Koramil 1607-01 Tingkatkan Pengawasan Wilayah

Berita Terbaru